Konten dari Pengguna
Pemberdayaan Masyarakat dalam Bisnis Penginapan HAU Eco Lodges Citumang
9 Juli 2025 18:49 WIB
·
waktu baca 6 menit
Kiriman Pengguna
Pemberdayaan Masyarakat dalam Bisnis Penginapan HAU Eco Lodges Citumang
HAU Eco Lodges Citumang merupakan sebuah perusahaan hospitality. Pihak perusahaan memiliki tujuan utama untuk tetap memperhatikan pelestarian lingkungan dan ekonomi keberlanjutan.HAURA AZZAH SALSABILA
Tulisan dari HAURA AZZAH SALSABILA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Pembangunan merupakan suatu perencanaan yang membuka jalan untuk mewujudkan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat terkait pertumbuhan dalam bidang ekonomi dan pemberdayaan. Pemberdayaan masyarakat berawal dari hadirnya paradigma pembangunan yang berpusat pada masyarakat (Setiaman. 2023: 243). Pengertian mengenai pemberdayaan masyarakat sendiri menurut Margayaningsih (2017: 78), merupakan proses pembangunan sumber daya manusia atau masyarakat untuk menggali dan membentuk kemampuan pribadi, kreatifitas, kemampuan dan daya pikir, serta tindakan yang lebih baik dari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Dalam proses pembangunan yang berpusat pada masyarakat, tentunya masyarakat sebagai subjek pemberdayaan perlu dilibatkan dalam proses perumusan, pengambilan keputusan, pelaksanaan serta pemeliharaannya. Maka dari itu, untuk mendukung keberlangsungan program pembangunan serta pemberdayaan, dibutuhkan masyarakat yang memiliki kapasitas serta keinginan untuk hidup mandiri dan mampu melakukan kontrol terhadap proses pemberdayaan tersebut. Konsep pemberdayaan ini memerlukan modal utama berupa daya kreasi dan kreativitas masyarakat untuk mencapai tujuan pemberdayaan itu sendiri (Setiaman, 2023: 243).
Secara harfiah, pembangunan sendiri menurut Budiman (2010: 120) dalam Setiaman (2023: 244) sebenarnya memiliki dua unsur pokok, yaitu masalah materi yang dihasilkan dan dibagikan serta permasalahan manusia yang menjadi inisiator sebagai manusia pembangun. Pembangunan pada akhirnya ditujukan untuk pembangunan sumber daya manusia, agar menghasilkan manusia-manusia kreatif dalam berbagai aspek seperti psikologi, sosiologi, politik, antropologi, dan budaya, bukan sekadar aspek ekonomi saja (Setiaman, 2023: 244)
ADVERTISEMENT
Sektor pariwisata yang menjadi salah satu sub sektor ekonomi dan menjadi penghasil devisa negara, memiliki prioritas utama dalam membangun sumber daya manusianya, terutama masyarakat lokal yang nantinya akan banyak berinteraksi secara langsung dengan wisatawan, hal ini ditujukan untuk mencapai kesetaraan maupun kerjasama untuk saling menghargai dan memperkaya kehidupan (Baiquni, 2010:15 dalam Citra, 2017: 32). Pangandaran, Jawa Barat merupakan salah satu daerah pariwisata yang cukup menarik minat wisatawan manca daerah hingga mancanegara untuk berkunjung dan menikmati keindahan alamnya. Pangandaran merupakan wilayah pesisir yang memiliki risiko terkait lingkungan maupun keselamatan. Meskipun begitu, wilayah ini kedepannya dapat menjadi daerah pariwisata yang setara bahkan melampaui Bali jika pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan dengan semestinya, sehingga dapat meningkatkan kualitas masyarakat serta daerah yang lebih memadai, kreatif dan mandiri untuk bisa mengelola wilayahnya sendiri dengan baik.
ADVERTISEMENT
Salah satu sub sektor pariwisata, yaitu ekowisata, diharapkan dapat menstimulasi peningkatan kualitas daerah dan masyarakat lokal. Salah satu perusahaan di bidang perhotelan atau penginapan yang berdiri dengan konsep ekowisata, yaitu HAU Eco Lodges Citumang telah melaksanakan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan berkelanjutan, pengelolaan kebutuhan pangan menggunakan sumber daya lokal, membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat lokal, peningkatan kapasitas usaha melalui kerja sama dengan mitra lokal dan masyarakat sekitar, serta pelatihan keterampilan untuk mitra lokal.
HAU Eco Lodges Citumang sebagai Penginapan Eco Friendly
HAU Eco Lodges Citumang merupakan sebuah perusahaan hospitality dibawah naungan HAU Corpora yang berlokasi di Sukamanah, Bojong, Kec. Parigi, Kab. Pangandaran, Jawa Barat dengan konsep eco friendly yang cukup unik dan dapat menarik perhatian wisatawan berbagai daerah. Lokasi penginapan yang berada di area pemukiman warga dan tepat di hilir Sungai Citumang menjadikan penginapan ini sebagai salah satu destinasi wisata yang menghadirkan konsep wisata alam berbasis ramah lingkungan. Konsep eco friendly diadaptasi melalui pemilihan kontainer sebagai ruang kamar, hal ini dimaksudkan agar tidak merusak alam sekitar karena pembangunannya. Selain penggunaan kontainer, pihak HAU Eco Lodges Citumang tetap ingin melestarikan alam serta mendapatkan kesegaran alami dari lingkungan yang asri dengan tidak memotong pepohonan yang tumbuh di sekitar wilayah penginapan, terkecuali jika pohon tersebut telah mengganggu kenyaman dan berpotensi membahayakan wisatawan serta pekerja.
ADVERTISEMENT
Pihak perusahaan memiliki tujuan utama dalam pembangunan dan pengembangan bisnisnya untuk tetap memperhatikan pelestarian lingkungan yang berdampak pada ekonomi keberlanjutan masyarakat di wilayah bisnis. Pelestarian lingkungan merupakan sebuah visi dan bentuk dari sebuah kecintaan terhadap suatu hal yang dimiliki oleh pemilik perusahaan. Hal tersebut telah menciptakan satu langkah positif yang akan berdampak baik secara signifikan untuk kedepannya. Harapan dari hadirnya bisnis ini selain untuk pelestarian lingkungan, masyarakat di wilayah sekitar juga diharapkan dapat merasakan dampak yang positif, khususnya dari segi perekonomian.
Melibatkan Masyarakat Lokal dalam Operasional Penginapan
HAU Eco Lodges Citumang dalam upayanya mewujudkan tujuan pemberdayaan demi ekonomi keberlanjutan masyarakat lokal, memiliki beberapa strategi dalam pelaksanaannya. Strategi pertama tentunya sesuai dengan visi perusahaan, yaitu pelestarian lingkungan. Perusahaan berupaya untuk terus menjaga dan memelihara alam sekitar agar tidak merugikan pihak lainnya, terutama masyarakat lokal dan wisatawan. Selain pengelolaan lingkungan keberlanjutan, HAU Eco Lodges Citumang berupaya dalam memenuhi kebutuhan pangannya dengan menggunakan sumber daya pangan lokal yang tentunya dikelola oleh para petani lokal juga.
ADVERTISEMENT
Strategi berikutnya adalah pembukaan lapangan kerja dengan posisi sebagai pemandu wisata dan operasional penginapan, seperti admin atau resepsionis, serta karyawan bagian resto dan kafe. Mayoritas masyarakat lokal bekerja secara langsung di lapangan dan bertatap muka dengan para wisatawan. Hal ini bertujuan agar rasa memiliki dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan wisata dapat tercipta. Selain itu, posisi yang langsung berhadapan dengan wisatawan dapat membantu membangun ruang pertukaran budaya dan promosi nilai lokal.
Setelah membuka lapangan kerja, HAU Eco Lodges Citumang juga membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan mitra lokal, khususnya mitra yang memiliki fasilitas pariwisata, seperti water sport. Hal tersebut dilakukan karena perusahaan ingin memperluas jaringan bisnis dan audiens dengan membuka activation package, tanpa perlu mengeluarkan modal lebih untuk menambah fasilitas yang dibutuhkan serta perusahaan dapat berfokus pada pengelolaan penginapan saja. Sisi lainnya mitra lokal mendapatkan konsumen di luar jangkauannya dengan lebih mudah. Selain dengan mitra lokal, perusahaan juga mengizinkan masyarakat lokal untuk membuka usahanya di sekitar wilayah bisnis sebagai sumber ekonomi.
ADVERTISEMENT
Strategi terakhir, yaitu mengadakan pelatihan keterampilan untuk mitra lokal. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan keterampilan mitra lokal dalam bidang hospitality. Artinya, mitra lokal dilatih untuk menerima dan melayani tamu sesuai dengan standar perusahaan. Tujuan utama pelatihan ini tentunya untuk memberi kenyamanan dan pengalaman baik bagi wisatawan, selain itu citra baik dari perusahaan dan mitra lokal dapat tetap terjaga.
Direalisasikannya berbagai strategi tersebut telah membuktikan bahwasannya perusahaan sektor pariwisata dengan konsep ekowisata pun mampu untuk melakukan program pemberdayaan masyarakat dengan tujuan pembangunan daerah, terutama sektor pariwisatanya yang akan menjadi sumber ekonomi utama daerah. Melalui langkah-langkah kecil dan sifat kooperatif serta diiringi dengan konsistensi, tujuan utama dari pemberdayaan tersebut dapat semakin terwujud.
ADVERTISEMENT
Referensi
Citra, I. P. A. (2017). Strategi Pemberdayaan Mayarakat untuk pengembangan Ekowisata Wilayah Pesisir Di Kabupaten Buleleng. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(1), 31-41. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JISH/article/view/8484
Margayaningsih, D. I. (2018). Peran Masyarakat Dalam Kegiatan Pemberdayaan Di Desa. Publiciana, 11(1), 72-88.
Setiaman, A. (2023). Mewujudkan Citarum Harum Melalui Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Bantaran Sungai. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora, 5(3), 242-250. https://ejournal.lintasbudayanusantara.net/index.php/jkbh/article/view/174/119

