Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten dari Pengguna
Kacang Hijau Iga Sapi: Menu Andalan Buka Puasa Di Masjid Rusia
9 Mei 2023 12:22 WIB
Tulisan dari Harmoko Montoc tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Taufik Suhaji atau yg akrab dipanggil Aji, Seorang Mahasiswa Indonesia yang sudah menempuh pendidikan S1 di Volgograd Technicheski Universitet selama 4 tahun. Puasa di Rusia punya tantangan sendiri baginya.
ADVERTISEMENT
Aji bercerita saat puasa di musim panas seperti ini, bisa mencapai 18-19 jam. Namun karena sudah melewati 3 kali puasa sebelumnya, dia sudah terbiasa dengan waktu puasa yang panjang.
"Maghrib jam 9 malam dan imsak sekitar jam 2 pagi tergantung musim" kata Aji saat berbincang santai menunggu buka.
Mahasiswa asal Jakarta ini sudah terbiasa makan sahur dan berbuka sendiri. Namun beberapa hari ini dia sempatkan berbuka di Volgogradskaya Sentralnaya Mechet (Masjid Sentral Volgograd) yang berada di Povorinskaya Ulitsa No. 22.
Aji harus naik mashrutka (sejenis angkot) dan membayar sekitar 35 rubel arau 7 ribu rupiah untuk sampai ke Masjid. Ada juga bus kota dari pusat kota ke Masjid, namun karena busnya jarang-jarang, mashrutka merupakan kendaraan favorit di kota yang dulunya disebut Stalingrad.
ADVERTISEMENT
Sampai di Masjid, Aji langsung solat sunah, dilanjutkan dengan tadarus. Dua jam sebelum berbuka, banyak mahasiswa berasal dari Dagestan, Chechnya, Tatarstan, dan mahasiswa asing lainnya yang mulai memasak untuk berbuka.
Kali ini menu berbuka mereka cukup unik. Kacang hijau direbus dengan potongan iga dan beberapa bumbu khas Rusia. Potongan iga dan daging sapi direbus hingga empuk. Setelah itu, kacang hijau direbus bersamaan dengan potongan iga itu. Jika kacang hijau sudah matang, api nya dimatikan secara perlahan.
Proses masak juga dilakukan dengan potongan kayu yang dibakar menjadi bahan bakar. Proses tersebut menambah rasa makanan menjadi lebih nikmat dibandingkan dengan memasak dengan gas. Karena memiliki halaman yang cukup luas, proses memasak dilakukan di luar ruangan sekitar masjid. Para mahasiswa saling membantu memotong kayu, memotong daging dan memasak. Yang bertindak sebagai koki adalah Axmed yang merupakan Imam Masjid di Volgograd Sentralnaya Mechet.
ADVERTISEMENT
Setelah kacang hijau iga sapi siap, makanan akan dibiarkan di luar sampai terasa tidak terlalu berkuah. Kacang hijau iga sapi tidak umum di Indonesia, tapi rasanya diluar dugaan. Gurih dan enak. Makanan itu akan disantap setelah solat magrib karena makanan ini dianggap sebagai makanan berat.
Saat maghrib, mahasiswa, warga sekitar dan pelancong muslim di sekitar Masjid berkumpul untuk segera berbuka dengan kurma, biskuit, air putih dan jus. Setelah takjil, mereka segera menuju tempat wudhu untuk melaksanakan solat maghrib.
Selesai maghrib, waktunya untuk makanan berat yang telah dimasak. Kacang hijau iga sapi merupakan favorit makanan muslim di provinsi Volgograd ini. Tak hanya itu, masih disuguhkan plov atau nasi goreng bersama irisan daging kambing, wortel dan kismis.
Mahasiswa kelahiran tahun 1996 itu sangat menikmati berbuka bersama umat muslim dari berbagai wilayah di Rusia maupun negara lainnya seperti Uzbekistan, Afghanistan, India, dan negara-negara Afrika. " Enak banget bisa berbuka bareng temen- temen dari berbagai negara" Aji menambahkan.
ADVERTISEMENT
"Disini masih mending Bang, puasa cuma 19 jam. Kalau mahasiswa di Arkhangels, karena letaknya yg dekat dengan Kutub Utara, puasa bisa 22-23 jam" kata Aji selesai makan bubur kacang hijau iga.
Selesai berbuka, banyak yg melanjutkan solat tarawih, namun ada juga yang langsung pulang ke asrama masing-masing. Aji kembali ke asrama karena besok masih ada kuliah pagi.