Delta Force dan SATGULTOR

Owner www.tatiatravels.com, Youtube Tatia in Greece, Alumni Sospol UGM dan Penulis 5 buku Non Fiksi. Menetap di Yunani sejak 2003.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hartati Nurwidjaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dunia saat ini sedang ramai dengan berita diculiknya Presiden Venezuela Maduro oleh Delta Force pasukan khusus utama tentara Amerika. Delta Force adalah pasukan elit khusus yang diciptakan oleh tentara Amerika; Kolonel Charles Alvin Beckwith yang dikenal sebagai Charlie Beckwith pada 19 November 1977. Setelah selesai bertugas dengan SAS ( British Special Air Service) pasukan khusus dari Inggris; yang bertugas untuk mengatasi teroris dan menyelamatkan sandera.
Delta Force ini anggotanya sangat dirahasiakan identitasnya, hampir sama dengan CIA. Sebagai pasukan elit utama, rekrutmen anggota Delta Force sangat-sangat sulit dan teliti. Kandidat ideal anggota Delta Force seringkali berasal dari unit elit US Army Rangers atau Green Berets. Seleksinya sangat ketat dan brutal, d

ari ribuan yang mendaftar hanya segelintir yang lulus. Prosesnya sangat rahasia dan tidak terbuka untuk masyarakat umum, tetapi melalui jalur militer khusus.
Apakah Indonesia negara kita punya pasukan seperti Delta Force. Tentu saja kita punya. Namanya SATGULTOR ( Satuan Penanggulangan Teror) yang disebut Detasemen Khusus 81. Pada tanggal 28 Maret 1981, terjadi suatu peristiwa pembajakan pesawat DC-9 Garuda Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand yang dilakukan oleh kelompok ekstrimis bernama Komando Jihad.
Kopassus, yang waktu itu masih bernama Kopassandha, kemudian ditunjuk oleh Panglima ABRI pada saat itu yakni, Jenderal M. Jusuf untuk mengambil alih operasi pembebasan sandera dengan Letnan Kolonel Inf. Sintong Panjaitan sebagai pimpinan operasi, dengan memilih personel Kopassandha yang terbaik di mana saat itu Sat 81/Gultor belum terbentuk.
Operasi pembebasan sandera pun berjalan sukses dan secara dramatis melambungkan reputasi Kopassus di mata dunia internasional.
Berangkat dari pengalaman ketidaksiapan dalam menghadapi terorisme di era itu kemudian mendorong Kepala Badan Intelijen Strategis ABRI saat itu, Letnan Jenderal TNI L.B Moerdani, untuk menginisiasi agar segera membuat kesatuan baru setingkat Detasemen di lingkungan Kopassandha.
Pada 30 Juni 1982, dibentuklah Satuan Anti Teror Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha, melalui surat keputusan nomor: SKEP/4/VI/1982 tanggal 30 Juni 1982 yang merupakan Satuan Anti Teror pertama di Indonesia, dengan Mayor Inf. Luhut Binsar Panjaitan sebagai komandan dan Kapten Inf. Prabowo Subianto selaku wakil komandan.
Semoga Pasukan Elit Detasemen 81 Republik Indonesia bisa mempunyai alat canggih seperti Delta Force dan tetap berlatih dengan keras, gigih, disiplin agar siaga menjaga keutuhan dan keamanan negara Indonesia tercinta. Hidup SATGULKOR. Merdeka.
Yunani, 4 January 2026
Sumber; wikipedia dan AI.
