Konten dari Pengguna

Tim Ekspedisi Patriot Inventarisasi Pengetahuan Lokal Suku Moi di Hutan Klawosom

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hasyidan Muhammad Radifan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Klamono, 20 September 2026 — Tim 20 Ekspedisi Patriot 2026 Universitas Brawijaya di lokus Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, melaksanakan agenda Inventarisasi Pengetahuan Lokal bersama Bapak Yafet, selaku Tetua Kampung Klawosom, di kawasan Hutan Klawosom, Distrik Klamono, Minggu (20/9).

Kegiatan dilakukan dengan menyusuri kawasan hutan melalui aktivitas tracking untuk mengidentifikasi secara langsung berbagai tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat Suku Moi, sekaligus menggali pengetahuan lokal mengenai fungsi dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan langsung di dalam hutan menjadi bagian penting dalam memahami pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun dan melekat pada lingkungan tempat masyarakat hidup.

Dalam penelusuran tersebut, Tim 20 diperkenalkan pada sejumlah tumbuhan yang memiliki kegunaan bagi masyarakat, di antaranya tali ular, yang secara lokal dimanfaatkan sebagai bagian dari kebutuhan kesehatan; daun gatal, yang digunakan secara tradisional untuk membantu meredakan pegal dan pusing; serta bambu gasit, yang dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai peralatan tradisional seperti wadah korek, mangkuk, hingga tempat memasak air.

Pengetahuan mengenai tumbuhan tersebut tidak hanya berbicara mengenai fungsi suatu tanaman, tetapi juga menunjukkan hubungan erat masyarakat dengan hutan sebagai ruang hidup, sumber pengetahuan, dan bagian dari warisan budaya. Penelitian mengenai pengetahuan etnomedisin di Papua Barat juga menunjukkan bahwa pengetahuan mengenai tumbuhan obat banyak diperoleh melalui warisan orang tua dan pengalaman yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Bagi Bapak Yafet, hutan memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar sumber pemenuhan kebutuhan. Kecintaan terhadap hutan dan pengetahuan yang terkandung di dalamnya perlu terus dijaga agar tidak berhenti pada satu generasi.

“Kami mencintai hutan ini karena dari hutan kami belajar dan mendapatkan kehidupan. Pengetahuan yang ada di dalamnya jangan sampai hilang. Harus diwariskan kepada anak-anak dan generasi berikutnya, supaya mereka tetap mengenal dan menjaga hutan ini.”

Melalui kegiatan tersebut, Tim 20 tidak hanya melakukan inventarisasi jenis dan pemanfaatan tumbuhan, tetapi juga mendokumentasikan pengetahuan lokal sebagai bagian dari identitas dan kearifan masyarakat Suku Moi. Hasil inventarisasi diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam memahami potensi budaya dan ekowisata berbasis pengetahuan lokal di Kampung Klawosom, dengan tetap menempatkan masyarakat sebagai pemilik dan pewaris pengetahuan tersebut.

Sumber: Dokumentasi Pribadi. Foto Pak Yafet memotong Bambu Tui untuk korek api tradisional
Sumber: Dokumentasi Pribadi. Foto Tim 20 Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya 2026 bersama Tetua Kampung Klawosom di Hutan Klawosom