Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Resmi Dibuka

Book Author, Travel Writer, Mountaineer, IG-Twitter: harleysastha, Youtube: Harley Sastha
Tulisan dari Harley B Sastha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buat kamu yang rindu mendaki gunung, khususnya yang berada di sekitar wilayah Jabodetabek, Banten, Cianjur, Bandung, dan sekitarnya, mulai hari ini, Jumat (5/3/2021), aktivitas pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) telah kembali dibuka.
Mengenai ini, sebelumnya juga telah disampaikan melalui media sosial resmi TNGGP yang memuat salinan Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Wahju Rudianto, Nomor: SE.272/BBTNGGP/Tek.2/02/2021 Tentang Pembukaan Kegiatan pendakian Gunung Gede Pangrango. Diberitahukan kepada seluruh calon pendaki Gunung Gede Pangrango, bahwa kegiatan pendakian Gunung Gede Pangrango resmi dibuka pada tanggal 05 Maret 2021.
Berbicara dengan Kepala Bidang Teknis Konservasi, Buana Darmansyah, saat ditemui di kawasan Situ Gunung, TNGGP, Sukabumi, usai kegiatan pelepasliaran dua Elang Brontok, pada Kamis (4/3/2021), salah satu alasannya, berdasarkan informasi prakiraan cuaca yang diterbitkan oleh Stasiun Meteorologi Kelas III Citeko Bogor BMKG. Berkaitan dengan cuaca di sekitar TNGGP dan hasil pemantauan lapangan oleh petugas taman nasional, cuaca sudah cukup bersahabat.
“Ini juga bertepatan dengan hari jadi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ke 41, yang akan jatuh pada Sabtu, 6 Maret 2021,” kata Buana.
Selain cuaca ekstrem, pemulihan ekosistem juga menjadi alasan lain dari penutupan jalur pendakian di TNGGP. Namun, menurut Humas Balai Besar TNGGP, Poppy, jika cuaca kembali ekstrem, ada kemungkinan jalur pendakian ditutup kembali.
Untuk mendaki di TNGGP, selama masa pandemi masih berlangsung seperti saat ini, jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sebagaimana ketentuan yang diterapkan oleh pengelola Balai Besar TNGGP. Tentunya, juga mengikuti SOP Pendakian yang berlaku.
Untuk mendaki dalam kawasan TNGGP, kamu hanya diperkenankan melalui tiga jalur resmi pendakian: Jalur Pendakian Gunung Putri, Jalur Pendakian Cibodas, dan Jalur Pendakian Selabintana. Di luar ketiga jalur tersebut, artinya kamu masuk melalui jalur atau menjadi pendaki ilegal.
Menurut Poppy, karena pendakian merupakan salah satu aktivitas minat khusus yang bersifat ekstrem, sehingga memerlukan perlakukan penanganan terhadap aspek ketertiban, keamanan, kenyamanan, dan keselamatan, diharapkan para calon pendaki hanya mendaki melalui jalur pendakian resmi.
Melakukan pendaftaran melalui booking online sesuai jumlah kuota pendakian pada masing-masing jalur pendakian melalui situs resmi https://booking.gedepangrango.org/ . Tidak tergoda menggunakan jalur tikus atau tidak resmi dan jasa calo. Semua semata-mata demi keamanan dan keselamatan.
"Jadilah 'Pendaki Cerdas' yaitu pendaki yang peduli diri, peduli kawan, dan peduli lingkungan serta patuh terhadap aturan dan menghormati petugas. Slogan 'Pendaki Cerdas' yang selalu kami kampanyekan," kata Poppy melalui pesat WhatsApp.
Jika kuota pendakian memang sudah penuh, kamu dapat mencari tanggal lainnya. Nah, kalau memang sudah tidak sabar untuk beraktivitas di kawasan TNGGP, sambil menunggu tanggal pendakian yang sesuai, kamu dapat melakukan aktivitas luar ruang lainnya yang tidak kalah menarik dan serunya, seperti: kemping di Situ Gunung, Camping Ground Mandalawangi, Pondok Halimun, mengunjungi beberapa air terjun atau trekking melalui beberapa jembatan gantung sambil melihat lebatnya hutan dan canopy pepohonan di Suspension Bridge Situ Gunung dan destinasi alam lainnya di sekitar taman nasional.
Jadi, gimana sudah siap kembali mendaki dan menjelajahi pesona Gunung Gede dan Gunung Pangrango hingga puncaknya? Sekali lagi, tetap ikuti aturan yang berlaku dan persiapkan segala sesuatunya dengan baik, termasuk perlengkapan dan logistik. Selamat mendaki dan bawa turun kembali sampah kamu dan buang di tempat yang sudah disediakan.
