Digital Marketing 2026: AI Bikin Cara UMKM Jualan Makin Berubah

Mahasiswa Manajemen Universitas Pamulang Penulis dan Pemerhati isu Sosial, Pendidikan, Ekonomi, dan Lingkungan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Harry Kurniawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perubahan cara masyarakat mencari informasi dan membeli produk membuat digital marketing semakin penting bagi pelaku usaha. Jika sebelumnya promosi digital hanya berfokus pada iklan dan unggahan media sosial, kini strategi pemasaran mulai bergerak ke arah yang lebih interaktif dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), konten video, creator marketing, hingga social commerce. Perubahan tersebut terlihat dari tingginya aktivitas masyarakat Indonesia di ruang digital. Laporan Digital 2026 dari We Are Social dan Meltwater mencatat terdapat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia pada Oktober 2025. Pengguna juga menghabiskan rata-rata 21 jam 50 menit per minggu di media sosial dan platform video. Kondisi ini menunjukkan bahwa media sosial tidak lagi hanya menjadi tempat untuk berkomunikasi. Bagi pelaku bisnis, media sosial telah menjadi ruang untuk membangun perhatian, memperkenalkan produk, berinteraksi dengan pelanggan, hingga mendorong transaksi.
AI Mulai Mengubah Cara Bisnis Berpromosi Salah satu perubahan terbesar dalam digital marketing adalah semakin luasnya penggunaan AI. Teknologi ini dapat membantu pelaku usaha dalam membuat ide konten, menyusun materi promosi, menganalisis perilaku konsumen, serta memberikan respons kepada pelanggan. Meta, misalnya, memprediksi AI dan otomatisasi akan menjadi salah satu tren digital yang berkembang pada 2026. Meta juga menyebut penggunaan AI oleh UMKM di Indonesia sudah cukup luas, terutama untuk pemasaran dan layanan pelanggan. Namun, penggunaan AI bukan berarti seluruh proses pemasaran harus diserahkan kepada teknologi. Kreativitas dan pemahaman terhadap konsumen tetap diperlukan. Konten yang dibuat dengan bantuan AI perlu disesuaikan dengan karakter merek agar tidak terasa terlalu generik.
Social Commerce dan Video Semakin Penting Selain AI, social commerce juga menjadi bagian penting dari perkembangan digital marketing. Konsumen kini dapat menemukan produk melalui konten, melihat ulasan, berinteraksi dengan penjual, kemudian melakukan pembelian dalam ekosistem digital yang sama. Tren video dan live commerce juga semakin berkembang karena memungkinkan penjual berkomunikasi secara langsung dengan calon pelanggan. Interaksi semacam ini dapat membantu konsumen memperoleh informasi produk sebelum menentukan pembelian. Meta memasukkan video dan live commerce sebagai salah satu tren digital yang diperkirakan berkembang pada 2026. Bagi UMKM, kondisi tersebut membuka peluang untuk melakukan pemasaran tanpa harus mengandalkan biaya iklan yang besar. Konten yang informatif, menarik, dan konsisten dapat menjadi salah satu cara untuk membangun hubungan dengan calon pelanggan.
Bukan Hanya Mengejar Viral Meski teknologi memberikan banyak peluang, digital marketing tidak cukup hanya mengejar jumlah penonton atau konten viral. Pelaku usaha perlu memahami siapa target konsumennya, masalah yang mereka hadapi, serta alasan mereka memilih suatu produk. Penelitian yang diterbitkan pada 2026 juga menunjukkan bahwa digital marketing dapat membantu UMKM melalui perluasan pasar, peningkatan brand awareness, efisiensi biaya pemasaran, serta pembangunan kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Karena itu, tren digital marketing 2026 dapat dilihat sebagai perubahan dari sekadar “berjualan di internet” menjadi membangun pengalaman pelanggan melalui berbagai kanal digital. Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Keberhasilan pemasaran tetap bergantung pada kemampuan pelaku usaha memahami konsumen, menghasilkan konten yang relevan, membangun kepercayaan, dan beradaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat. Bagi UMKM, kombinasi antara kreativitas manusia, pemanfaatan AI, dan komunikasi melalui media sosial dapat menjadi bagian penting dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin digital.
Ditulis Oleh: Harry Kurniawan, Mahasiswa Manajemen, Universitas Pamulang
