News
·
30 Januari 2020 17:40

Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya

Konten ini diproduksi oleh Harley B Sastha
Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya (356058)
Banjir bandang dan lumpur melanda Desa Sempol, Bondowoso, Jawa Timur (29/1/2020). Foto: Tangkapan layar video yang beredar.
Sebelumnya telah diberitakan banjir bandang bercampur lumpur melanda Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur, Rabu (29/1), sekitar 14.00 hingga 16.00 WIB. Dalam video yang beredar di media sosial dan WhatsApp group, terlihat arus air banjir tersebut juga membawa material potongan ranting dan kayu.
ADVERTISEMENT
Sempat beredar informasi kalau banjir bandang tersebut terjadi di kawasan Gunung Ijen. Dipicu kebakaran hutan yang terjadi pada medio 2019 lalu hingga sebagian kawasan lereng gunung jadi gundul. Kemudian, sisa-sisa kebakaran tersebut terbawa saat banjir bandang.
Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya (356059)
Banjir bandang dan lumpur melanda Desa Sempol, Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020). Foto: Tangkapan layar video yang beredar.
Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya (356060)
Banjir bandang dan lumpur melanda Desa Sempol, Bondowoso, Jawa Timur (29/1/2020). Foto: Tangkapan layar video yang beredar.
Mengenai hal tersebut, Nandang Prihadi, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, membantahnya. Menurutnya, lokasi banjir terjadi pada cachment area hutan produksi (HP) dan hutan lindung (HL), di bawah pengelolaan Perhutani.
“Posisinya berbeda dengan arah datangnya air banjir. Kemarin itu, kondisi di Gunung atau Kawah Ijen, tidak ada hujan. Hujan besar justru terjadi di Gunung Jampit dan Gunung Suket,” kata Nandang, melalui WhatsApp.

Berikut kronologinya berdasarkan data dan informasi yang telah dihimpun Balai BKSDA Jawa Timur.

Jadi, sebelum terjadinya bencana banjir bandang, cuaca di Desa Sempol cerah dan tidak terjadi hujan. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, banjir di Desa Sempol mulai terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan mulai surut sekitar pukul 16.00 WIB. Air yang datang berasal dari sebelah barat Desa Sempol dan mengalir ke arah timur.
Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya (356061)
Sumber: Balai BKSDA Jawa Timur
Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya (356062)
Sumber Balai BKSDA Jawa Timur
Air tersebut diperkirakan berasal dari Gunung Jampit, Gunung Malabar dan Gunung Suket, yang berada di sebelah barat Desa Sempol. Kemudian, mengalir dan bertemu pada satu titik pertemuan di jalan depan Posramil Sempol. Lalu, air mengalir menuju satu sungai. Banyaknya material lumpur dan ranting pohon mengakibatkan air meluap hingga ke perkampungan.
ADVERTISEMENT
Menurut keterangan beberapa saksi dan dari rekaman video yang beredar luas, air membawa material lumpur sedimentasi dan ranting serta cabang pohon dengan ukuran terbesar sebesar paha orang dewasa. Merupakan cabang dan ranting kering dan tidak terlihat adanya tanda bekas potongan atau gergajian.
Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya (356063)
Sumber Balai BKSDA Jawa Timur
Untuk diketahui, wilayah Desa Sempol sendiri secara topografi berada pada lembah antara kompleks “pegunungan” Ijen dan “pegunungan” Raung. Jadi, dalam kawasan pegunungan tersebut terdapat beberapa gunung dengan namanya masing-masing.
“Berdasarkan informasi tersebut, kami dapat memastikan asal air yang menjadi penyebab banjir bandang di Desa Sempol, berasal dari kompleks Pegunungan Raung. Tepatnya kawasan Gunung Jampit, Malabar dan Suket. Saat itu diketahui pada kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas yang cukup berat. Meskipun pada peta potensi curah hujan yang dirilis BMKG, pada 29 Januari 2020, pukul 13.40 WIB, pada lokasi tersebut tidak menunjukkan adanya potensi hujan,” kata Nandang.
Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya (356064)
Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya (356065)
Nandang juga menambahkan ketiga lokasi yang telah dikatakan tersebut, berdasarkan status kawasan adalah wilayah hutan lindung dan hutan produksi. Sebagaimana diketahui, akhir tahun 2019, di kawasan Gunung Jampit, Malabar dan Suket, juga terjadi bencana kebakaran hutan yang cukup besar, seperti halnya yang terjadi di kawasan Cagar Alam (CA) dan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.
ADVERTISEMENT
Melihat peta topografi yang di over lay dengan peta kawasan hutan, Desa Sempol sendiri berada di sebelah barat kawasan CA dan TWA Kawah Ijen. Jadi, tidak benar informasi dan berita yang menyatakan bahwa air tersebut berasal dari kawasan Gunung Ijen (CA dan TWA Kawah Ijen). Namun, berasal dari kawasan Pegunungan Raung, sebelah barat Desa Sempol. Kalau dilihat secara jarak, antara CA/TWA Kawah Ijen ke Desa Sempol relatif cukup jauh, sekitar 17 kilometer dan masih melalui beberapa lembah dan bukit.
Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya (356066)
Sumber Balai BKSDA Jawa Timur
Ada hal menarik yang berdasarkan keterangan yang disampaikan masyarakat. Kejadian tersebut ternyata rutin terjadi. Namun, kejadian kali ini memang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.
Petugas Resort Konservasi Wilayah 18 Kawah Ijen Balai BKSDA Jawa Timur mengatakan sekitar pukul 12.00 WIB, mulai terdengar petir berkali-kali dari sebelah barat kawasan CA/TWA Kawah Ijen. Di kawasan Paltuding (CA/TWA Kawah Ijen) mulai sekitar pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, baru terjadi hujan dengan intensitas ringan (gerimis) dengan frekuensi berselang-seling (sebentar gerimis dan sebentar reda).
Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya (356067)
Kondisi jalan utama Desa Sempol, malam, 29 Januari 2020. Foto: Balai BKSDA Jawa Timur
Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya (356068)
Warga saat membersihkan sisa-sisa material akibat banjir. malam, 29 Januari 2020. Foto: Balai BKSDA Jawa Timur
Pasca-surutnya banjir bandang dan lumpur, penduduk terus berupaya membersihkan sisa material banjir yang masuk ke pemukiman. Kondisi jalan masih bisa dilalui. Namun, diimbau agar masyarakat berhati-hati dalam berkendaraan dan gunakan kecepatan rendah karena jalan masih tertutup lumpur.
ADVERTISEMENT
Sampai tadi malam, akibat banjir bandang tersebut, timbul kerugian materiel dari kerusakan rumah dan ternak masyarakat. Tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun, ada tiga orang terluka akibat terjatuh ke dalam lumpur dan berhasil diselamatkan kemudian dibawa ke puskesmas.
Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya (356069)
Kondisi pasca banjir, sekitar pukul 17.00 WIB. Foto: Balai BKSDA Jawa Timur
Sedangkan, berdasarkan informasi Kukuh Triyatmoko, Kepala BPBD Kabupaten Bondowoso, banjir lumpur tersebut, menyebabkan setidaknya 1.600 warga terdampak. Di Desa Sempol lebih dari 1.000 orang, sedangkan di Desa Kalisat kurang lebih 600-an orang. Menurutnya, ada 200 unit rumah warga di Desa Sempol rusak. Sementara itu, 100 unit rumah warga di Desa Kalisat juga rusak akibat banjir lumpur.
Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya (356070)
Kondisi TWA Kawah Ijen, 29 Januari 2020. Terilhat tidak ada sama sekali bekas banjir dan bersih. Foto: Balai BKSDA Jawa Timur

TWA Kawah Ijen Tetap Normal Beroperasi

Mengenai kunjungan ke kawasan TWA Kawah Ijen, menurut Nandang, tidak ada penutupan. Tetap normal dibuka seperti biasanya. Namun, untuk akses dari Bondowoso ke Paltuding – kantor Resort TWA Kawah Ijen, ada gangguan atau terkendala. Tetapi, dari arah Banyuwangi ke Paltuding, aman. Dari Paltuding naik ke atas menuju Kawah Ijen, juga aman.
ADVERTISEMENT
“Namun, saya berpesan, untuk para pengunjung yang akan ke TWA Kawah Ijen, harap tetap berhati-hati. Bawa perlengkapan seperti jasa hujan dan jaket misalnya. Patuhi arahan dan saran dari petugas. Tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi itu sampah plastik. Bawa kembali turun dan buang pada tempatnya. Jadi, jika ingin ke Ijen, disarankan untuk sementara, lebih baik melalui Banyuwangi,” kata Nandang.
Banjir di Sempol Bondowoso Bukan dari Kawah Ijen, Begini Kronologinya (356071)
Kawah Ijen. Foto: Harley Sastha