Otak Pria vs Otak Wanita : Benarkah Cara Berpikir mereka Memang Berbeda?

Mahasiswa fakultas dirosat islamiyyah Uin jakarta
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Hasbi ash siddiqi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada tahun 1962, Roger wolcott Sperry, seorang neuropsikolog berhasil menemukan bahwa belahan otak kiri dan otak kanan ternyata memiliki spesialisasi fungsi intelektual masing-masing.
Otak kanan memiliki tanggung jawab atas sisi kreatif manusia, mengendalikan tubuh bagian kiri, sedangkan otak kiri bertanggung jawab untuk mengendalikan logika, penalaran, fungsi bicara, dan mengendalikan tubuh bagian kanan.
Di antara otak kanan dan otak kiri terdapat lapisan penghubung yang disebut disebut KORPUS KALOSUM Wanita memiliki korpus kalosum yang lebih tebal, sehingga wanita bisa memiliki hingga 30% lebih banyak koneksi di antara otak kanan dan otak kirinya.
Berbeda dengan pria yang lapisannya lebih tipis, sehingga otak kanan dan kirinya bekerja sendiri-sendiri. Lalu apakah hal tersebut membawa banyak pengaruh terhadap perbedaan sikap keduanya? Pastinya! Berikut ini adalah perbedaan yang dihasilkan dari sistem kerja otak antara pria dan wanita.
yang pertama dalam urusan fokus, Seperti yang telah kita ketahui bahwa otak kanan dan kiri wanita memiliki lebih banyak koneksi. Hal itu yang membuat wanita bisa melakukan hal-hal berbeda dalam satu waktu (multitasking). Namun hal itu membuat wanita menjadi sulit untuk fokus.
Berbeda dengan pria yang hanya bisa berkonsentrasi pada satu aktivitas saja. Karena ketika pria melakukan aktivitasnya, setelah 10 menit pertama pendengaran terhadap sekelilingnya akan menurun (sementara), dan akan lebih fokus terhadap apa yang ia sedang kerjakan.
yang kedua dalam urusan multitasking, coba bayangkan apabila kemampuan yang dimiliki wanita, dipaksakan kepada pria dengan sistem kerja otak yang berbeda.
Misalnya seorang pria harus berada di rumah, dalam satu waktu ia harus merapihkan rumah, namun juga harus menenangkan anaknya yang sedang menangis, piring-piring kotor yang belum di cuci, baju yang belum di jemur, Tentu seorang pria akan merasa kesulitan.
Hal tersebut bukan berarti pria itu lemah, hanya saja kecenderungan fungsi otaknya tidak mendukung untuk terbiasa pada bidang tersebut.Begitu pula sebaliknya, akan terasa sulit oleh wanita ketika dipaksa untuk melakukan sesuatu di luar kapasitas otaknya.
Yang ketiga, Perbedaan lain yang ada di antara pria dan wanita adalah cara bicara keduanya. Hal tersebut akan menjadi sebuah masalah besar ketika keduanya tidak memahami perbedaan di antara mereka.
Misal ada seorang ibu menanyakan kepada kedua anak nya yang satu laki-laki dan yang satu lagi perempuan ibu tersebut menanyakan, bagaimana sekolah hari ini sayang? pasti ada perbedaan jawaban antara kedua anak tersebut.
Si anak perempuan mungkin akan menjawab pertanyaan dari ibu nya lebih cerewet dan panjang contohnya "Tadi di sekolah ibu guru ngajarin aku gambar ummi.. pas aku lagi ngegambar ada temen aku bandel bangeett.. masa dia ngambil pensil aku, kayak gitu kan gak boleh kan ya ummi"
Sedang si anak laki-laki akan menjawab pertanyaan tersebut lebih ke to d'point langsung ke pada intinya, seperti "biasa" "lumayan" "gitu deh" dari sini kita bisa mengambil kesimpulan Ternyata bukan hanya wanita dewasa yang gemar berbicara, tapi sejak kecil ternyata wanita memang lebih pintar dan lebih fasih berbicara dibandingkan pria. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Barbara Pease, ia mengatakan dalam bukunya bahwa wanita adalah pembicara hebat.
Bahkan wanita dalam satu hari bisa mengeluarkan hampir 16.000 kata perharinya, berbanding terbalik dengan pria yang hanya mengeluarkan 7.000 kata perharinya.
Maka tidak mengherankan jika wanita sering disebut sebagai makhluk yang banyak bicara alias 'cerewet', karena wanita memiliki cadangan kata dua kali lipat lebih banyak dari pria.
Maka tidak mengherankan jika wanita sering disebut sebagai makhluk yang banyak bicara alias 'cerewet', karena wanita memiliki cadangan kata dua kali lipat lebih banyak dari pria.
Dan terkadang seringkali wanita perlu bicara bukan untuk sesuatu yang penting, melainkan hanya untuk mengeluarkan apa yang ada dalam pikirannya sehingga tidak terus berputar-putar di kepalanya
Dan perbedaan terakhir yang bisa kita lihat Pada masa pertumbuhannya, otak kiri pria berkembang lebih lambat dibandingkan otak kanannya. Barulah setelah umur tujuh tahun, otak kirinya berkembang lebih pesat menyusul otak kanannya. Oleh karena itulah pria menggunakan logika lebih baik dibandingkan wanita.
Sedangkan wanita, cenderung menggunakan kedua sisi otak kiri dan kanannya. Sehingga wanita lebih mudah menghubungkan pikiran dan perasaannya dalam waktu bersamaan.
Faktor berbedanya karakter pemikiran tersebut akhirnya berpengaruh sebagai penentu pekerjaan dan hobi mereka masing-masing. Berdasarkan data dari ILO (International Labour Organization) dalam Tren Tenaga Kerja dan Sosial di Indonesia 2014-2015, proporsi pekerja menurut pekerjaannya, wanita paling dominan di bidang pekerjaan profesional & jasa, dan penjualan.
Proporsi wanita yang tinggi di bidang pekerjaan profesional ini terkait dengan perawat, guru, yang secara tradisi memang didominasi kaum wanita, Bisa dikatakan pria tidak lebih unggul dalam bidang pengajaran dibandingkan wanita, karena fungsi otak wanita yang mendukung pada bidang tersebut.
Sedangkan pria dominan bekerja sebagai operator pabrik, operator mesin dan tenaga perakit, dan sebagai legislator, pegawai senior dan manajer. Pada bidang ini pria yang akan lebih unggul, karena fungsi otaknya yang menyebabkan pria memiliki keahlian spesial. Di bidang ini pula kemampuan penggunaan logika sangat dibutuhkan.
Namun hal tersebut bukan berarti menyatakan bahwa wanita tidak mampu bekerja pada bidang yang berkaitan dengan fungsi logika, hanya saja secara default pria lebih mudah mempelajarinya, dan begitu pula sebaliknya.
