Konten dari Pengguna

Cryptocurrency, Easy atau Crazy?

Haidar Ali

Haidar Ali

Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga FIA UI & Founder Muslimove

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Haidar Ali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : pixabay.com

Pendahuluan

Perkembangan zaman saat ini tentu mendorong perkembangan teknologi yang semakin maju, pada tahun 2009 seseorang atau sekelompok orang yang dinamai sebagai Satoshi Nakamoto menciptakan sebuah perangkat lunak dengan sistem terbuka yang menggunakan jaringan peer-to-peer, sistem ini dibuat karena ketidakpercayaan terhadap sistem keuangan dunia yang tersentralisasi oleh sebuah negara maupun lembaga maka cita-cita tersebut mewujudkan suatu mata uang digital yang disebut sebagai bitcoin, mata uang digital ini pada awalnya memang tidak diminati oleh siapapun hingga pada suatu saat bitcoin menjadi populer dan harga per satu bitcoin pun terus meningkat dengan puncaknya pada tahun 2021 harga bitcoin mencapai hampir 65.000 Dolar AS atau setara dengan Rp 942,000,000,- (kurs 14,500) tentu dengan harga 1 bitcoin yang terus meningkat banyak investor terus berburu berbagai cryptocurrency lainnya (biasa disebut sebagai altcoin) hingga saat ini telah banyak sekali pilihan investasi cryptocurrency karena menurut data pada laman coinmarketcap.com bahwa terdapat 10.467 coin yang beredar dengan total kapitalisasi pasar sebesar $1.530.855.804.685

Cryptocurrency di Indonesia

di Indonesia sendiri cryptocurrency tidak dianggap sebagai suatu mata uang yang sah sebagai alat pembayaran melainkan hanya sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan melalui sebuah wadah yang disebut sebagai crypto exchange dan fungsi dari crypto exchange di indonesia hanya sebatas penjualan dan pembelian aset kripto dan bukan sebagai tempat untuk melakukan pembayaran. hal ini telah diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) nomor 5 tahun 2019 tentang ketentuan teknis penyelenggaraan pasar fisik aset kripto di bursa berjangka, selain itu dengan peraturan yang ada di Indonesia cryptocurrency tidak hanya terhalang fungsi utamanya sebagai alat pembayaran namun juga dibatasi jenis cryptocurrency yang dapat diperdagangkan hal ini tertuang pada Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 7 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto, dimana hanya terdapat 299 cryptocurrency yang diperbolehkan diperdagangkan di Indonesia. tentu dengan keterbatasan ini, masyarakat indonesia hanya dapat melakukan kegiatan Investasi & Trading cryptocurrency. namun dibalik keterbatasan ini, justru antusias masyarakat terhadap cryptocurrency masih dapat dibilang cukup tinggi karena menurut laman cnbcindonesia.com jumlah investro crypto di indonesia mencapai 4,2 Juta jiwa yang tentu angka ini cukup besar dan hampir sebanding dengan jumlah investor saham di Indonesia, selain itu, menurut data dari databooks.katadata.co.id yang bersumber dari globalwebindex diketahui bahwa jumlah pemegang aset kripto di indonesia cukup besar karena pada kuartal 2 tahun 2019 saja 10% dari seluruh pengguna internet di Indonesia memiliki aset kripto, angka ini tertinggi ke 5 setelah Filipina, Nigeria, Thailand dan Argentina.

Gelembung Investasi Cryptocurrency & Economic Narrative dibaliknya

Di tahun 2021 banyak sekali investor crypto baru di Indonesia, pertumbuhan investor ini tentu bukan tanpa sebab, melainkan karena kesuksesan investor terdahulu dalam menghasilkan keuntungan dari investasi cryptocurrency dengan kata lain kenaikan harga koin yang fantastis menggiurkan para investor untuk ikut berinvestasi di cryptocurrency. namun dibalik meningkatkan harga beberapa crypto ini terdapat beberapa faktor antara lain ciutan elon musk (pendiri tesla & space X) di twitter. Pada bulan februari elon mengumumkan telah membeli bitcoin senilai 1.5 Miliar dolar AS dan tesla akan menerima bitcoin sebagai alat pembayaran dan sesaat kemudian harga bitcoin meningkat hingga 17% dan terus meningkat begitupun dengan cuitan dan ‘ulah’ elon lainnya yang mempengaruhi kenaikan dan penurunan harga bitcoin dalam waktu yang singkat. Namun perlu diketahui bahwa kenaikan dan penurunan harga bitcoin dan cryptocurrency lainnya sejatinya tidak dapat dikontrol oleh pihak manapun hal ini murni dari mekanisme pasar namun untuk mengetahuinya lebih lanjut, dapat dijelaskan dari teori Ekonomi Naratif yang dikembangkan oleh Robert Shiller dimana teori ini menjelaskan bahwa narasi-narasi yang populer di tengah masyarakat dapat memainkan pergerakan ekonomi. dan kejadian “ekonomi naratif” telah terjadi jauh sebelum bitcoin dan cryptocurrency terkenal, seperti bagaimana para investor di US terpaut untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan dot com hingga pada saatnya perusahan-perusahan yang telah didanai ini tidak dapat bertahan serta tidak berperforma baik hingga peningkatan harga saham perusahaan internet tersebut berada di puncaknya lalu perlahan menurun dan para investor merugi hingga Triliunan US Dollar tentu hal ini merupakan suatu sejarah pembuktian ekonomi naratif. Maka, jika kita melihat hal ini pada cryptocurrency kita dapat mengetahui bahwa terdapat suatu narasi berupa janji mengenai bitcoin dan seluruh cryptocurrency merupakan masa depan manusia dan suatu janji mengenai bagaimana sistem keuangan tidak lagi kuno dan bertransformasi ke era digital, tentu janji-janji ini dapat menjadi ketertarikan tersendiri para investor untuk berinvestasi di cryptocurrency serta dorongan para investor, akademisi dan berbagai aktor yang merasa mendapatkan keuntungan dari cryptocurrency ini menyebabkan narasi baik crypto tersebar secara masif. namun masifnya narasi di masyarakat tidak diimbangi dengan pengetahuan masyarakat atas apa yang diinvestasikannya tersebut, para investor dan masyarakat sulit untuk menganalisis crypto secara fundamental maka para investor tersebut mencari sosok panutan untuk menjadi pegangan mereka dalam berinvestasi, sosok tersebut (dan mungkin sosok yang terkuat) adalah elon musk, seorang pengusaha sukses yang termasuk orang terkaya di dunia. selain itu, bias perilaku serta FOMO (fear of missing out) yang dialami investor menyebabkan keputusan keputusan investasi yang dilakukan oleh investor tersebut dapat tergolong pada keputusan yang tidak rasional. maka saat ini kita sebagai masyarakat serta investor harus dapat berhati hati karena bisa jadi investasi pada aset crypto sudah berada pada tingkatan tertingginya yang bisa jadi kapanpun dapat terjatuh dan menyebabkan kerugian yang besar walaupun memang optimisme para pesohor seperti elon musk dan lain sebagainya tetap baik untuk menjaga nilai dari bitcoin namun tetap saja sebagai investor kita harus tetap rasional dalam keputusan berinvestasi.

Mudah dan Gilanya Investasi Cryptocurrency

Yang terakhir pada pembahasan kali ini, apakah seorang investor khususnya investor milenial yang mungkin pengalaman dan ilmu terbatas dapat mudah dalam berinvestasi di cryptocurrency? untuk menjawab hal ini tentu setiap individu harus mengukur bagaimana pengetahuannya mengenai investasi dan bagaimana tekatnya dalam belajar. karena sesungguhnya cryptocurrency merupakan suatu instrumen investasi yang sangat baru dan masih memiliki potensi perkembangan di kemudian hari, maka agar tidak ‘gila’ dalam berinvestasi di aset crypto ini para investor harus terlebih dahulu belajar mengenai bagaimana cryptocurrency bekerja, bagaimana keuntungan didapatkan serta bagaimana mengelola keuangan yang baik. selain itu, investor harus terus mempertahankan rasionalitasnya dalam berinvestasi dan sebaik mungkin menjauhi diri dari bias-bias perilaku dan FOMO agar keputusan investasi dapat tepat dan menghasilkan keuntungan bagi investor dengan cara cara ini maka investasi pada cryptocurrency dapat dijalani dengan mudah.

Daftar Pustaka

  1. https://kolom.kontan.co.id/news/cryptocurrency-investasi-atau-spekulasi

  2. https://finance.detik.com/fintech/d-5374307/bitcoin-legal-atau-ilegal-di-ri

  3. https://finance.detik.com/fintech/d-5375201/serba-serbi-bitcoin-di-ri

  4. https://www.cnbcindonesia.com/market/20210420080336-17-239122/meledak-investor-kripto-ri-capai-42-juta-kalahkan-saham

  5. https://www.imf.org/external/pubs/ft/fandd/2020/03/book-review-narrative-economics-portes.htm

  6. https://www.businessinsider.in/cryptocurrency/news/elon-musk-hints-that-tesla-may-dump-its-billion-dollar-bitcoin-investment/amp_articleshow/82699553.cms

  7. https://timesofmalta.com/articles/view/understanding-market-irrationality.836960

  8. https://www.youtube.com/watch?v=k9lZLf3Kz6k