Mengetahui 10 Persiapan Penting Sebelum Mendaki Gunung

Book Author, Travel Writer, Mountaineer, IG-Twitter: harleysastha, Youtube: Harley Sastha
Tulisan dari Harley B Sastha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pesona, eksotisme, dan keajaiban gunung dengan berbagai atraksi serta fenomena alamnya, sudah sejak lama menjadi daya tarik wisata alam bagi setiap lapisan masyarakat–penggiat alam terbuka, para pecinta ketinggian, ilmuwan atau peneliti, hingga orang-orang yang hanya ingin mengagumi keindahannya saja.
Tidak heran, beberapa tahun belakangan, tren aktivitas pendakian gunung terus meningkat. Setiap akhir pekan dan hari-hari libur lainnya, hampir semua gunung dipenuhi oleh para pendaki dari segala tingkatan usia, pendidikan, dan profesi. Bahkan di kalangan anak-anak muda milenial, peminatnya cukup tinggi. Tidak hanya gunung-gunung di atas ketinggian 3000 meter, yang mempunyai ketinggian di bawah 2000 meter pun tidak luput untuk dikunjungi. Kalau mendapat informasi dari teman atau media sosial soal gunung dengan panorama bagus atau medan yang menantang, rasanya langsung tergelitik untuk mendakinya.
Namun sayangnya, tidak semua pendaki membekali dirinya dengan baik. Banyak orang yang tidak sepenuhnya memerhatikan pengetahuan, persiapan, dan perlengkapan sebelum mendaki. Sehingga tidak sedikit aktivitas pendakian yang berakhir memakan korban. Mulai dari kaki terkilir hingga patah kaki, kepala bocor tertimpa batu, jatuh ke jurang, tersesat, pingsan, kedinginan hingga hipotermia, dan terserang penyakit-penyakit gunung lainnya seperti acute mountain sickness (AMS). Dan tidak sedikit juga yang menyebabkan kematian hingga hilang di gunung tanpa ditemukan lagi jasadnya.
Tahukah kamu bahwa pendakian yang tidak disertai dengan persiapan yang matang akan membahayakan diri sendiri dan orang lain? Pada dasarnya salah satu faktor utama yang paling mengancam saat mendaki adalah diri kamu sendiri. Mendaki gunung itu bukan asal jadi. Ada ilmu, pengetahuan, dan attitude atau adabnya. Setidaknya ada 5 bahaya terbesar yang harus diwaspadai dan mengintai kita saat mendaki gunung. Baca: 5 Bahaya Terbesar yang Mengintai Para Pendaki
Memang, mendaki gunung merupakan aktivitas yang seru, mengasyikkan, dan banyak manfaatnya. Namun, bukan berarti jadi menyepelekan persiapan. Atur perjalanan dengan baik dan gunakan perlengkapan pendakian yang tepat dan sesuai standar prosedur. Ingat, tidak ada pendakian tanpa persiapan. Yang harus juga dipahami, mendaki gunung adalah aktivitas yang menuntut fisik, mental, sekaligus emosi. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah. Tetapi juga tidak sulit untuk dilakukan.
Sejatinya, mendaki gunung adalah kegiatan serius. Bukan main-main. Mengajarkan kita untuk bertanggungjawab dan disiplin. Baik itu terhadap diri sendiri, kawan, alam, hingga lingkungan sekitar.
Selain hal-hal yang sudah disebutkan di atas, setidaknya ada 10 persiapan penting yang dapat menjadi pegangan kamu sebelum memulai pendakian.
Rencanakan perjalanan jauh-jauh hari, agar kamu mempunyai waktu untuk mempersiapkan diri. Bisa digunakan untuk berolahraga, contohya joging, renang, atau pergi ke gym. Namun, pastikan jika beberapa hari sebelum pendakian dirasa tubuh tidak fit, perbanyaklah istirahat. Kalau sampai H-2 masih belum membaik, lebih baik batalkan untuk ikut pendakian. Dan kenali juga teman seperjalanan kamu.
Lakukan riset dan cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai gunung yang akan kamu daki. Mulai dari akses, status kawasan, kondisi terkini, medan pendakian, cuaca, syarat serta tata aturan yang berlaku, perizinan, cara daftar atau booking pendakian, dan lain-lain. Bisa cari dari buku, majalah, koran, internet (website, blog, media sosial, dan sejenisnya), komunitas, atau teman yang sudah pernah pergi ke sana dan menghubungi pengelola atau kontak basecamp yang ada. Nah, informasi-informasi tersebut dapat memberikan gambaran seperti apa gunung yang akan menjadi tujuan pendakian kamu.
Siapkan semua identitas diri dan surat jalan dari kepolisian atau petugas yang berwenang kalau sifatnya lebih besar, jika diperlukan. Seperti kegiatan ekspedisi atau penelitian.
Selalu membiasakan bawa alat tulis. Berguna untuk mencatat hal-hal penting selama perjalanan. Juga selalu tinggalkan catatan atau pesan kepada keluarga atau orang terdekat kamu tentang gunung yang akan kamu daki.
Buat perkiraan atau estimasi waktu perjalanan dan alokasi biaya yang dibutuhkan untuk pendakian tersebut. Kemudian, buat check list perlengkapan yang akan kamu bawa dan butuhkan sesuai dengan gunungnya dan tujuan pendakian serta jangka waktu pendakian, misalnya dalam rangka penelitian atau pembuatan film. Pastikan semua perlengkapan berfungsi baik, seperti kompor, headlamp atau senter, dan sebagainya. Lalu cek dan re-cek lagi semuanya.
Membawa perlengkapan P3K dan survival kit. Termasuk obat-obatan pribadi. Simpan pada tempat yang baik dan aman. Tambah juga alat navigasi atau maksimalkan penggunaan smartphone kamu.
Siapkan makanan yang baik, sehat, bergizi, berprotein, berserat, dan tinggi kalori untuk kebutuhan harian kamu selama mendaki. Sebisa mungkin bawa makanan yang menimbulkan sedikit sampah. Pastikan tersedia makanan dan minuman ekstra untuk mengantisipasi cuaca buruk atau terjadi sesuatu hal yang menyebabkan waktu pendakian jadi molor.
Pastikan semua perlengkapan kamu, dari pakaian, obat-obatan, hingga perlengkapan tidur dilapisi bahan tahan air sehingga dapat terlindung dari basah akibat terkena air hujan atau lainnya.
Maksimalkan apa yang kamu bawa dengan baik. Misalnya barang yang dapat berfungsi ganda. Tujuannya untuk meringankan berat beban. Repacking atau bungkus ulang makanan yang kamu bawa. Pastikan juga bawa kantong untuk menyimpan dan membawa kembali sampah yang kamu timbulkan selama aktivitas pendakian.
Simpan dan atur sedemikian rupa semua perlengkapan--barang, makanan, serta minuman--dalam backpack atau ransel dengan rapi, agar kamu mudah mencarinya saat dibutuhkan.
Masih ada satu hal terakhir yang tidak boleh kamu lewatkan sesaat sebelum memulai pendakian. Begitu tiba di lokasi yang kamu tuju, segera lapor kepada pengelola atau petugas yang berwenang. Jadi, dengan persiapan yang matang dan manajemen perjalanan yang baik akan memimalisir terjadinya hal-hal yang tentu tidak diinginkan. Perhatikan ya, jangan sampai ada yang terlewat!
