Konten dari Pengguna

Pentingnya Bekerja Keras

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mara Ongku Hsb tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : Dok. Pribadi/Canva.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Dok. Pribadi/Canva.

Mengapa penting bekerja keras? Inilah pertanyaan mengawali tulisan ini karena menjadi dasar batu loncatan untuk menuju tangga advanced tersebut tidak serta merta mendapatkannya begitu saja semua butuh usaha dan perjuangan maksimal tidak ada yang mudah dalam hidup ini apakah perkataan yang salah?

Jangankan kita, Nabi saja utusan Tuhan masih juga dicoba dan diuji, dan ujiannya bukan main-main dan tanggung-tanggung, kalau dihadapkan dengan ujian manusia sekarang tentu sangat jauh, inilah hikmah dibalik itu semua bahwa manusia harus pandai menarik diri melihat tauladan dari Nabi supaya sadar semuanya pasti ada masalah

Begitu banyaknya masalah tersebut manusia dituntut untuk bekerja keras dan berpikir supaya bisa memecahkan masalahnya masing-masing baru memecahkan masalah komunal seperti sosial kemasyarakatan, tapi ada juga di antara manusia seperti yang disebut Dr Syawaluddin manusia sosial yaitu manusia yang mementingkan urusan orang daripada urusannya.

Perintah Islam untuk Bekerja Keras

Islam sangat memperhatikan pemeluknya agar tidak telentang dan terbuang banyak perintah untuk bekerja keras dalam kehidupan karena bekerja keras merupakan keberlanjutan hidup manusia. Misalnya dalam al-Qur’an surah al-Insyirah ayat 7, artinya sebagai berikut:

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan ) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

Kemudian surah al-Taubah ayat 105 artinya sebagai berikut:

Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Bekerjalah kamu merupakan perintah untuk manusia supaya tidak bermalas-malasan dan tidak bosan-bosannya mencari kerja walau sering ditolak dimana-mana

Andai belum diterima pun paling tidak sudah punya pengalaman dalam mencari kerja, usaha sudah dibuat setidaknya sudah selamat dari apa yang disebut manusia pesimis atau bersikap putus asa, dan ini pasti dinilai oleh Allah Yang Maha Kuasa, manusia tidak tau apa yang tersembunyi dari Allah mana tahu dibalik kerja keras tersebut ada sesuatu yang dipersiapkan oleh Allah yang lebih besar dari apa yang dipikirkan oleh manusia

Bagaimana tidak, terkadang manusia tidak sadar ia belum dapat pekerjaan yang layak mapan boleh jadi ia belum sanggup memikulnya karena menunggu waktu yang tepat, atau Allah memiliki hikmah lain yang belum ia ketahui. Yang terpenting adalah terus berikhtiar, memperbaiki diri, dan bertawakal kepada-Nya."

Al-Quran mengajarkan bahwa Allah memberikan segala sesuatu pada waktu yang Dia kehendaki dengan hikmah-Nya:

"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."(QS. Al-Baqarah: 216)

Demikian pula Allah berfirman:

"Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS. An-Nisa': 19)

Hikmah Bekerja Keras

Dibalik bekerja keras tersebut terdapat hikmah yang besar yaitu Dalam setiap langkah usaha yang dilakukan baik kecil maupun besar tersimpan nilai ibadah jika dilandasi niat yang baik. Tidak ada jerih payah yang sia-sia, karena setiap usaha akan dinilai oleh Allah dengan penuh keadilan.

Oleh karena itu, bekerja dengan sungguh-sungguh, jujur, dan penuh tanggung jawab bukan hanya mendatangkan hasil di dunia, tetapi juga menjadi bekal berharga di akhirat.

Seorang suami misalnya sebagai pencari nafkah yang harus bekerja keras Mencari rezeki yang halal untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak adalah bagian dari tanggung jawab yang mulia. Ketika dilakukan dengan niat ibadah, kerja keras tersebut berubah menjadi amal shalih yang bernilai pahala. Bahkan, setiap rupiah yang diberikan kepada keluarga dapat menjadi sedekah di sisi Allah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا أَنْفَقْتَ عَلَى أَهْلِكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Apa saja yang engkau nafkahkan untuk keluargamu, maka itu adalah sedekah bagimu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, seorang muslim tidak perlu memisahkan antara urusan dunia dan akhirat. Selama dilakukan dengan cara yang halal dan niat yang ikhlas, bekerja mencari nafkah bukan hanya mendatangkan manfaat dunia, tetapi juga menjadi jalan meraih pahala dan keberkahan di akhirat.