Konten dari Pengguna

Tim 20 Ekspedisi Patriot 2026 UB Hadiri Upacara Adat Pembayaran Harta Suku Moi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hasyidan Muhammad Radifan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Klamono, 8 Agustus 2026 - Tim 20 Ekspedisi Patriot 2026 Universitas Brawijaya yang bertugas di lokus Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, turut menghadiri upacara adat Pembayaran Harta Besar yang diselenggarakan oleh masyarakat adat Suku Moi, khususnya komunitas Moi Klabra, pada Sabtu (8/8).

Moi Klabra merupakan salah satu subkelompok masyarakat adat Moi yang mendiami wilayah Kabupaten Sorong dan memiliki kekayaan tradisi serta tata nilai adat yang masih dipertahankan hingga kini. Dalam kehidupan adat Moi Klabra, kain timur memiliki kedudukan penting sebagai benda budaya bernilai tinggi yang digunakan dalam berbagai prosesi adat, termasuk pembayaran harta, perkawinan, penyelesaian persoalan, dan perdamaian.

Dalam upacara tersebut, pembayaran harta dilakukan melalui penyerahan sejumlah benda adat berupa kain timur, piring biru, serta uang dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Dari keseluruhan kain yang diserahkan, tercatat sebanyak 44 kain kepala laki-laki dan 41 kain kepala perempuan, dengan total keseluruhan kain mencapai 526 lembar.

Kain-kain tersebut bukan sekadar benda bernilai ekonomi, melainkan memiliki nilai sejarah dan simbolik bagi masyarakat. Setiap kain memiliki nilai kesakralan tersendiri karena diwariskan secara turun-temurun antargenerasi. Pengumpulan kain untuk memenuhi kebutuhan pembayaran adat tersebut juga dilakukan dalam waktu yang tidak singkat, bahkan dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Prosesi dipimpin oleh Dewan Adat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), para ketua kampung, serta Kepala Distrik Klamono. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa prosesi adat menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat sekaligus menjadi ruang berkumpulnya para pemangku kepentingan adat dan pemerintahan.

Dalam sambutannya, Kepala Distrik Klamono menyampaikan bahwa kain memiliki sejarah panjang sebagai instrumen penyelesaian persoalan dan perdamaian dalam kehidupan masyarakat.

“Sebelum ada instansi keamanan, polisi atau tentara, dulu kain inilah yang mendamaikan kita.”

Pernyataan tersebut menggambarkan posisi kain timur tidak hanya sebagai benda budaya, tetapi juga sebagai bagian dari mekanisme sosial masyarakat dalam menjaga hubungan, menyelesaikan persoalan, dan memulihkan keseimbangan antarkelompok.

Pada kesempatan tersebut, Tim 20 Ekspedisi Patriot 2026 juga turut dilibatkan dalam prosesi dengan diajak membawa kain timur. Keterlibatan ini menjadi pengalaman langsung bagi Tim 20 untuk mengenal, menghargai, dan memahami praktik adat masyarakat Moi Klabra dari dekat.

Bagi Tim 20 Ekspedisi Patriot 2026 Universitas Brawijaya, kehadiran dalam upacara Pembayaran Harta Besar menjadi bagian dari proses pembelajaran sosial dan budaya selama menjalankan pengabdian di Klamono. Pengalaman tersebut sekaligus membuka ruang bagi tim untuk memahami bahwa pembangunan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari penghormatan terhadap pengetahuan, nilai, dan pranata adat yang hidup di tengah masyarakat.

Sumber: Dokumentasi Pribadi. Para keluarga dari pihak perempuan mengenakan Kain Timur
Sumber: Dokumentasi Pribadi. Foto para Tetua Adat dan keluarga memegang Kain Timur yang Sakral