Konten dari Pengguna

Pengembangan Teknologi Kedokteran untuk Transformasi Teknologi Kesehatan

Hanum Salsabila A

Hanum Salsabila A

Mahasiswa UNAIR

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hanum Salsabila A tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dokter. Foto: PopTika/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dokter. Foto: PopTika/Shutterstock

Berkembangnya ilmu kedokteran membuat kita semakin mudah dalam menemukenali segala jenis penyakit dan cara pengobatannya. Hal ini tidak terlepas juga dengan perkembangan teknologi kedokteran yang ada di Indonesia.

Seiring dengan adanya perkembangan zaman, kemajuan teknologi tidak dapat dihindarkan. Terlebih lagi pada dunia kedokteran dan kesehatan. Banyak dari kita semua merasa sangat terbantu dengan adanya kemajuan teknologi khususnya pada penyedia layanan kesehatan.

Penggunaan teknologi dari pengembangan teknologi kedokteran juga banyak keterlibatannya. Penggunaan teknologi kesehatan yang tepat melibatkan tidak hanya penguasaan ilmu pengetahuan, peralatan teknik atau mesin, dan juga konsep-konsep tetapi juga untuk mengetahui masalah-masalah ekonomi, etika, dan moral (Raymond, 1988).

Adanya pengembangan teknologi kedokteran memudahkan tidak hanya pada dokter dan tenaga medis lainnya, namun juga pada para pasien, di puskesmas misalnya. Akhir-akhir ini pasien sangat terbantu dengan sistem pendaftaran di puskesmas yang sudah menggunakan aplikasi yang dapat diakses dari rumah sehingga pasien tidak perlu menunggu berlama-lama di puskesmas.

Dengan adanya aplikasi ini pasien bisa datang sesuai dengan jam yang sudah tertera di bukti pendaftaran dan dapat menghemat lebih banyak waktu. Selain itu dengan adanya sistem data base yang ada di puskesmas memudahkan tenaga medis untuk mengorganisir data pasien, rekam medis, dan sistem pembayaran pasien.

Dengan adanya teknologi ini, baik pasien maupun tenaga medis dapat teringankan. Tenaga medis dan karyawan penyedia layanan kesehatan pun pada akhirnya dapat melakukan pelayanan yang maksimal pada pasien dengan adanya pengembangan teknologi tersebut.

Saat tenaga medis memberikan pelayanan maksimal dan ramah tentunya pasien juga akan merasa nyaman. Secara tidak langsung, pengembangan teknologi kedokteran pada penyedia layanan kesehatan berpengaruh juga pada etika dan moral manusia di dalamnya.

Dari sisi peralatan, pengembangan teknologi kedokteran di Indonesia juga banyak menyelamatkan pasien dan memperpanjang harap hidup pasien. Hal ini dikarenakan banyaknya peralatan canggih yang digunakan di rumah sakit seperti MRI, shunt device, foto terapi, dan masih banyak peralatan lainnya.

Tentunya semua teknologi yang berkembang di dunia kedokteran ini tepat guna atau tepat sasaran. Selain itu, menurut Clyde (et. al 2008) teknologi memberikan kemampuannya untuk mendiagnosis kondisi pasien yang sebelumnya tidak terdeteksi dengan metode yang tersedia saat ini atau mampu mendiagnosa kondisi medis pasien lebih dini. Hal ini tentunya dapat menguntungkan pasien maupun tenaga medis.

Dari pemaparan singkat di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan teknologi kedokteran pada pelayanan kesehatan banyak memberikan manfaat, baik dari sisi tenaga medis maupun dari sisi pasien.

Kemudahan, ketepatan, dan presisi merupakan hal utama yang dapat diwujudkan oleh perkembangan teknologi ini. Selain itu, pengembangan teknologi kedokteran secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, etika, dan juga moral.