Konten dari Pengguna

Jelang Tahun Baru 2020, Pendakian Gunung Ciremai Kembali Dibuka

Harley B Sastha
Book Author, Travel Writer, Mountaineer, IG-Twitter: harleysastha, Youtube: Harley Sastha
29 Desember 2019 12:58 WIB
clock
Diperbarui 6 Agustus 2020 13:17 WIB
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Harley B Sastha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Geormofologi Gunung CIremai. Foto: Harley Sastha
zoom-in-whitePerbesar
Geormofologi Gunung CIremai. Foto: Harley Sastha
ADVERTISEMENT
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), membuka kembali 4 jalur pendakian resmi pendakiannya, yang ditutup semenjak Agustus 2019, akibat kebakaran yang melanda kawasan sekitar puncak Gunung Ciremai. Dari 4 jalur pendakian tersebut, tiga (3) jalur: Palutungan, Apuy, dan Linggasana, mulai dibuka per 30 Desember 2019. Sedangkan, untuk Jalur Linggajati, per 2 Januari 2020.
ADVERTISEMENT
Menurut Kuswandono, Kepala Balai TNGC, keputusan pembukaan kembali aktivitas pendakian diambil setelah dilakukan beberapa kali pengecekan lapangan, pembenahan jalur dan evaluasi. Termasuk, pertemuan evaluasi mengenai kelayakan jalur dan penerapan mekanisme pendakian yang diatur dalam Prosedur Tetap (Protap) Pendakian Gunung Ciremai yang salah satunya mengadopsi SNI (Standar Nasional Indonesia) Nomor 8748 : 2019, tentang Pengelolaan Pendakian Gunung, pada Kamis (27/12/2019) antara Balai TNGC dengan Pengelola Pendakian Gunung Ciremai (PPGC) dan pendamping jalur pendakian.
Salah satu sudut kawasan puncak Gunung Ciremai. Foto: Harley Sastha
Nah, untuk kalian yang sudah lama menunggu -nunggu informasi ini, tentu ini menjadi kabar menggembirakan. Namun, ada beberapa aturan baru yang diterapkan oleh Balai TNGC yang harus kalian ketahui lebih dulu dan wajib dipatuhi.
Booking Online dan Pembatasa Kuota Jumlah Pendaki
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Setiap orang yang akan melakukan pendakian di Gunung Ciremai, tanpa terkecuali, wajib booking online melalui website resmi Balai TNGC www.tngciremai.com pada menu pendakian gunung. Booking paling lambar H-1 pendakian. Kemudian, pastikan kamu telah mendapatkan kode booking dan kode kapling tenda di Transit Camp (TC). Jadi mulai hari ini, Minggu (29/12/2019), booking pendakian sudah dibuka. Artinya, tidak ada lagi pendaki yang diperkenankan datang ke Base Camp (BC) pendakian, sebelum melakukan booking.
ADVERTISEMENT
Kalian bisa datang ke BC Pendakian pada hari H pendakian sesuai konfirmasi jadwal pendakian yang didapat saat booking online. Waktu pendakian dibatasi tiga (3) kali setiap harinya dengan penerapan boarding pendakian mulai pukul 07.00 WIB – 11.00 WIB. Sesuai dengan kapasitas TC pada masing-masing jalur.
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Selain itu yang juga kalian harus perhatikan untuk pendakian umum durasi waktunya 2 hari 1 malam (2D1N). Jika melebihi waktu tersebut dan mendaki di luar 4 jalur resmi pendakian, akan dikenai konsekuensi sesuai hukum yang berlaku. Karena, masuk kategori ilegal.
“Bila ingin lebih dari waktu tersebut di atas, atau tujuan lain, misal mendaki liputan, penelitian, ambil foto,/video/drone (komersial), masuk kategori pendakian khusus. Tidak diproses dalam booking online. Melalinkan, harus mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (simaksi) langsung di kantor Balai TNGC. Setiap pendaki juga wajib membawa surat keterangan sehat dari dokter sesua tanggal hari H pendakian atau melakukan cek kesehatan oleh dokter di Base Camp,” kata Kuswandono melalui pesan WhatsApp.
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Setiap harinya, pendaki akan dibatasi dengan penerapan jumlah kuota pendakian yang berbeda pada masing-masing jalur pendakiannya: Jalur Apuy (455 pendaki per hari), Jalur Palutungan (497 pendaki per hari), Jalur Linggasana (218 pendaki per hari), dan Jalur Linggajati (230 pendaki per hari).
ADVERTISEMENT
Dalam satu rombongan, jumlah pendaki minimal 4 orang dan maksimal 10 orang. Kalau kurang dari jumlah tersebut, kalian harus menggenapinya atau melengkapinya. Tetapi, kalau lebih dari 10 orang, maka harus melakukan lebih dari satu kali booking.
Transit Camp (TC) Pamerangan, Jalur Pendakian Linggajati. Foto: Harley Sastha
Kemudian, yang harus kalian lakukan setelah booking, melakukan pembayaran tiket tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 5 ribu per orang per pendakian dengan cara tranfer ke rekening Bendahara Penerimaan Negara (BPN) sebagaimana tercantum pada formulir pendfataran online. Sedangkan, untuk tarif jasa wisata pendakian, dibayarkan tunai di masing-masing Base Camp.
Sebelum memulai pendakian, kalian wajib mengikuti sesi safety talk atau arahan mengenai peraturan dan hal-hal yang boleh serta tidak boleh dilakukan selama melakukan pendakian. Pastikan untuk membawa perlengkapan dan logistik untuk pendakian sesuai standar. Baik itu pribadi maupun kelompok. Semua hal tersebut akan diperiksa atau cek ulang saat kalian akan melakukan pendakian atau boarding naik dan turun kembali setelah mendaki di Base Camp.
ADVERTISEMENT
Ingat, saat ini sudah memasuki musim penghujan. Pastikan semuanya telah kalian persiapkan dengan baik, karena sejatinya tidak ada pendakian tanpa persiapan.
Antisipasi Dampak Pembukaan Kembali Pendakian pada Pemulihan Ekosistem Area Puncak
Dengan resminya dibuka kembali aktifitas pendakian Gunung Ciremai, tentu akan berpotensi adanya ancaman terhadap proses pemulihan ekosistem secara suksesi kawasan puncak Ciremai yang saat ini sedang berlangsung, pasca kebakaran yang terjadi 4 bulan yang lalu. Dalam hal ini, Balai TNGC bersama masyarakat mitra Pengelola Pendakian Gunung Ciremai (PPGC) telah melakukan beberapa antisipasi. Seperti yang dikatakan oleh Kuswandono, diantaranya memasang pita pembatas di empat jalur menuju puncak Ciremai, adanya papan informasi dan larangan agar pendaki tidak memasuki area pemulihan ekosistem.
ADVERTISEMENT
“Mengenai ancaman air bah, kami telah membuat saluran air yang dapat memecah aliran air bah tersebut. Juga telah dipasang plang informasi peringatan. Kami juga mengingatkan dan menghimbau kepada calon pendaki agar merencanakan serta mempersiapkan pendakian dengan sebaik-baiknya,” kata Kuswandono.
Kuswandono berharap semua antisipasi yang telah dilakukan Balai TNGC dapat membuat aktivitas pendakian yang akan kembali berlangsung berjalan tertib, aman dan nyaman.
Selain melalui website Balai TNGC, kalian juga bisa mendapatkan bantuan informasi dengan cara menghubungi nomor +6281313504355 (only chat) dan telepon +6282116252422. Jadi, gimana sobat kumparan. Sudah siap mendaki dan melepas kangen dengan Gunung Ciremai? Pastikan kalian mengikuti dan mematuhi aturan yang berlaku dan menjaga kelestarian kawasan selama pendakian.
ADVERTISEMENT
Semoga, semua aturan tersebut dapat menuju pendakian gunung yang zero waste dan zero accident. Selamat mendaki dan yuk menjadi pendaki yang pintar, cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.