Dari Host MotoGP Hingga Bisnis Makanan, Siapa Sosok Dibalik Kesuksesan Lucy Wiryono?

Tulisan dari Harsodo Widhastomo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa yang tak kenal Lucy Wiryono? Sosok kondang yang kerap memandu acara kesukaan pehobi kuda besi di Indonesia ini ternyata tidak hanya berprofesi sebagai presenter TV. Perempuan yang 2017 ini genap berumur 39 tahun, ternyata tidak hanya handal di dunia presenter. Kini, Lucy juga merupakan salah satu pebisnis makanan yang terbilang cukup sukses. Mulai dari Holycow Steakhouse by Chef Afit, Flip Burger, hingga Holy Nasgor yang fenomenal dengan menu “35ribu makan nasgor sepuasnya”. Namun, itu semua tidak datang sendiri dari perempuan yang tampil cantik dengan model rambut bob ini. Dibalik karier gemilang di dunia bisnis makanan, seorang pria hadir di kehidupan Lucy, yaitu Afit Dwi Purwanto.
Pria yang lebih akrab disapa Chef Afit ini tidak lain dan tidak bukan ialah suami dari seorang Lucy Wiryono.
Menikah pada 8 Januari 2006 lalu, mereka berdua memutuskan untuk membuka bisnis restoran bernama Holycow Steakhouse by Chef Afit pada 2012. Berawal dari kegelisahan mencari Wagyu dari sapi lokal, mereka menemukan celah bahwa daging sapi lokal Indonesia juga tidak kalah nikmat dibanding daging sapi import.
Namun dalam kesuksesan berbisnis steak, Lucy dan Chef Afit tidak tercipta sekejap mata. Banyak lika-liku yang terjadi di dalam kehidupan bisnisnya. Apalagi, Afit juga menghadapi hadangan dari orang tuanya, khususnya ayahnya yang menginginkan Afit untuk menjadi seorang karyawan pada umumnya. Belum lagi soal isu tercemarnya masakan Holycow Steakhouse by Chef Afit yang viral di media sosial belum lama ini.
Dibalik masalah yang sepertinya datang bertubi-tubi, ternyata malah membuat mereka berdua tetap maju dan terus berinovasi dalam berbisnis. Yang pada akhirnya, sekarang mempunyai 21 cabang restoran di seluruh Indonesia yang mereka berdua dirikan sendiri.

Lucy juga berpesan pada calon wartawan Kumparan saat menghadiri Talkshow Seleksi Wartawan Kumparan di Mall Kuningan City, Jakarta Pusat, agar jangan mudah menyerah dan berpindah arah dalam berbisnis. Menurutnya, inovasi dan konsistensi dalam usaha adalah kunci dari majunya sebuah bisnis.
