Bola & Sports
·
20 November 2020 20:31

PUBG Mobile : Game, E-sports, dan Ladang Penghasilan

Konten ini diproduksi oleh M Ahsanul Haqqi Riyantama
E-sport atau olahraga elektronik identik dengan dunia gaming, namun keduanya ternyata berbeda satu sama lain. Dilansir dari halaman kompas, Dedy Irvan (pengamat gaming dan e-sport) mengatakan bahwa “Gaming itu rekreasi, sedangkan e-sport itu profesi. Ini salah satu perbedaan”. Ia juga menambahkan jika "E-sport sebenarnya ialah game yang dipakai buat profesi, kerjanya itu game, istirahatnya itu tidak main game". Oleh karena itu e-sport pun sudah termasuk ke dalam ranah olahraga, dimana atlet yang bermain pun memiliki penampilan yang berbeda daripada pemain game biasa. Mereka akan mengenakan seragam seperti atlet olahraga lainnya, dan mereka bermain sebagai satu tim. Atlet e-sport juga dilatih secara profesional demi meningkatkan performanya di dalam kompetisi nantinya. Kebugaran, konsentrasi, dan kinerja atlet akan berpengaruh terhadap hasil yang diberikan. Atlet e-sports juga mendapatkan gaji layaknya atlet olahraga lainnya. Mereka juga akan mendapatkkan tambahan pendapatan jika menjadi juara atau berpartisipasi dalam kompetisi.
ADVERTISEMENT
Salah satu e-sports yang akan dibahas kali ini adalah PUBG (Player Unknown Battleground) Mobile yang memiliki komunitas besar di Indonesia. Game online besutan Tencent Games yang terjun ke dunia mobile dan rilis pada tahun 2018 ini telah melaksanakan berbagai kompetisi resmi sejak awal berdiri. Mulai dari kompetisi antar tim dalam satu negara, hingga kompetisi antar tim dari berbagai negara di dunia. Salah satu kompetisi terdekat yang akan dilaksanakan ialah PUBG Mobile Global Championship (PMGC) yang akan diselenggarakan pada 24 November sampai 20 Desember 2020. Kompetisi ini akan mempertemukan tim-tim dari berbagai negara di dunia, mulai dari benua Asia hingga Benua Amerika. Tim yang tampil di kompetisi ini pastinya juga akan membawa nama negara mereka masing-masing dan tentunya merupakan sebuah kebanggaan mewakili negara di kancah internasional. Bigetron E-sport dan Aerowolf E-sport menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi ini. Di Indonesia sendiri PUBG Mobile tergolong sebagai game dengan peminat yang cukup banyak. Di kala pandemi yang terjadi sekarang ini, banyak event dan kompetisi olahraga yang tertunda. Sedangkan game online seperti PUBG Mobile naik daun dan menjadi solusi dalam situasi yang terjadi saat ini. Berbagai turnamen online pun diadakan oleh berbagai pihak untuk mengisi waktu di kala pandemi. Bahkan turnamen PUBG Mobile menyasar wilayah kampus atau Universitas dengan diadakannya PUBG Mobile Campus Championship (PMCC).
ADVERTISEMENT
Dari sini kita tahu bahwa bermain game ternyata juga memiliki manfaat jika dilakukan secara profesional dengan menjadi atlet e-sport. Di Indonesia sendiri ladang untuk menjadi atlet e-sport bertebaran dengan adanya berbagai tim profesional. Untuk PUBG Mobile sendiri terdapat tim-tim seperti Bigetrom E-sport, Aerowolf, Morph Team, Aura E-sport, dan tim-tim profesional lain. Dengan adanya pengelolaan e-sport secara profesional, banyak anak-anak di Indonesia saat ini yang menjadikan atlet e-sport sebagai cita-citanya. Selain atlet e-sports, PUBG Mobile juga bisa menghasilkan bagi seseorang dengan menjadi Streamer dan Youtuber. Kemajuan teknologi dan beragamnya aplikasi serta media sosial menjadi hal yang menguntungkan dan menghasilkan jika dimanfaatkan dengan baik. Di Indonesia sendiri sudah banyak orang yang terjun ke dunia Streamer dan Youtuber games PUBG Mobile, baik dari atlet e-sports (professional player), mantan atlet e-sports, hingga orang-orang biasa. Peluang lain yang dapat dijajaki dalam dunia e-sports antara lain menjadi pelatih (coach) tim e-sports, manajer tim, caster (komentator) kompetisi, team owner (jika memiliki dana yang mumpuni), dan beberapa peluang lainnya.
ADVERTISEMENT
Untuk menggapai hal-hal tersebut pastinya dibutuhkan niat, tekad, dan kerja keras yang harus dilakukan untuk menggapainya. Adanya penghasilan yang bisa didapatkan melalu game membuat stigma negatif mengenai game perlahan mulai berkurang sedikit demi sedikit. Game yang sebelumnya dianggap sebagai hal yang membuang-buang waktu ternyata bisa menjadi ladang pencaharian bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda. Hal terpenting yang dapat kita petik adalah kesempatan tidak akan datang dua kali, jika kesempatan itu datang maka lakukanlah dan dan hadapilah segala rintangannya.
Referensi :
Pertiwi, Wahyunanda Kusuma. 2018. Apa Beda antara "Gaming" dan eSports?". https://tekno.kompas.com/read/2018/05/25/13150097/apa-beda-antara-gaming-dan-esports-?page=all, diakses pada 18 November 2020
https://www.instagram.com/p/CHvVEoArEY_/?igshid=1c6neke225g5
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white