Permasalahan tentang Perbedaan Fasilitas Pendidikan di Indonesia

Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta Prodi Pendidikan Tata Busana
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hanifah Kartika Devi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor tentang fasilitas pendidikan di Indonesia saat ini. Fasilitas adalah hal yang penting dalam keberlangsungan pembelajaran karena selain agar kegiatan belajar mengajar terasa nyaman, fasilitas dalam pendidikan sangat bermanfaat untuk memperlancar dan mencapai tujuan pembelajaran.
Hampir 8% desa di Indonesia belum memiliki sarana pendidikan. Kesenjangan sosial tentang fasilitas pendidikan di Indonesia yang tidak merata ini dapat dijumpai di daerah perkotaan dan pedesaan. Di wilayah perkotaan, fasilitas pendidikannya sangat terjamin. Salah satunya teknologi, yang merupakan fasilitas modern sehingga ketersediaannya sangat diperlukan untuk keberlangsungan proses pendidikan pada generasi saat ini. Para pelajar di daerah perkotaan terasa lebih mudah mendapat akses media pembelajaran, gedung, dan tenaga pengajar. Sedangkan para pelajar yang berada di pendalaman atau pedesaan lebih sulit mendapat semua itu dan kalaupun ada, bentuk dan jumlahnya tidak sebanding dengan yang ada di perkotaan. Contoh lain yang bisa kita lihat adalah perbedaan prasarana pendidikan atau gedung. Di daerah perkotaan gedung yang tersedia pada tempat pendidikan sudah terjamin lengkap, seperti ada perpustakaan, laboratorium, ruang UKS dan kantin. Sementara itu, di pedesaan tidak semua lembaga pendidikan mempunyai prasarana yang memadai dan layak seperti di perkotaan. Fasilitas tenaga pengajar juga perlu diperhatikan karena hal ini sangat penting dan berpengaruh dalam proses belajar dan mengajar. Kualitas kinerja pelajar juga dapat ditentukan dari siapa yang mengajar. Oleh karena itu, fasilitas ini sebenarnya harus diupayakan merata di seluruh Indonesia agar menghasilkan para pelajar yang berkualitas.
Hal tersebut memicu kesenjangan sosial yang membuat kecemburuan sosial pada masyarakat dan dapat mengancam integrasi nasional. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa fasilitas pendidikan di Indonesia belum merata dan berdampak buruk pada integrasi nasional.
