Konten dari Pengguna

Pentingnya Manajemen Strategi bagi UMKM di Era Digital

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hasbi Azizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bukan Sekadar Jualan Online, tetapi Mampu Bertahan dan Berkembang

Dibuat oleh: Hasbi Azizi — Mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang.

Sumber gambar: Dibuat menggunakan AI ChatGPT (OpenAI).
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar: Dibuat menggunakan AI ChatGPT (OpenAI).

Manajemen strategi menjadi faktor penting bagi UMKM dalam menghadapi persaingan bisnis digital. Perkembangan teknologi membuka peluang pemasaran yang lebih luas, tetapi pelaku usaha juga dituntut untuk berinovasi, mengelola biaya, dan memahami kebutuhan konsumen agar mampu bertahan dan berkembang.

Namun, kemudahan tersebut tidak berarti persaingan bisnis menjadi lebih mudah. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus menghadapi persaingan harga, perubahan tren konsumen, biaya operasional, hingga tuntutan untuk terus berinovasi. Kondisi ini membuat manajemen strategi menjadi semakin penting bagi keberlangsungan usaha.

Kebijakan Baru E-Commerce Membuka Peluang bagi UMKM

Kabar terbaru datang dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui siaran pers pada 17 Oktober 2026, kementerian tersebut menyampaikan bahwa insentif berupa potongan biaya layanan platform e-commerce paling sedikit 50 persen bagi usaha mikro dan kecil yang memenuhi ketentuan akan mulai diberlakukan pada 25 Oktober 2026.

Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri UMKM Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan dan Peningkatan Daya Saing Usaha Mikro dan Usaha Kecil dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Potongan tersebut mencakup biaya administrasi, komisi, atau biaya aplikasi dasar toko sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumber: Kementerian UMKM, 17 Oktober 2026, melalui [siaran pers resmi](https://umkm.go.id/news/wzuztl3rqp5ymb8k26yn5pr6).

Kebijakan tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperbaiki efisiensi biaya penjualan digital. Meski demikian, manfaatnya tidak akan otomatis membuat semua UMKM berkembang. Pelaku usaha tetap perlu memahami ketentuan program, menghitung keuntungan, menjaga kualitas produk, dan menyusun strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Manajemen Strategi Menjadi Kunci Menghadapi Persaingan

Dalam dunia bisnis, manajemen strategi bukan hanya tentang menentukan harga atau membuat promosi. Manajemen strategi merupakan proses menganalisis kondisi usaha, menentukan tujuan, memilih langkah yang tepat, melaksanakan keputusan, serta mengevaluasi hasilnya.

Bagi UMKM, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengenali kekuatan dan kelemahan bisnisnya. Misalnya, usaha makanan rumahan mungkin memiliki keunggulan dalam rasa dan harga, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam kemasan atau pemasaran. Dengan memahami kondisi tersebut, pemilik usaha dapat menentukan prioritas perbaikan.

Langkah berikutnya adalah menganalisis peluang dan ancaman dari lingkungan bisnis. Perkembangan marketplace dapat membuka akses pasar yang lebih luas, sementara banyaknya pesaing menuntut pelaku usaha memiliki ciri khas yang jelas. Analisis ini membantu pemilik usaha mengambil keputusan berdasarkan kondisi pasar, bukan sekadar mengikuti tren.

Strategi yang dipilih juga perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Tidak semua usaha harus langsung mengeluarkan biaya besar untuk iklan. UMKM dapat memulai dengan membuat konten produk yang menarik, memberikan pelayanan yang baik, memanfaatkan ulasan pelanggan, dan menjaga komunikasi melalui media sosial.

Tidak Harus Menjadi yang Termurah untuk Menarik Konsumen

Salah satu kesalahan yang dapat dilakukan pelaku usaha adalah menganggap harga murah sebagai satu-satunya cara memenangkan persaingan. Padahal, konsumen juga mempertimbangkan kualitas, kepercayaan, pelayanan, dan pengalaman berbelanja.

Sebagai contoh, dua usaha yang menjual produk serupa dapat memiliki hasil berbeda apabila salah satunya memberikan informasi produk yang jelas, merespons pertanyaan dengan cepat, dan menjaga kualitas secara konsisten. Hal-hal tersebut dapat menjadi nilai tambah yang membedakan suatu usaha dari pesaingnya.

Oleh karena itu, UMKM perlu menentukan keunggulan yang ingin ditawarkan kepada konsumen. Keunggulan tersebut dapat berupa kualitas produk, kemasan, pelayanan, kecepatan pengiriman, atau karakter produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dalam manajemen strategi, langkah ini berkaitan dengan strategi diferensiasi, yaitu menciptakan nilai pembeda agar bisnis tidak hanya bergantung pada perang harga.

Teknologi Digital Harus Diikuti Pengelolaan Keuangan yang Baik

Selain pemasaran, pencatatan keuangan menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan strategi bisnis. Peningkatan jumlah pesanan belum tentu berarti keuntungan ikut meningkat apabila biaya produksi, promosi, pengemasan, dan biaya platform tidak dihitung dengan benar.

Pelaku UMKM perlu mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin, menghitung keuntungan bersih, serta mengevaluasi produk yang paling diminati. Data penjualan dapat digunakan untuk menentukan produk yang perlu dipertahankan, dikembangkan, atau diperbaiki.

Teknologi sederhana seperti spreadsheet juga dapat membantu pemilik usaha memantau arus kas dan membandingkan hasil penjualan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, keputusan bisnis tidak hanya didasarkan pada perkiraan, tetapi juga pada data yang tersedia.

Pemanfaatan teknologi seharusnya tidak berhenti pada penggunaan marketplace. Teknologi perlu membantu pelaku usaha bekerja lebih efisien, memahami konsumen, dan mengelola bisnis secara lebih terarah.

Strategi yang Baik Harus Dievaluasi Secara Berkala

Persaingan bisnis terus berubah sehingga strategi yang berhasil saat ini belum tentu memberikan hasil yang sama pada masa mendatang. Karena itu, pelaku UMKM perlu melakukan evaluasi secara berkala terhadap penjualan, biaya operasional, respons konsumen, dan efektivitas promosi.

Apabila suatu promosi tidak menghasilkan peningkatan penjualan yang sebanding dengan biayanya, pemilik usaha perlu mempertimbangkan pendekatan lain. Begitu pula ketika produk tertentu mulai kehilangan peminat, perubahan kemasan, inovasi produk, atau penyesuaian target pasar dapat menjadi pilihan.

Evaluasi ini merupakan bagian penting dari manajemen strategi karena membantu usaha beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. Perencanaan tanpa pelaksanaan dan evaluasi hanya akan menjadi gagasan yang sulit menghasilkan perubahan nyata.

Kesimpulan: UMKM Perlu Berpikir Strategis, Bukan Sekadar Mengikuti Tren

Peluang dari perkembangan e-commerce dan kebijakan pemerintah dapat membantu UMKM memperluas pasar serta meningkatkan efisiensi usaha. Namun, keberhasilan tetap bergantung pada kemampuan pelaku usaha dalam menentukan arah bisnis, memahami konsumen, mengelola keuangan, menjaga kualitas, dan melakukan inovasi.

Manajemen strategi menjadi dasar agar setiap keputusan bisnis memiliki tujuan yang jelas dan dapat dievaluasi. Pelaku usaha tidak harus langsung memiliki modal besar atau menggunakan teknologi yang rumit untuk berkembang. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi awal dari pertumbuhan bisnis yang lebih baik.

Pada akhirnya, keberhasilan UMKM di era digital bukan hanya ditentukan oleh seberapa banyak produk yang terjual secara online, tetapi juga oleh kemampuan membangun usaha yang sehat, memiliki keunggulan, dan mampu bertahan menghadapi perubahan pasar.