Mahasiswa KKN UNS 160 Bangun Biopori Dukung Lingkungan Sehat dan Berkelanjutan

KKN UNS 160 Desa Pule, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KKN UNS 160 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Wonogiri Selasa (27/01/2026) – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pule menginisiasi program pembuatan lubang resapan biopori sebagai upaya meningkatkan daya serap air tanah sekaligus mengurangi potensi genangan di lingkungan permukiman. Program ini berhasil direalisasikan dengan pembangunan 11 titik biopori yang tersebar di beberapa lokasi strategis di wilayah RT setempat.

Tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, mahasiswa KKN juga melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat di setiap RT mengenai pentingnya biopori sebagai solusi sederhana namun efektif dalam pengelolaan lingkungan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, warga diberikan pemahaman mengenai fungsi biopori dalam meningkatkan resapan air hujan, mengurangi limpasan air di permukaan tanah, serta membantu mengolah sampah organik rumah tangga secara alami.
Dalam pelaksanaannya, biopori dibuat dengan cara melubangi tanah secara vertikal kemudian diisi dengan bahan organik seperti daun kering, ranting kecil, dan sisa tanaman. Bahan organik tersebut nantinya akan terurai secara alami sehingga selain membantu penyerapan air, lubang biopori juga dapat menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.
Selain berfungsi sebagai sarana resapan air, biopori juga menjadi alternatif sederhana dalam mengurangi penumpukan sampah organik rumah tangga. Sampah organik seperti sisa sayuran, daun kering, dan sisa makanan dapat dimasukkan ke dalam lubang biopori sehingga tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang, tetapi juga mempercepat proses penguraian menjadi kompos alami yang bermanfaat bagi tanah.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Pule. Proses pembuatan biopori dilakukan secara gotong royong bersama warga, menciptakan suasana kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif mereka, baik saat mengikuti sosialisasi di tingkat RT maupun ketika terlibat langsung dalam proses pembuatan lubang biopori.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap keberadaan 11 titik biopori dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan air dan lingkungan, termasuk dalam pengelolaan sampah organik secara mandiri di tingkat rumah tangga. Dengan pemahaman yang telah disosialisasikan di setiap RT, warga diharapkan dapat melanjutkan pembuatan biopori di sekitar rumah masing-masing sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa Universitas Sebelas Maret dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di Desa Pule. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata, tangguh terhadap genangan air, serta mendukung pengelolaan air hujan secara lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena pembuatan biopori dapat meningkatkan daya resap air tanah, mengurangi limpasan air permukaan, serta membantu mitigasi dampak perubahan iklim melalui pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
