Pro dan Kontra Film Horor Indonesia: Mengeksplorasi Ketegangan Budaya

Hanifah Asma Salsabila
Mahasiswa s1 ilmu lingkungan UNS (Universitas Sebelas Maret)
Konten dari Pengguna
27 April 2024 21:42 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Hanifah Asma Salsabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ilustrasi kebudayaan jawa berupa alat musik tradisional yang sering dikaitkan dengan film horor Indonesia. Sumber foto : Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi kebudayaan jawa berupa alat musik tradisional yang sering dikaitkan dengan film horor Indonesia. Sumber foto : Dokumentasi pribadi
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Film horor Indonesia telah menjadi bagian integral dari perfilman tanah air, memicu perdebatan yang berkelanjutan tentang keberadaan dan dampaknya. Seperti yang baru baru ini yang menjadi kontroversi di media sosial. Film horor berjudul kan "Kiblat", dengan poster film yang dirasa sangat sensitif dan yang terbaru dari film "vina sebelum 7 hari" hal ini menimbulkan banyak kontroversi. Banyak mengatakan bahwa film ini disrespect kepada korban tetapi banyak juga yang menyangkal bahwa pembuatan film ini telah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga. Di antara para penggemarnya yang setia, serta skeptis yang meragukan nilai seninya, terdapat sejumlah argumen pro dan kontra yang timbul di kalangan masyarakat, khususnya penikmat film. disini kita akan melihat bagaimana sudut pandang dari masyarakat terkait film horor pada jaman sekarang.
ADVERTISEMENT
1. Menggali Warisan Budaya
Film horor Indonesia sering kali menggabungkan elemen-elemen budaya lokal, seperti mitos, legenda, dan tradisi, yang dapat menjadi cara yang menarik untuk menyebarkan dan memperkuat warisan budaya bangsa. Film-film semacam ini memungkinkan penonton untuk menjelajahi dan memahami lebih dalam tentang kepercayaan dan cerita-cerita dari berbagai daerah di Indonesia.
2. Memunculkan Talenta Baru
Genre horor sering kali menjadi tempat bagi para pembuat film muda untuk berkreasi dan mengasah keterampilan mereka dalam industri perfilman. Produksi film horor yang relatif lebih terjangkau membuatnya menjadi batu loncatan bagi sutradara, penulis skenario, dan aktor baru untuk menunjukkan bakat mereka.
3. Menciptakan Pengalaman Emosional
Film horor memiliki kekuatan untuk menciptakan ketegangan, kecemasan, dan ketakutan yang intens pada penontonnya. Pengalaman emosional yang diberikan oleh film horor seringkali dapat membangkitkan reaksi yang kuat dari penonton, menjadikannya sebagai pengalaman yang berkesan dan mendalam.
ADVERTISEMENT
Sudut pandang Kontra :
1. Ketergantungan pada Klise
Beberapa kritikus menyatakan bahwa film horor Indonesia seringkali terjebak dalam pola cerita yang klise, seperti hantu penasaran, rumah angker, atau kutukan kuno. Hal ini dapat mengurangi nilai seni dan kreativitas film-film tersebut, serta membuatnya terasa monoton bagi penonton yang mengharapkan sesuatu yang lebih segar dan inovatif.
2. Kontroversi dalam Representasi
Beberapa film horor Indonesia telah menuai kontroversi karena cara mereka merepresentasikan aspek-aspek tertentu dari budaya atau agama, terutama ketika hal tersebut dianggap tidak sensitif atau tidak pantas. Representasi yang salah atau merendahkan dapat menimbulkan polemik dan perdebatan yang merugikan bagi pembuat film dan industri perfilman secara keseluruhan. Seperti yang ramai baru baru ini banyak film yang mengangkat topik agama tertentu yang menuai pro dan kontra bagi para penikmat film. Hal serupa juga terjadi pada kebudayaan. Contohnya saking seringnya tembang Jawa digunakan di film-film horor, sekarang di dunia nyata orang mengidentikkan tembang Jawa dengan setan/hal yg menyeramkan. Sementara buat orang Jawa, tembang Jawa adalah musik yg menenangkan, lagu cinta yg syahdu.
ADVERTISEMENT
3. Efek Samping Psikologis
Sebagian orang berpendapat bahwa paparan yang berlebihan terhadap film-film horor, terutama pada anak-anak atau remaja, dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan mental. Rasa takut yang berlebihan atau trauma psikologis yang dihasilkan dari menonton film-film horor tertentu dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis penonton, terutama jika tidak diproses dengan benar. Banyak dari pecinta film horor yang merasa tersugesti setelah menonton film horor.
Meskipun perdebatan tentang pro dan kontra film horor Indonesia masih berlanjut, tidak dapat disangkal bahwa genre ini tetap menjadi bagian penting dari industri perfilman Indonesia dengan ramainya peminat dari genre ini. Dengan memperhatikan keragaman budaya, kreativitas, dan dampaknya, kita dapat terus memperkaya diskusi tentang peran film horor dalam membentuk identitas dan pengalaman budaya bangsa.
ADVERTISEMENT