Kamu Mudah Menghafal Musik tetapi Tidak Pelajaran? Ketahui Penyebabnya!

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Haniifah Rahmadani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pernahkah kalian berpikir, “Kenapa aku lebih mudah menghafal lirik lagu dibandingkan pelajaran?”
Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa sering kali merasa lirik lagu lebih mudah dihafalkan dibandingkan mengingat pelajaran. Apakah ini artinya kita benci pelajaran? Sebenarnya proses apa yang terjadi?
Lebih mudah mengingat lagu dibandingkan pelajaran merupakan fenomena normal dan bukan berarti seseorang membenci pelajaran. Fenomena ini berkaitan erat dengan proses kognisi manusia, lebih tepatnya pada proses belajar dan memori. Mari kita bedah satu per satu dahulu komponen yang berkaitan dengan fenomena ini.
Proses dalam otak ketika mendengarkan musik
Musik merupakan seni abstrak yang dirasakan melalui indera pendengar dan bersifat subjektif. Melalui musik, seseorang dapat membagikan perasaan gembira maupun sedih dan hal tersebut dapat dirasakan oleh pendengarnya secara individu maupun kolektif.
Mendengarkan musik berarti kegiatan menggunakan pancaindra pendengaran, kuping, untuk mendengar keharmonisan melodi dan ritme. Walau terlihat sederhana, proses di baliknya sangatlah kompleks.
Proses mendengar musik dimulai dari gelombang suara dari musik yang ditangkap telinga bagian luar hingga mengenai gendang telinga, lalu diteruskan pada tiga tulang (malleus, incus, stapes) di telinga bagian tengah. Getaran gelombang diubah menjadi sinyal listrik di area koklea (rumah siput) menuju saraf pendengaran. Tak berhenti di sini, sinyal diteruskan ke otak melalui batang otak menuju lobus temporal. Barulah setelah informasi diproses sehingga seseorang dapat memahami dan menginterpretasikan bunyi dari musik yang didengar.
Terdapat area otak lain yang ikut aktif ketika seseorang mendengarkan musik, di antaranya adalah amigdala (merekam aspek emosi), hippocampus (menghubungkan dengan memori), nucleus accumbens (NAcc) (melepaskan neurotransmiter dopamin yang membuat rasa senang), prefrontal cortex, cerebellum, area Broca, area Wernicke, dan motor cortex. Seluruh area tersebut berkontribusi agar kita dapat mendengar, memaknai, dan memahami musik.
Memori dari sudut pandang psikologi
Memori memiliki arti bagaimana otak kita menyerap informasi lalu menyimpan dan mengingat informasi tersebut. Cara kerja memori sendiri dapat dijelaskan dengan sederhana melalui empat tahapan berikut:
Pengumpulan, menyerap informasi dari lingkungan
Pengodean, otak menerjemahkan informasi dalam bentuk kode agar lebih mudah disimpan
Penyimpanan, otak mengatur dan menyimpan informasi yang diterjemahkan
Pengambilan, seseorang dapat memilih dan menemukan informasi tersimpan yang diingat
Dalam prosesnya, dibutuhkan beragam bagian otak agar memori dapat diserap, disimpan, dan digunakan kembali, di antaranya hippocampus (struktur utama untuk membentuk memori), prefrontal cortex (untuk memori jangka pendek), sensory cortex (untuk menyimpan memori sensorik dari masing-masing pancaindra), dan masih banyak lainnya.
Untuk meningkatkan memori jangka pendek (salah satu jenis memori), terdapat dua strategi yang dapat digunakan, yakni:
Chunking, mengelompokkan informasi dalam kelompok-kelompok agar dapat mengingat lebih banyak
Berlatih, mengulang informasi secara terus-menerus agar dapat mengingatnya dalam jangka waktu yang lebih panjang
Proses belajar dari sudut pandang psikologi
Belajar merupakan proses bertambahnya pengetahuan seseorang (dari yang tidak tahu menjadi tahu) di segala aspek kehidupan. Dalam taksonomi Bloom, belajar memiliki enam tahapan, yakni:
Remember, mengenali dan mengingat fakta
Understand, membangun makna dan memahami arti dari informasi
Apply, menerapkan konsep atau ide dalam situasi baru
Analyze, memecah informasi menjadi bagian-bagian komponen dan menentukan keterkaitannya
Evaluate, membuat penilaian berdasarkan standar terhadap informasi atau ide
Create, menggabungkan bagian-bagian untuk menciptakan kesatuan baru
Pada tahapan pertama, remember, berkaitan dengan memori, di mana seseorang diminta untuk merekognisi dan mengulang-ulang informasi agar dapat diingat (menguatkan posisi pada memori jangka pendek).
Setelah membedah makna masing-masing komponen, apakah kamu sudah paham keterkaitannya?
Jadi, beberapa alasan di balik kemudahan seseorang menghafalkan lirik lagu dibanding pelajaran, yakni:
Mendengarkan lagu membuat otak melepaskan neurotransmiter dopamin sehingga seseorang merasa senang. Kesenangan tersebut membuat otak mudah mengingat lirik lagu dibanding pelajaran yang sering kali terasosiasikan dengan “tekanan”.
Saat mendengarkan lagu, amigdala ikut aktif sehingga memicu perasaan atau afeksi yang membuat memori menjadi lebih kuat. Kedekatan letak antara hippocampus (mengatur memori) dan amigdala (merekam aspek emosi) inilah yang membuat hubungan antara emosi dengan memori berikatan erat.
Bagian berulang pada lagu atau sering disebut reff lagu menjadi faktor besar seseorang lebih mudah hafal lirik lagu dibanding pelajaran. Hal ini berkaitan dengan salah satu metode belajar poin pertama “remember” dan “berlatih” pada strategi penguatan memori jangka pendek.
Keterlibatan beragam bagian otak secara sekaligus dalam mendengarkan musik mengartikan banyaknya area yang aktif sehingga memori yang terbentuk menjadi semakin kuat.
Berkaitan dengan fenomena ini, kini banyak dikembangkan metode pembelajaran yang melibatkan proses penciptaan lagu kepada para siswa dengan tujuan materi dapat diterima lebih mudah dan dihafal dalam jangka waktu yang lebih lama. Salah satu penerapan yang mungkin sering dilakukan pada zaman sekolah adalah pembuatan jembatan keledai menggunakan nada lagu tertentu agar lebih mudah menghafal.
Informasi ini tidak hanya menjadi bacaan belaka, ya. Kamu bisa coba terapkan juga supaya lebih mudah saat menghafal!
Referensi:
Cleveland Clinic. (2024). Memory: What It Is, How It Works & Types.
Halimah, L. (2016). MUSIK DALAM PEMBELAJARAN. EduHumaniora: Jurnal Pendidikan Dasar. https://doi.org/10.17509/eh.v2i2.2763
Meliyani. (2022). Penggunaan Parodi dalam Mempertahankan Ingatan Materi Pelajaran Kimia. SMA Adzkia Islamic School.
Ruhl, C. (2025). Bloom’s Taxonomy of Learning. https://www.simplypsychology.org/blooms-taxonomy.html
Sema, D. (2021). Mendengarkan dan Memahami Musik. Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni, 4(1), 82–94. https://doi.org/10.37368/tonika.v4i1.125
