Konten dari Pengguna

Membangun Kebiasaan Bermedia Sosial yang Produktif melalui Manajemen Diri yang Terencana

Siswa SMK Lab Indonesia, Bogor, mengerjakan kuis dalam kegiatan PKM Universitas Pamulang tentang manajemen bermedia sosial yang terencana dan produktif. Sumber: Dokumentasi Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Siswa SMK Lab Indonesia, Bogor, mengerjakan kuis dalam kegiatan PKM Universitas Pamulang tentang manajemen bermedia sosial yang terencana dan produktif. Sumber: Dokumentasi Pribadi.

Bogor, 8 Oktober 2026 — Kemampuan mengatur waktu menjadi salah satu keterampilan penting bagi siswa di tengah kemudahan mengakses media sosial. Untuk membantu siswa membangun kebiasaan digital yang lebih produktif, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Lab Indonesia, Bogor.

Kegiatan bertema “Peningkatan Produktivitas Siswa melalui Manajemen Bermedia Sosial yang Terencana dan Efektif” ini mengangkat pentingnya manajemen diri dalam menyeimbangkan aktivitas digital dengan tanggung jawab sebagai pelajar.

Salah satu materi yang diberikan adalah “Prioritize Your Time: Mengatur Waktu dan Prioritas antara Medsos dan Aktivitas Lain”. Materi tersebut mengajak siswa memahami perbedaan antara kegiatan yang penting, mendesak, dan dapat ditunda. Siswa juga diperkenalkan pada cara menyusun skala prioritas harian agar kegiatan belajar, penyelesaian tugas, istirahat, dan penggunaan media sosial dapat dikelola secara lebih seimbang.

Dalam penerapannya, pengelolaan waktu dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menentukan tugas yang perlu diselesaikan terlebih dahulu, menetapkan waktu untuk belajar, serta menyediakan waktu khusus untuk mengakses media sosial. Dengan adanya perencanaan, siswa memiliki panduan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa harus terus-menerus mengikuti dorongan untuk membuka aplikasi.

Materi ini juga menekankan pentingnya evaluasi diri. Siswa perlu melihat kembali apakah waktu yang telah direncanakan benar-benar digunakan sesuai prioritas. Jika masih terdapat kegiatan yang mengganggu penyelesaian tugas, rencana harian dapat disesuaikan agar lebih realistis dan efektif.

Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi secara interaktif dan diskusi. Pendekatan ini digunakan untuk membantu siswa memahami bahwa manajemen waktu bukan sekadar membuat jadwal, melainkan juga menentukan pilihan dan menjalankan tanggung jawab secara konsisten.

Berdasarkan evaluasi pembelajaran terhadap 20 peserta, rata-rata nilai pre-test sebesar 78,5 meningkat menjadi 99,0 pada post-test. Hasil tersebut memperlihatkan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Namun, konsistensi dalam menerapkan manajemen waktu tetap membutuhkan latihan dan evaluasi secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa Universitas Pamulang berharap siswa SMK Lab Indonesia, Bogor, dapat membangun kebiasaan bermedia sosial yang lebih terkontrol. Kemampuan menentukan prioritas dan mengatur waktu diharapkan membantu siswa menjalankan tanggung jawab akademik sekaligus memanfaatkan media sosial secara positif.