4 Hal yang Tak Diajarkan di Kampus, tetapi Ditemukan Penulis Saat Magang

mahasiswa semester 5 universitas muhammadiyah yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hawa Najwa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Awalnya, penulis mengira magang hanya soal datang pagi, menyelesaikan tugas, lalu pulang sore. Anggapan itu berubah setelah hampir tiga bulan penulis bekerja di KPBJ UMY.
Pada hari-hari pertama, penulis merasa canggung. Penulis belum memahami prosedur kerja maupun ritme kantor, dan sering ragu untuk bertanya. Namun, suasana yang hangat perlahan menghilangkan keraguan itu. Penulis diperlakukan sebagai anggota tim, bukan sebagai tamu. Dari sanalah keberanian untuk bertanya dan mencoba muncul.
Hal pertama yang paling terasa adalah disiplin dan tanggung jawab. Di kampus, tenggat kadang masih bisa dinegosiasikan. Di kantor, pekerjaan yang tertunda berarti menghambat orang lain. Penulis belajar mengatur waktu, bekerja dengan teliti, dan menyelesaikan tugas sampai tuntas.
Hal kedua adalah pengalaman praktis. Teori yang selama ini hanya dibaca penulis di ruang kuliah mulai terlihat penerapannya. Banyak hal yang dulu terasa abstrak kini lebih mudah dipahami, dan penulis semakin sadar pentingnya bekerja dengan cermat.
Ketiga, kemampuan komunikasi penulis meningkat. Karena bekerja dengan orang dari berbagai usia dan latar belakang, penulis harus menyampaikan pendapat dengan santun, menyimak arahan dengan saksama, dan menerima saran dengan lapang dada. Kini penulis memandang kritik sebagai jalan tercepat untuk berkembang.
Keempat, penulis menemukan teladan. Melihat langsung ketekunan, kesabaran, dan sikap saling membantu para pegawai memberi gambaran tentang sosok profesional yang ingin penulis jadi kelak. Beberapa nasihat sederhana yang mereka sampaikan saat bekerja bahkan lebih membekas daripada materi di kelas.
Perjalanan ini tentu tidak selalu mulus. Ada saat ketika penulis merasa pekerjaan terlalu banyak, dan ada pula saat ketika penulis berbuat salah lalu harus memperbaikinya. Namun, di lingkungan yang mau membimbing, kesalahan justru menjadi guru yang baik.
Menjelang berakhirnya masa magang, penulis merasa membawa pulang lebih dari sekadar sertifikat. Penulis memiliki kebiasaan kerja yang lebih rapi, rasa percaya diri yang lebih tinggi, dan kesadaran bahwa dunia kerja adalah tempat belajar yang tidak pernah berhenti.
Terima kasih kepada KPBJ UMY dan seluruh pihak yang telah menerima, membimbing, dan memberi ruang bagi penulis untuk bertumbuh. Bagi mahasiswa yang masih ragu untuk magang, jangan lewatkan kesempatan ini. Mungkin Anda tidak langsung menjadi ahli, tetapi Anda pasti pulang sebagai versi diri yang lebih siap.
