Konten dari Pengguna

9 Cara Menghormati Kehidupan Satwa Liar Saat Kamu Berpetualang

Harley B Sastha

Harley B Sasthaverified-green

Book Author, Travel Writer, Mountaineer, IG-Twitter: harleysastha, Youtube: Harley Sastha

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Harley B Sastha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seekor Yaki atau Momyet hitam Sulawesi sedang menikmati makanan hasil pencariannya sendiri di dalam hutan. Foto: Harley Sastha
zoom-in-whitePerbesar
Seekor Yaki atau Momyet hitam Sulawesi sedang menikmati makanan hasil pencariannya sendiri di dalam hutan. Foto: Harley Sastha

Bukan hanya fisik, mental, perlengkapan dan logistik, tetapi menjaga keberlanjutan dan kelestarian alam bebas tempat kamu berkaktifitas adalah hal wajib yang harus dilakukan. Nah, salah satu hal yang mungkin saja kamu jumpai saat trekking, hiking, mendaki gunung, trail running dan kemping adalah satwa liar. Karena, memang tempat yang kamu kunjungi sejatinya adalah rumah mereka atau habitat hidupnya.

Jadi, kalau begitu, sejatinya kita adalah tamu yang berkunjung atau sekedar bermain. Karena, memang hanya datang beberapa beberapa waktu saja. Pada saatnya akan pulang kembali ke rumah meninggalkan tempat yang telah dikunjungi.

Terus, sebagai tamu, pasti ada attitude dan etika yang harus diketahi dan dimiliki saat bertamu ke rumah orang lain. Begitu pun ketika berkunjung ke alam bebas. Baik itu hutan belantara, padang sabana, sungai, pantai, dalam laut hingga puncak-puncak gunung. Karena, itu merupakan cara tamu menghormati tuan rumah. Nah, berikut sembilan hal cara menghormati kehidupan satwa liar yang harus kamu ketahui saat beraktifitas dan melakukan petualangan di alam bebas.

kumparan post embed

1. Tidak Memberi Satwa Liar Makanan yang Kamu Bawa dan Masak

Orang Utan di Taman Nasional Tanjung Puting. Foto: Harley Sastha

Pada dasarnya satwa liar yang hidup di alam bebas sudah punya insting sendiri untuk mencari makanan dan minuman mereka. Mereka mengetahui makanan yang sudah biasa mereka makan, dimana keberadaannya.

Ada laranangan kamu tidak diperbolehkan memberi makanan yang kamu bawa dan masak kepada satwa liar. Bukan hanya secara langsung, tetapi juga tidak langsung, seperti tidak sengaja atau sengaja meninggalkana sisa atau bekas makanan kamu. Termasuk sampah tempat atau bungkus makananya. Karena, hal tersebut dapat mengganggu keamanan dan kesehatan satwa liar.

2. Menyimpan Persediaan dan Sisa Makanan Dengan Aman

Bawa dan simpan perbekalan makanan kamu dengan aman, baik dan benar dalam tempatnya. Jauhkan dari jangkauan satwa liar. Terlebih jika makanan yang kamu bawa memiliki bau menyegat dan kuat sehingga dapat mengundang datang keberadaan mereka.

Tenda sekelompok pendaki gunung di Taman Nasional Gunung Merbabu. Jaga agar areal camp bersih dari sisa-sisa sampah makanan agar tidak mengundang satwa liar datang. Foto: Harley Sastha

Setelah melakukan akfititas masak-memasak dan makan, bersihkan kembali peralatan dan perlengkapan dan simpan sisa makanan dengan baik.

3. Tidak Membuang Sampah Sembarangan

Selain memang merusak alam dan lingungan, sampah bekas tempat atau bungkus makanan yang kamu buang secara sembarangan dapat membahayakan satwa liar. Karena, bisa saja satwa liar tertarik karena mencium aroma dari bekas tempat makanan yang kamu buang, yang ternyata terbuat dari kaleng tajam atau plastik atau yang mungkin saja dapat ikut tertelan atau tidak sengaja menjerat bagian tubuhnya.

Sisa makanan yang kamu buang secara sengan maupun tidak sengaja bisa memancing satwa liar untuk memakannya. Padahal, makanan tersebut bisa jadi dapat mengganggu kesehatan mereka. Misalnya, merusak perncernaanya.

4. Tidak Mendekati dan Menyentuhnya

Bekantang sedang makan dedaunan di Taman Nasional Tanjung Puting. Jaga jarak jangan terlalu dekat dengan satwa liar. Dokumentasikan dengan jarak yang aman dan tidak mengganggu aktifitas mereka. Foto: Harley Sastha

Jangan pernah mendekati dan menyentuh satwa yang kamu temui di alam bebas. Apalagi saat musim kawin atau birahi atau melahirkan dan menjaga anak-anaknya. Karena, akan menggangu dan membuat mereka sangat marah, sehingga dapat membahayakan diri kamu.

5. Hanya Mengamati Dari Jauh

Hanya amati dari jauh perilaku satwa liar. Jika ingin mendokumentasikannya, usahakan tidak mengganggu aktfitas mereka. Ambil jarak yang cukup aman.

6. Tidak Mengganggu atau Menghalangi Akses Satwa Liar Menuju Sumber Air

Berikan satwa liar akses air yang memang biasanya pasti menjadi tempat mereka minum. Beri jarak aman dari sumber air (sungai, mata air, danau dan lainnya) saat kamu mendirikan tenda atau camp atau tempat kamu beraktifitas, agar satwa dapat tetap bebas mengaksesnya.

Berikan satwa liar akses menuju sumber air bersih dengan membuat camp dan melakukan aktifitas tidak terlaku dekat dengan sumber air. Foto: Harley Sastha

7. Tidak Membuat Kebisingan

Saat di dalam hutan, jaga agar semuanya tetap tenang. Tidak membuat kebisingan yang dapat mengganggu keberadaan dan kenyamanan hidup satwa liar.

8. Tidak Gegabah Jika Menemukan Satwa Sakit

Jika kamu menjumpai satwa sakit dan bermasalah, jangan gegabah untuk menangani dan mengobatinya. Kecuali, kamu memiliki pengetahuan tentang hal tersebut. Sebaiknya, beri tahu petugas atau polisi hutan tentang keberadaan satwa liar yang bermasalah tersebut.

9. Sebaiknya Berjalan Dalam Kelompok Kecil

Sekelompok Rusa Timor sedang beristirahat di Taman Nasional Baluran. Foto: Harley Sastha

Saat berjalan, sebaiknya, jaga agar kamu tetap berjalan dalam kelompok kecil. Kalau merupakan kelompok besar, pecah menjadi beberapa kelompok kecil. Hal ini mencegah satwa liar tidak kaget, takut dan merasa terancam. Intinya agar mereka juga tidak begitu terganggu.

Jadi, gimana, tidak sulit kan untuk menghormati keberadaan dan kehidupan satwa liar. Selain membuat aktifitas kamu di alam bebas berjalan lancar, juga dapat menjaga keberlanjutan dan kelestarian alam dan lingkungan. Yuk, tetap menjadi pejalan cerdas, bijak dan bertanggungjawab, dengan cara menghargai dan menghormati kehidupan satwa liar dengan melakukan aktifitas secara baik dan benar.