6 Rimbawan Gugur di TN Sebangau, Menteri LHK Imbau Pasang Bendera Setengah Tiang

Book Author, Travel Writer, Mountaineer, IG-Twitter: harleysastha, Youtube: Harley Sastha
Tulisan dari Harley B Sastha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Awan kelabu dan duka yang sangat mendalam menggelayut keluarga besar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Berita duka itu datang dari Kalimantan Tengah ‘Bumi Tambun Bungai’. Sebanyak 6 putra dan putri terbaiknya gugur saat menjalankan tugas negara di kawasan Taman Nasional Sebangau, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Senin (9/3/2020). Keenam rimbawan tersebut gugur dalam musibah insiden kecelakaan speedboat, kemarin, sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

Baru saja kembali dari kunjungan kerjanya di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Bara, Siti Nurbaya Bakar, Menteri LHK, langsung memberikan imbauan kepada seluruh jajarannya, termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK diseluruh Indonesia, untuk melakukan pengibaran bendera setengah tiang selama tiga hari berturut-turut pada 10-12 Maret 2020, sebagai tanda berkabung atas gugurnya para staf dalam melaksanakan tugas.
Sesaat setelah menerima kabar duka, Siti Nurbaya langsung menyampaikan rasa kehilangan dan duka cita mendalamnya. Hal tersebut juga disampaikannya melalui laman akun media sosialnya.
“Innalihai wainailaihi rojiun. Saya mendapatkan kabar duka terjadi insiden kecelakaan speedboat di Sungai Taman Nasional Sebangau, Palangka Raya. Saya terus mengikuti perkembangannya dan minta terus diperbaharui informasi lapangan pada kesempatan pertama, dan mari kita doakan agar proses evakuasi berjalan dengan lancar,” tulis Siti Nurbaya melalui laman akun medsosnya, kemarin.
Dalam edaran yang ditanda tangani Sekjen KLHK Bambang Hendroyono, diimbau kepada seluruh jajaran satuan kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion dan UPT Lingkung Kementerian LHK seluruh Indonesia untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang di halaman kantor instansi masing-masing.
Hingga semalam, berdasarkan informasi terakhir, diketahui terdapat 8 orang staf yang menjadi korban dalam musibah TN Sebangau. Enam orang korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan dua orang korban lainnya sedang dalam perawatan di rumah sakit.
Selain itu, terinformasi juga, bahwa ikut menjadi korban dalam musibah tersebut Dandim Kuala Kapuas Letkol Bambang Kristianto Bawono.
Enam orang staf TN Sebangau (KLHK) yang wafat, masing-masing atas nama: Abdi Darmansyah, Ibnu Yudistira Hendrawan, Mutiara, Tias Nofianti, satu orang istri Polhut atas nama Umroatus Sholikhah, dan satu orang Manggala Agni atas nama Mansyah. Jenazah telah diambil dari rumah sakit oleh masing-masing keluarga untuk dimakamkan di kota Palangkaraya dan di kabupaten Kapuas serta kabupaten Katingan. Satu jenazah rencana akan dijemput keluarga untuk dimakamkan di Jawa Tengah. Sedangkan untuk dua orang korban lainnya yang saat ini masih dalam perawatan atas nama Yuliansi dan Selfia.
Menteri LHK Siti Nurbaya beserta Wakil Menteri dan Sekjen, dan Irjen serta beberapa pejabat lainnya dijadwalkan akan segera ke Kalimantan Tengah ke rumah duka masing-masing. Sampai tadi malam, Sekjen dan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem beserta staf sedang mempersiapkan dokumen administrasi gugur dalam tugas dan hal-hal yang diperlukan secara teknis menurut standard operasional prosedur sesuai ketentuan.
Diinformasikan, saat ini, Selasa (10/3/2020) Menterti LHK, Siti Nurbaya Bakar melepas langsung jenazah kepada keluarga korban dalam upacara pelepasan di kantor Balai TN Sebangau, Kalimantan Tengah.
Kepergian mendadak rimbawan TN Sebangau (KLHK), putra putri terbaik bangsa saat menjalankan tugasnya, benar-benar memukul seluruh keluarga besar Kementerian LHK diseluruh Indonesia. Sejak kemarin sore, malam dan siang ini, akun laman medsos jajaran KLHK, para staf beserta seluruh keluarganya, mitra, para netizen dan lain-lain dipenuhi dengan ucapan duka cita.
Direktorat Jenderal KSDAE dalam akun Instagramnya @instagram_ksdae mengucapkan ucapan dukanya dengan menuliskan: ‘Sobat konservasi, duka mendalam dirasakan kami seluruh pegawai Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas wafatnya rekan-rekan kami pegawai Balai Taman Nasional Sebangau @tn_sebangau_official dalam melaksanakan tugas. Teriring doa bagimu, kawan. Husnul khotimah dan diterima disisi Tuhan YME. Perjuangan, pengabdian dan pengorbananmu abadi.
Berita duka juga diungkapkan jajaran Balai KSDA Kalimantan Barat melalui akun Instagramnya @bksdakalbar yang menuliskannya dalam bentuk bait puisi berjudul Tenanglah Kalian Disana: ‘Hari ini kalian pergi demi tugas negara, tetapi hari pula kalian meninggalkan kami untuk selamanya. Selamat jalan para pejuang konservasi. Semoga amal ibadahmu diterima Yang Maha Kuasa.’
Selamat jalan sang rimbawan dan konservasionis sejati yang gugur dalam tugas dalam pelukan hangat rimba raya. Bait ‘Mars Rimbawan’ yang menyertai kepergianmu dengan tenang: ‘Rimba raya, rimba raya; Indah permai dan mulia; Maha taman tempat kita bekerja; Pagi petang, siang malam Rimba raya berseru; Bersatulah bersatu, tinggi rendah jadi satu; Pertolongan selalu; Jauhkanlah sikap kamu yang mementingkan diri; Ingatlah nusa bangsa minta supaya dibela oleh kamu semua. Rimba raya, rimba raya; indah permai dan mulia; Maha taman tempat kita bekerja.
