kumparan
9 Okt 2019 0:34 WIB

Hutan Kertas, 'Oase Hijau' Instagramable di Kawasan Industri Karawang

Pintu masuk 'Hutan Kertas'. Foto: Harley Sastha
Hutan Kertas? Siapapun yang pertama kali mendengar nama tempat tersebut pasti akan bertanya-tanya dan penasaran. Kenapa dan apa itu hutan kertas? Apakah itu hutan buatan yang terbuat dari kertas? Tenang, kalian enggak perlu nunggu lama-lama kok untuk tahu tempat kece yang hijau dan instagramable tersebut. Walaupun namanya hutan kertas, lokasi yang berada di Kampung Gintung, Desa Kutamekar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini beneran ditumbuhi pepohonan asli.
ADVERTISEMENT
Asal Usul Hutan Kertas
Usut punya usut, teryata asal muasal dinamakan ‘Hutan Kertas’, karena tempat tersebut ditanami pohon Eukaliptus, milik salah satu perusahaan pembuatan kertas di Indonesia. Jadi, pohon-pohon Eukaliptus tersebut sengaja ditanam sebagai bahan bahan baku tambahan untuk memproduksi kertas.
Pintu masuk 'Hutan Kertas' diwaktu pagi. Foto: Harley Sastha
Namun, belakangan, setelah pohon-pohon Eukaliptus tersebut besar, karena keindahannya, ternyata menarik minat banyak orang. Sejak itulah tempat tersebut mulai menjadi tujuan foto-foto. Khususnya untuk pra wedding.
Sebenarnya, nama ‘Hutan Kertas’ baru dikenal pada 2017. Hal tersebut seiring dengan dikembangkannya tempat tersebut oleh sekelompok pemuda setempat sebagai destinasi wisata alam. Tangan-tangan kreatif mereka berhasil menyulap hutan Eukaliptus menjadi lokasi yang makin asri, rapih, bersih, keren dan instagramable.
Biaya tiket masuk 'Hutan Kertas'. Foto: Harley Sastha
Menurut salah satu komunitas penggiat alam terbuka Karawang, Topi Zurambah, sebenarnya, sebelum 2017, ‘Hutan Kertas’ belum seperti sekarang. Tetapi, beberapa komunitas sudah sering memanfaatkannya sebagai tempat berkumpul.
ADVERTISEMENT
Hal senada dikatakan oleh founder ‘Hutan Kertas’, Firdaus. Menurutnya, dulu, di antara pohon-pohon Eukaliptus, banyak ditumbuhi semak. Tetapi, walaupun begitu, anak-anak muda Karawang, khususnya sekitar tempat tersebut sudah menggunakannya untuk tempat camping.
Hutan pohon Eukaliptus, terlihat cantik dimalam hari. Foto: Firdaus 'Hutan Kertas'
“Namanya anak muda yang nganggur. Jadi kerjaan kita waktu itu hanya kumpul-kumpul, ngeliwet sambil camping. Tetapi, ternyata lama kelamaan, kok kita lihat banyak fotografer yang datang. Mereka foto-foto untuk pra wedding," cerita Firdaus di Cafe Hutan Kertas.
“Habis foto-foto, mereka lihat kita. Kadang-kadang kita dikasih uang. Katanya untuk bersih-bersih lokasi. Lalu, kita bersihin deh tuh tempat. Sampai akhirnya, muncul ide untuk ngembangin tempat ini. Mulai bikin beberapa spot selfie, pasang hammock, balon-balon dan tulisan-tulisan sampai konsep payung warna warni. Kalau cafe, dulu konsepnya masih terbuka dengan lampu-lampu gantung,” kata Firdaus.
Suasana Cafe Hutan Kertas dimalam hari. Foto: Firdaus 'Hutan Kertas'
Firdaus juga menceritakan, seiring berjalannya waktu, 'Hutan Kertas' terus melakukan inovasi. Semua dibiayai dari tiket masuk yang selama ini dikenakan kepada para pengunjung. Dulu, diawal-awal berdirinya, per orang tiketnya 5 ribu rupiah.
ADVERTISEMENT
“Kemudian, mulai lebaran 2019, setiap pengunjung dikenakan tiket sebesar 10 ribu rupiah untuk weekday dan 15 ribu rupiah setiap weekend dan hari libur. Setiap pengunjung bebas menggunakan semua fasilitas yang ada. Seperti mushola, toilet, spot selfie, sepeda dan lainnya. Nah, kalau malam Minggu dan malam Senin, kita ada live musik akustik di kafe. Harga makanan dan minuman yang kita sajikan juga ramah di kantong,” kata Firdaus.
Tidak hanya malam, saat pagi ataupun sore hari, 'Hutan Kertas' juga terlihat asri dan nyaman. Foto: Firdaus 'Hutan Kertas'
“Saat ini, menurut Firdaus, kalau weekday, rata-rata dapat mencapai 200-300 tiket. Sedangkan pada waktu weekend, melonjak hingga 1.000 tiket. Untuk pencapaian tertinggi terjadi pada 1 Januari 2019, yaitu mencapai 5.600 tiket dalam satu hari,” kata pemuda yang baru genap berusia 24 tahun ini.
ADVERTISEMENT
Hutan Kertas Melahirkan 6 Anak Usaha
Nah, ini yang menariknya, walaupun terbilang masih baru – rentang dua tahun, ‘Hutan Kertas’ telah melahirkan 6 anak usaha lainnya: Bengkel Hutan Kertas Motor, Hutan Kertas Cafe, Hutan Kertas Pengrajin Kayu, Hutan Kertas Wedding Organizer dan Hutan Kertas Sepatu. Semuanya dikelola anak-anak muda setempat. Benar-benar anak-anak muda yang menginpirasi.
Suasana Cafe Hutan Kertas diwaktu malam. Foto: Harley Sastha
Firdaus juga bercerita, dalam mengelola tempat yang kini dinamakan Hutan Kertas, mereka meminta izin kepada PT Pindo Deli, sebagai pemilik, untuk menjadikannya sebagai tempat wisata alam. Ternyata, pihak perusahaan sangat menyambut baik. Tetapi, dengan satu syarat yaitu merawatnya dengan baik dan tidak merusak.
“Awalnya, kami dulu diberi izin dua tahun. Alhamdulillah, kemarin sekitar dua bulan sebelum habis masa perjanjiannya, pihak perusahaan datang untuk cek lokasi. Setelah kami berbincang-bincang, izin diperpanjang hingga empat tahun ke depan. Bahkan kami ditawarkan bantuan lain. Tetapi, dengan izin pemakaian diperpanjang saja, menurut kami sudah lebih dari cukup. Kami sudah sangat berterima kasih, karena ada tempat untuk berkreasi dan membuka lapangan pekerjaan sendiri,” kata Firdaus.
Salah satu spot selfie di 'Hutan Kertas. Foto: Harley Sastha
Tempat Asyik dan Nyaman Untuk Bersantai
ADVERTISEMENT
Untuk kalian yang ingin melepas penat dan bersantai bersama dengan keluarga atau teman-teman, hutan kertas wajib menjadi salah satu list yang harus dikunjungi. Cocok untuk semua usia. Disini kalian dapat melakukan berbagai kegiatan.
Walaupun berada persis dekat gerbang tol Karawang Timur 2, suasana di hutan kertas tetap terasa nyaman. Jadi, untuk kalian yang kebetulan sedang melintas jalur tol Jakarta-Cikampek, tidak ada salahnya untuk mampir dulu ke sini, beristirahat sambil bersantai, menikmati makan dan minuman di tengah keteduhan suasana 'Hutan Kertas', sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Suasana Cafe Hutan Kertas diwaktu malam. Foto: Harley Sastha
Saat saya berkunjung ke Hutan Kertas, pada Sabtu (5/10) malam, suasana terlihat begitu romantis. Hutan Kertas terlihat terang penuh warna oleh lampu-lampu yang digantung dalam botol-botol dan ditata sedemikian rupa diantara pohon-pohon Eukaliptus.
ADVERTISEMENT
Pintu masuk pun tidak kalah cantiknya. Berhiaskan payung warna warni dengan lampu yang menghiasi bagian atas gerbang bambu dan jembatan sebagai jalan masuk. Loket pembelian tiket masuk terletak persis dibalik pintu masuk.
Cafe Hutan Kertas, juga terlihat sangat menarik. Semua fasilitas dan kelengkapannya sangat bernuansa alam. Menyatu dengan pohon-pohon Eukaliptus. Sangat cocok untuk tempat berkumpul sambil menikmati kuliner yang tersedia disana.
Panggun terbuka, salah satu spot 'Hutan Kertas'. Foto: Harley Sastha
Ada panggung terbuka lengkap dengan bangku-bangku kayu yang disediakan oleh pengelola wisata 'Hutan Kertas', untuk siapapun yang ingin mengadakan kegiatan. Termasuk kebutuhan sound system dan lainnya sebagai penunjang.
Seperti diceritakan di atas, waktu terbaik untuk berkunjung ke Hutan Kertas adalah sore jelang malam. Wisata Hutan Kertas, setiap harinya buka mulai pukul 08.00 WIB – 23.00 WIB. Jika pergi dengan rombongan, sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi. Lokasinya persis disamping Pintu Tol Karawang Timur 2. Alternatifnya dapat menggunakan kereta api lokal dan turun di Stasiun Kereta Api Klari atau angkutan umum menuju Terminal Klari. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan angkutan online.
Salah satu spot foto 'Hutan Kertas'. Foto: Harley Sastha
Gimana readers kumparan? Sudah siap untuk berakhir pekan dengan mengunjungi Hutan Kertas?
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan