Konten dari Pengguna

Menjaga Kesehatan Mental Lewat Seni Bersama GMEDIA, Art Healing, dan Dekayu

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Haninamuhtar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KEGIATAN MELUKIS DI GMEDIA, YOGYAKARTA, photo by GMEDIA YOGYAKARTA
zoom-in-whitePerbesar
KEGIATAN MELUKIS DI GMEDIA, YOGYAKARTA, photo by GMEDIA YOGYAKARTA

Menjaga kesehatan mental menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan, terutama di tengah kesibukan pekerjaan, perkuliahan, dan aktivitas sehari-hari. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental, GMEDIA bersama Art Healing dan Dekayu mengadakan kegiatan Wooden Art Activation dalam rangka menyambut World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Mental Sedunia.

Kegiatan ini menjadi pengalaman yang menarik, khususnya bagi mahasiswa yang sedang menjalani magang di GMEDIA. Di tengah rutinitas pekerjaan dan berbagai tanggung jawab, acara ini memberikan kesempatan untuk berhenti sejenak, mengenali perasaan diri sendiri, serta mengekspresikannya melalui kegiatan seni.

Mengenal Kesehatan Mental Melalui Kegiatan Seni

Wooden Art Activation merupakan kegiatan berbentuk workshop yang menggabungkan pemahaman mengenai kesehatan mental dengan aktivitas melukis. Acara ini diikuti oleh peserta perempuan, sehingga menjadi ruang bagi para perempuan untuk lebih mengenal diri sendiri dan memahami perasaan yang mungkin selama ini sulit diungkapkan melalui kata-kata.

Kegiatan diawali dengan sesi bersama psikolog yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk lebih memperhatikan kondisi emosional, mengenali perasaan yang sedang dialami, serta memahami bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Bagi mahasiswa magang, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa kehidupan tidak hanya berisi target pekerjaan dan tuntutan untuk terus produktif. Ada kalanya seseorang membutuhkan waktu untuk beristirahat, memahami dirinya sendiri, dan memberikan ruang bagi perasaan yang sedang dialami.

Melukis sebagai Cara Mengekspresikan Perasaan

Setelah mendengarkan penjelasan dari psikolog, kegiatan dilanjutkan dengan sesi melukis pada media kayu. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk menuangkan perasaan mereka ke dalam sebuah karya seni. Menariknya, lukisan yang dibuat tidak harus memiliki bentuk yang sempurna atau terlihat seperti karya seorang seniman profesional. Setiap peserta bebas memilih warna, membuat bentuk, dan menentukan tema sesuai dengan apa yang sedang dirasakan. Ada makna tersendiri di balik proses melukis tersebut. Warna yang dipilih, bentuk yang dibuat, hingga tema yang diangkat dapat menjadi bagian dari cara peserta menggambarkan pengalaman dan perasaan masing-masing. Melalui aktivitas ini, peserta memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri dengan cara yang lebih bebas dan personal.

Bagi mahasiswa yang sedang menjalani magang, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berbeda dari rutinitas kerja sehari-hari. Jika biasanya waktu di kantor diisi dengan menyelesaikan tugas dan mempelajari hal-hal baru, kali ini peserta diajak untuk lebih fokus pada diri sendiri dan apa yang sedang dirasakan.

Berbagi Makna di Balik Setiap Lukisan

Sesi terakhir menjadi salah satu bagian yang berkesan dalam kegiatan Wooden Art Activation. Setelah menyelesaikan lukisan, peserta diberikan kesempatan untuk menceritakan makna di balik karya yang telah dibuat. Peserta dapat menjelaskan alasan memilih warna tertentu, arti dari bentuk yang digambar, serta cerita atau tema yang ingin disampaikan melalui lukisannya. Dari sesi ini, setiap karya memiliki cerita yang berbeda karena setiap orang mempunyai pengalaman, pemikiran, dan perasaan masing-masing. Momen berbagi tersebut juga menjadi kesempatan untuk saling mendengarkan dan memahami sudut pandang orang lain. Terkadang, sesuatu yang terlihat sederhana dalam sebuah lukisan ternyata menyimpan cerita yang cukup mendalam bagi pembuatnya. Melalui sesi ini, peserta diajak menyadari bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi dan mengekspresikan perasaan. Tidak semua hal harus selalu dijelaskan dengan kata-kata, karena seni juga dapat menjadi salah satu media untuk menyampaikan apa yang sulit diungkapkan secara langsung.

Pengalaman Berharga bagi Mahasiswa Magang di GMEDIA

Bagi mahasiswa yang sedang magang di GMEDIA, kegiatan ini menjadi pengalaman yang tidak hanya memberikan suasana berbeda dari rutinitas kantor, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan mental. Selama magang, mahasiswa tentu belajar banyak hal baru, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan kerja, menyelesaikan tugas, hingga memahami tanggung jawab profesional. Namun, di balik proses belajar tersebut, menjaga kondisi diri sendiri juga menjadi hal yang tidak kalah penting.

Kegiatan Wooden Art Activation memberikan ruang bagi peserta untuk sejenak melepaskan diri dari kesibukan dan lebih mengenal perasaan masing-masing. Acara ini juga menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan mental dapat dihadirkan melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan memberikan kesempatan untuk berefleksi. Melalui kolaborasi bersama Art Healing dan Dekayu, GMEDIA menghadirkan pengalaman yang menggabungkan seni dengan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa lingkungan kerja tidak hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga dapat menjadi tempat untuk membangun kepedulian terhadap kesejahteraan diri.

Menjaga Kesehatan Mental Dimulai dari Mengenal Diri Sendiri

Kegiatan Wooden Art Activation dalam rangka menyambut World Mental Health Day menjadi salah satu bentuk pengalaman yang bermakna bagi para peserta perempuan di GMEDIA. Melalui sesi bersama psikolog, aktivitas melukis, dan berbagi cerita di balik karya, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenali serta mengekspresikan perasaan mereka. Dari kegiatan ini, ada satu hal sederhana yang dapat dipetik: menjaga kesehatan mental tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Memberikan waktu untuk diri sendiri, mengenali apa yang sedang dirasakan, dan berani mengekspresikan emosi dapat menjadi bagian dari proses merawat diri.

Bagi mahasiswa yang sedang menjalani magang, pengalaman ini juga menjadi pengingat bahwa berkembang di dunia kerja bukan hanya tentang memperoleh keterampilan dan menyelesaikan tanggung jawab, tetapi juga tentang belajar memahami diri sendiri. Sebab, untuk terus melangkah dan berkembang, kesehatan mental juga perlu mendapatkan perhatian.

Najwa Hanina Muhtar Mahasiswa UMY Prodi Manajemen