Mahasiswa KKN FBiPK UB Kenalkan Light Trap, Solusi Pengendalian Hama Padi
Tulisan dari Hasbi Luthfi Abdul Aziz tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jombang, 21 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bioindustri Universitas Brawijaya melaksanakan kegiatan sosialisasi pengenalan light trap sebagai alternatif pengendalian hama padi di Balai Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Kegiatan diikuti oleh petani padi, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan perangkat desa sebagai upaya memperkenalkan teknologi sederhana yang dapat diterapkan untuk mendukung pengendalian hama secara lebih ramah lingkungan. Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya keluhan petani terhadap serangan hama wereng dan penggerek batang yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman padi.
Sebelum kegiatan sosialisasi, tim KKN terlebih dahulu merakit light trap menggunakan lampu isi ulang, baskom plastik berisi larutan deterjen, pipa sebagai penyangga, serta plastik berwarna ungu yang dipasang pada lampu untuk meningkatkan daya tarik terhadap serangga nokturnal. Alat kemudian diuji coba di lahan sawah selama satu malam. Hasil uji coba menunjukkan bahwa light trap mampu menangkap berbagai jenis serangga nokturnal sehingga hasil tangkapan tersebut dijadikan media pembelajaran untuk menjelaskan prinsip kerja dan efektivitas alat kepada peserta sosialisasi.
Materi yang disampaikan meliputi prinsip kerja light trap, tahapan pembuatan, teknik pemasangan, serta perannya sebagai salah satu komponen Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Demonstrasi dilakukan dengan memperlihatkan alat beserta hasil tangkapan serangga dari uji coba di lapangan sehingga peserta dapat memahami penerapan teknologi tersebut secara langsung. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan mengenai efektivitas alat, lokasi pemasangan, serta peluang penerapannya pada lahan sawah di Desa Ngampungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap petani memperoleh alternatif pengendalian hama yang mudah dibuat, berbiaya relatif rendah, dan dapat diterapkan secara mandiri. Sebagai bentuk keberlanjutan program, light trap diserahkan kepada Pemerintah Desa Ngampungan agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Pengenalan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan metode pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung produktivitas budidaya padi di Desa Ngampungan.

