Konten dari Pengguna

Karya Industri Indonesia dalam Lintasan Modal dan Hiburan

hans nathanael

hans nathanael

pelajar di SMA TRINITAS BANDUNG

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari hans nathanael tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebersamaan di Dufan menjadi penutup rangkaian perjalanan Study Industri (Johannes   Alexander Putra, S.Pd.)
zoom-in-whitePerbesar
Kebersamaan di Dufan menjadi penutup rangkaian perjalanan Study Industri (Johannes Alexander Putra, S.Pd.)

Perjalanan belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam kelas. Melalui kegiatan kunjungan industri dan wisata edukatif, kami mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan. Perjalanan kami dimulai dari Bursa Efek Indonesia, dilanjutkan ke Sea World Ancol, dan ditutup dengan keseruan di Dunia Fantasi (Dufan).

Destinasi pertama kami adalah Bursa Efek Indonesia (BEI). Setibanya di sana, kakak pemandu menyambut kami dan menceritakan sejarah pasar modal di Indonesia, mulai dari Bursa Efek Jakarta yang berdiri pada 1912 hingga menjadi BEI saat ini. Kami juga belajar tentang saham, yaitu tanda kepemilikan seseorang pada perusahaan, dan bagaimana perdagangan saham membantu perusahaan memperoleh modal. Beberapa contoh saham yang kami temui antara lain saham perbankan, telekomunikasi, makanan dan minuman, serta energi. Dari kunjungan ini, kami mendapatkan wawasan baru tentang peran pasar modal dalam perekonomian Indonesia.

Kunjungan ke Bursa Efek Indonesia menjadi pengalaman langsung mengenal pasar modal dan literasi keuangan (Benedictha Jennifer Jaya).

Selain sejarah, kami juga belajar tentang pengertian saham, yaitu tanda kepemilikan seseorang terhadap suatu perusahaan. Kakak pemandu menjelaskan bahwa saham diperjualbelikan di bursa untuk membantu perusahaan mendapatkan modal. Beberapa contoh saham perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara lain saham perbankan, perusahaan telekomunikasi, perusahaan makanan dan minuman, serta perusahaan energi. Dari kunjungan ini, kami menjadi lebih memahami pentingnya pasar modal dalam perekonomian Indonesia.

Setelah dari Bursa Efek, kami melanjutkan perjalanan ke Sea World Ancol. Di tempat ini, kami melihat berbagai jenis ikan dan makhluk laut yang menakjubkan. Beberapa ikan yang kami lihat antara lain Clownfish (ikan badut), ikan pari, ikan hiu, ikan napoleon, ikan kerapu, dan berbagai jenis ikan hias berwarna-warni.

Kunjungan ke Seaworld menjadi momen edukatif untuk mengenal biota laut sekaligus mempererat kebersamaan. (Benedictha Jennifer Jaya)

Tidak hanya melihat, kami juga belajar tentang ekosistem perikanan, seperti hubungan antara ikan, terumbu karang, dan lingkungan laut. Kami memahami bahwa setiap makhluk hidup di laut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kunjungan ke Sea World membuat kami lebih sadar akan pentingnya menjaga kelestarian laut.

Perjalanan kami dilanjutkan ke Dunia Fantasi (Dufan). Sesampainya disana, kami langsung menuju McDonald’s untuk makan siang bersama. Setelah beristirahat, kami mulai menikmati berbagai wahana permainan yang ada di Dufan.

Kami menghabiskan waktu cukup lama dengan menaiki berbagai wahana bersama teman-teman sekolah. Tawa dan keseruan terasa sepanjang hari hingga tanpa terasa waktu menunjukkan pukul lima sore, menandakan bahwa kami harus bersiap untuk pulang.

Lewat Kegiatan Studi Industri SMA Trinitas Bandung tahun 2025, kami bisa banyak belajar tentang dunia industri dan pariwisata secara langsung. Kunjungan ke Bursa Efek Indonesia memberikan kami pemahaman baru tentang sejarah saham dan cara kerja pasar modal. Di Sea World Ancol, kami belajar mengenal berbagai jenis ikan serta memahami ekosistem perikanan. Sementara itu, kunjungan ke Dunia Fantasi memberikan pengalaman kebersamaan dan hiburan yang menyenangkan bersama teman-teman. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang menambah wawasan, pengetahuan, dan kenangan indah selama masa sekolah.

-Benedictha Jennifer Jaya, Felice Devina Komara, Hans Nathanael Wijaya, Laurentius Lionel Kenneth