Pelatihan kesiapsiagaan, edukasi bencana kebakaran oleh KKN Undip Tim-49

Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hanif Darian Febriansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Bojong Wetan, Kecamatan Bojong, Kabupaten pekalongan sore itu sedang ramai dengan kegiatan pelatihan mitigasi bencana yang dilakukan oleh Tim 49 KKN Undip yang bekerjasama dengan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pemadam Kebakaran Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin (26/01/2025) berfokus pada kesiapsiagaan bencana berupa Pemadaman kebakaran dan latihan penyelamatan (Fire Fighting and Rescue Training). hal ini ditujukan untuk melatih dan mengedukasi masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran.
Kegiatan ini merupakan pelaksanaan Program Kerja (Proker) Monodisiplin yang dilaksanakan oleh Hanif Darian Febriansyah, Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM Undip). Pelatihan ini ditujukan untuk Siswa-Siswi SD Negeri Bojong Wetan dan Warga Desa Bojong Wetan.
Hanif Darian selaku koordinator kegiatan mengungkapkan melalui pelatihan kesiapsiagaan bencana, masyarakat Desa Bojong Wetan dapat lebih tanggap terhadap risiko bencana mulai dari skala rumah hingga besar.
Selain itu, menurut Hanif antusiasme para peserta cukup baik yang dibuktikan dari tingginya antusiasme mereka ketika mencoba simulasi pemadaman dan mitigasi bencana kebakaran.
“Secara atensi tentu sudah karena antusias warga dan siswa siswi sangat tinggi, ketika dilakukan simulasi pun warga juga semangat untuk mencoba,” Imbuh Hanif.
Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan proker Monodisiplin tersebut, Hanif bersama UPT pemadam Kebakaran Kabupaten Pekalongan memasang rambu keselamatan di bebrapa titik strategis di sekitar balai desa Bojong Wetan.
“Kami memberikan rambu keselamatan (Safety Sign) berupa rambu titik kumpul di 2 lokasi vital yakni Balai Desa Bojong Wetan dan Lapangan Desa Bojong Wetan serta memberikan pemetaan jalur evakuasi/mitigasi bencana,” ujar hanif.
Pelatihan Kesiapsiagaan ini juga mendapat apresiasi dari warga sekitar. Omar yang juga terlibat dalam pelatihan menuturkan berbagai macam manfaat dia dapat salah satunya adalah melatih kemampuan masyarakat untuk tanggap terhadap bencana kebakaran.
“Program seperti ini sangat bermanfaat buat warga sini. Selama ini kita cuma tahu 'hubungi Damkar' kalau ada apa-apa, tapi nggak tahu nomor daruratnya atau apa yang harus dilakukan sambil nunggu armada datang. Baik anak-anak sampai yang dewasa juga saya rasa kemarin senang dengan program seperti ini,.” Terang Omar.
