Keliling Indonesia Tanpa Harus Banyak Keluar Biaya

Saya adalah Mahasiswa UNPAM Prodi MPI. Dan saya adalah seorang Tenaga Pendidik, yang berusaha untuk menjalankan perintah UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari hanzela alaras tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai seorang tenaga pendidik yang sangat butuh merefresh isi kepala dan bathinnya agar tetap terjaga. Apalagi yang mengajar anak-anak kecil yang masih imut-imut seperti marmut seperti Taman Kanak-kanak.
Apaa? Taman Kanak-kanak? Jeng jeng jeeenggg……..
Yaps saya adalah seorang guru dari Taman Kanak-kanak disalah satu sekolah yang terletak di Kabupaten Bogor. Mungkin sangat jarang sekali terdengar guru TK seorang laki-laki, memang sangat jarang sih tapi yaaa masih normal-normal saja kok jika gurunya seorang laki-laki.
Baiklah langsung saja kita lanjutttttt…..
Yaaa sebetulnya liburan kali ini saya pergi bersama anak-anak murid saya, lebih tepatnya dalam rangka agenda outing class. Jujur saja saya orangnya sangat jarang sekali pergi liburan, jika bukan karena agenda dari sekolah mungkin saya tidak liburan. Selain karena saya sangat malas keluar dan malas di jalan, tapi juga karena “DUITNYA DARI MANAA??”. Hehe bercanda ya teman-teman.
Kegiatan outing class kami pada kesempatan kali ini yaitu pergi ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Kenapa tujuan kami ke TMII? Karena di TMII terdapat rumah adat dan kesenian dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Dan tema kelas kami pada kali ini adalah tentang Clotsh dan Home budaya melayu, yang di mana murid-murid diperkenalkan untuk tahu bagaimana bentuk rumah adat melayu dan bagaimana pakaian adat khas melayu. Meskipun liburan saya bersama anak-anak, tapi ini adalah suatu hal yang sangat berkesan dan membuat saya sangat senang, karena bisa melihat anak-anak murid saya tertawa serta gembira. Akan tetapi ada rasa sedihnya juga, kenapa bisa sedih? Karna ini adalah outing class terakhir bersama anak-anak di TK-B sebelum mereka lanjut ke kelas yang lebih tinggi.
Di pagi itu tepatnya pada hari kamis tanggal 22 mei 2025 saya bersama anak-anak dan beberapa guru serta kepala sekolah, mulai berangkat menaiki bus pariwisata menuju TMII pada pukul 07.30 WIB. Dan lebih serunya lagi adalah bus yang kami naiki memiliki terompet telolet loh. Saya singkat saja yah. Sesampainya di TMII, tidak lupa kami langsung foto bersama untuk mengabadikan momen terseru sebelum kenaikan kelas tiba. Setelah foto bersama dengan anak-anak dan para guru yang lain, kami pun pergi menuju anjungan Riau. Di anjungan Riau memiliki beberapa koleksi yang sangat menarik, seperti rumah adat yang bernama Balai Selaso Jatuh Tunggal, yang di mana rumah adat tersebut digunakan untuk menjadi tempat musyawarah dan upacara adat. Ada juga pameran koleksi lainnya, seperti pakaian adat dan pelaminan khas Riau, lalu ada Jalur atau Sampan panjang untuk permainan pacu jalur, buku besar Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji, dan masih banyak lagi koleksi lainnya. Di anjungan Riau kami belajar banyak sekali keaneka ragaman budaya melayu yang sangat memiliki ciri khas tertentu dan memiliki nilai history yang sangat mendalam.
Setelah dari anjungan Riau, saya dan anak-anak bergeser sedikit ke destinasi selanjutnya. Kayanya bukan bergeser deh, soalnya jauuuh bangeeeettt. Kamipun lalu mengunjungi destinasi selanjutnya yaitu Museum Indonesia. Sesampainya di Museum Indonesia, kami sudah disambut dengan bangunan yang sangat megah dan besar, serta terdapat kolam di sisi kiri dan kanan yang dihuni oleh beberapa ikan koi yang sangat cantik. Lalu saya dan anak-anak memasuki Museum Indonesia yang sangat besar. Di sana kita disuguhkan oleh Peta Indonesia yang dilukis di atas kaca, anak-anak pun merasa senang karna baru pertama kali mereka melihat lukisan peta Indonesia yang dilukis di atas kaca. Saya pun senang dan takjub karena ini adalah pengalaman pertama saya mengunjungi Museum Indonesia. Lalu kami beranjak kelantai dua Museum Indonesia, di lantai dua ini kami disuguhkan oleh beberapa koleksi pameran, seperti diorama, benda keperluan sehari-hari masyarakat tradisional, dan masih banyak koleksi lainnya. Setelah dari lantai dua, kamipun beranjak menuju lantai tiga, di lantai tiga terdapat beberapa karya seni dan kriya, salah satunya adalah seni kontemporer dan kerajinan tradisional masyarakat Indonesia. Meskipun anak-anak harus menaiki tangga dan menuruni tangga, mereka sama sekali tidak merasa lelah atau mengeluh sedikitpun, karena rasa lelah mereka sudah tergantikan oleh kebahagiaan, pengalaman dan ilmu yang mereka dapatkan. Bagi saya, dapat berkunjung ke Museum Indonesia adalah suatu kebanggaan dan mampu memberikan kesan yang menarik. Karena di Museum Indonesia saya bisa belajar dan lebih mengenal kebudayaan yang ada di Indonesia yang sangat kaya akan keberagamannya.
Setelah kami berkunjung ke Museum Indonesia, kami lalu istirahat sejenak untuk makan siang dan dilanjutkan dengan melaksanakan sholat dzuhur berjamaah. Setelah saya dan anak-anak selesai melakukan sholat dzuhur, kami lalu mengunjungi destinasi terakhir yaitu menaiki kereta gantung. Ini adalah hal yang paling ditunggu oleh anak-anak dan tentunya saya pribadi. Karena saya juga baru pertama kali menaiki kereta gantung. Awalnya anak-anak merasa ketakutan dan sayapun begitu, karena kereta gantung ini cukup tinggi sekali. Tetapi setelah kami berada di atas, rasa takut kamipun berubah menjadi campur aduk, ada senang, bahagia, dan sedikit heboh. Dari atas kami mampu melihat seluruh pemandangan yang ada di TMII, kami bisa melihat rumah adat, lalu melihat sebuah miniatur pulau-pulau Indonesia, dan melihat orang-orang yang sedang berlalu lalang di bawah kami. Ini adalah pengalaman saya yang sangat berkesan, saya sangat senang ketika melihat anak-anak tertawa dan menikmati hembusan demi hembusan angin yang masuk melalui sela-sela jendela kereta gantung. Pada kegiatan liburan saya kali ini tentu banyak sekali hal unik yang terjadi, seperti melihat berbagai macam koleksi dari anjungan Riau dan Museum Indonesia yang baru pertama kali saya lihat.
Harapan saya untuk Taman Mini Indonesia Indah adalah, teruslah berkembang menjadi tempat destinasi yang selalu menyenangkan, bukan hanya sekedar menjadi sebuah hiburan, tetapi juga untuk menjadi bahan edukasi bagi para pengunjung. Karena adanya Taman Mini Indonesia Indah, sangat membantu kita untuk mengenal dan belajar kebaragaman suku dan budaya yang ada di Indonesia tanpa harus keliling Indonesia. Jaya terus Taman Mini Indonesia Indah.
