Konten dari Pengguna

Bukan Cuma Jualan Online, Ini Peran Manajemen dalam Menghadapi Era Digital 2026

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Harry Kurniawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: (Tima Miroshnichenko) https://www.pexels.com/id-id/foto/pengusaha-pebisnis-pria-laki-laki-5686051/
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: (Tima Miroshnichenko) https://www.pexels.com/id-id/foto/pengusaha-pebisnis-pria-laki-laki-5686051/

Perkembangan teknologi membuat cara perusahaan dan UMKM menjalankan bisnis mengalami perubahan. Digital marketing tidak lagi hanya tentang mengunggah produk ke media sosial atau memasang iklan online. Di balik strategi pemasaran digital yang efektif, terdapat peran manajemen dalam merencanakan strategi, mengelola sumber daya, memahami konsumen, serta mengambil keputusan berdasarkan data. Perubahan ini semakin terlihat pada 2026 ketika kecerdasan buatan (AI) mulai digunakan dalam berbagai aktivitas bisnis. Laporan Digital 2026 dari We Are Social mencatat terdapat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia pada Oktober 2025. Masyarakat Indonesia juga menghabiskan rata-rata 21 jam 50 menit per minggu di media sosial dan platform video. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ruang digital telah menjadi bagian penting dari aktivitas bisnis. Namun, banyaknya pengguna digital juga membuat persaingan mendapatkan perhatian konsumen semakin tinggi.

Manajemen Menentukan Arah Strategi Dalam kondisi tersebut, manajemen memiliki peran penting untuk menentukan bagaimana teknologi digunakan. Digital marketing seharusnya tidak dilakukan hanya karena mengikuti tren, tetapi harus disesuaikan dengan tujuan bisnis. Manajemen dapat menentukan target konsumen, memilih platform yang sesuai, menetapkan anggaran promosi, menyusun jadwal konten, serta mengevaluasi hasil pemasaran. Dengan demikian, aktivitas digital marketing menjadi bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar kegiatan membuat konten. Kementerian UMKM sebelumnya juga menekankan bahwa transformasi digital seharusnya tidak hanya dipahami sebagai kehadiran di marketplace. Transformasi tersebut dapat mencakup berbagai bagian bisnis, termasuk pengelolaan keuangan, rantai bisnis, kemitraan, hingga strategi pemasaran.

AI Membantu, tetapi Keputusan Tetap pada Manajemen Salah satu perkembangan yang semakin diperhatikan adalah penggunaan AI dalam bisnis. Teknologi ini dapat membantu membuat konten, menganalisis pasar, memahami perilaku konsumen, hingga mendukung pengambilan keputusan. Pada Agustus 2026, praktisi digital marketing Aldo Pasha Permana menyampaikan bahwa AI dapat membantu UMKM mengambil keputusan bisnis secara lebih cepat dan terukur. Namun, keputusan akhir tetap membutuhkan pengalaman, pemahaman terhadap pelanggan, dan pertimbangan pemilik usaha. Hal ini menunjukkan bahwa AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu manajemen, bukan pengganti manusia. Manajemen tetap perlu memastikan bahwa penggunaan teknologi sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan tujuan usaha.

Tantangan Manajemen di Era Digital Pemanfaatan teknologi juga menghadirkan tantangan. Tidak semua pelaku usaha memiliki kemampuan digital yang sama. Pada Juli 2026, Menteri UMKM menyebut lebih dari 90 persen pelaku UMKM di Indonesia belum memanfaatkan AI secara optimal dalam proses bisnisnya. Karena itu, manajemen perlu memperhatikan pengembangan kemampuan sumber daya manusia. Pelatihan digital, evaluasi strategi, dan pemilihan teknologi yang sesuai menjadi bagian penting dalam proses transformasi. Selain itu, perusahaan perlu memperhatikan konsistensi komunikasi dengan pelanggan. Konten yang dibuat dengan bantuan teknologi tetap harus memiliki identitas merek dan relevan dengan kebutuhan konsumen.

Digital Marketing Menjadi Bagian dari Manajemen Bisnis Pada akhirnya, digital marketing tidak dapat dipisahkan dari manajemen bisnis. Keberhasilan pemasaran bukan hanya ditentukan oleh seberapa sering sebuah produk muncul di media sosial, tetapi juga bagaimana strategi tersebut direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi. Bagi UMKM, perkembangan AI dan digital marketing dapat menjadi peluang untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas pasar. Namun, teknologi perlu digunakan secara terarah agar benar-benar memberikan manfaat bagi bisnis. Dengan manajemen yang baik, digital marketing bukan sekadar alat untuk berjualan online, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi bisnis untuk memahami konsumen, membangun hubungan dengan pelanggan, dan menghadapi perubahan pasar di era digital.

Ditulis Oleh: Harry Kurniawan, Mahasiswa Manajemen, Universitas Pamulang