Tim PKM UNPAM Ajak Siswa Kelola Uang Saku lewat Smart Money Habits

Halo, this is Helda. Mahasiswi program studi Ekonomi Syariah Universitas Pamulang.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Helda Septi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Parung, Bogor – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA Al-Ashriyyah Nurul Iman, Desa Warujaya, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada 21 September 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Generasi Smart Money Habits sesuai Prinsip Syariah pada Remaja Sekolah Menengah” yang diikuti 44 peserta dari jurusan IPS. Kegiatan didampingi oleh dosen pembimbing ibu Fitri Sagantha, S.E.Sy., M.E., bersama lima mahasiswa, yakni Anjaz Saputra, Ahmad Luky Hikmaludin, Helda Septi Ihsani, Niswatul Fadhilah Pulungan, dan Salman Al Farisi.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari pihak SMA Al-Ashriyyah Nurul Iman dan dosen pendamping, serta penyerahan plakat secara simbolis. Sebelum memasuki materi, peserta mengerjakan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mengenai literasi keuangan syariah.
Setelah pre-test, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh mahasiswa. Materi berfokus pada kebiasaan mengelola uang secara cerdas dengan tetap memperhatikan prinsip syariah. Uang saku mungkin terlihat sederhana bagi seorang pelajar. Namun, dari uang yang jumlahnya terbatas itu, siswa belajar menentukan pilihan mana yang perlu dibeli, mana yang bisa ditunda, dan berapa yang sebaiknya disimpan atau dibagikan kepada orang lain.
Peserta diajak membahas perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, mengenal konsep israf dan tabdzir dalam penggunaan harta, serta menerapkannya melalui kebiasaan sederhana seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, menyisihkan uang untuk tabungan sebelum berbelanja, menghindari utang untuk kebutuhan yang tidak perlu, serta membiasakan sedekah meskipun dengan jumlah kecil.
Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Peserta juga mengikuti simulasi perencanaan pengelolaan uang saku menggunakan lembar kerja yang telah disiapkan oleh tim PKM.
Dalam simulasi, tim PKM memperkenalkan metode “3 Amplop Syari’ah,” peserta diajak berlatih mengalokasikan uang berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas. Melalui simulasi tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga berlatih membuat keputusan sederhana dalam menggunakan uang.
Peserta juga diajak mempertimbangkan beberapa hal sebelum membeli sesuatu, seperti apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan, apakah uang yang tersedia mencukupi, apa tujuan keuangan yang sedang dijalankan, dan apakah keputusan tersebut sesuai dengan prinsip syariah.
Setelah simulasi, peserta mengikuti kuis interaktif untuk menguji kembali pemahaman mereka. Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan pengelolaan keuangan di era digital, termasuk pengenalan konsep riba dan gharar serta kaitannya dengan layanan seperti paylater dan pinjaman online. Pembahasan diarahkan pada pengenalan risiko serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan produk keuangan.
Sebelum memasuki evaluasi akhir, peserta mengikuti ice breaking sebagai jeda setelah beberapa sesi pembelajaran. Setelah itu, peserta mengerjakan post-test untuk melihat pemahaman setelah mengikuti rangkaian kegiatan.
Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai peserta meningkat dari 83,71 pada pre-test menjadi 87,88 pada post-test. Dengan demikian, rata-rata nilai peserta meningkat sebesar 4,17 poin. Evaluasi kegiatan juga dilakukan melalui pengamatan terhadap partisipasi peserta serta sesi tanya jawab selama kegiatan berlangsung.
Dosen pembimbing kegiatan, Fitri Sagantha, menekankan pentingnya membangun kebiasaan mengelola uang sejak usia remaja agar uang yang dimiliki dapat digunakan untuk kebutuhan dan tujuan yang lebih terencana.
“Kegiatan ini diharapkan akan sangat bermanfaat untuk kalian semua. Bagaimana cara mengelola uang dengan bijak di masa-masa remaja, jangan sampai uangnya habis begitu saja. Uang bisa dimanfaatkan untuk nanti berinvestasi, melanjutkan sekolah, dan pastinya sesuai dengan prinsip syariah,” ujar Fitri Sagantha.
Melalui kegiatan tersebut, tim PKM memperkenalkan pengelolaan uang yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan menggunakan dan menyimpan uang, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai syariah.
“Belanja dengan sadar, menabung dengan tujuan, dan berbagi dengan ikhlas,” ujar Helda Septi Ihsani.
Kegiatan ditutup dengan doa dan penutupan bersama. Edukasi tersebut diharapkan menjadi pengalaman bagi peserta untuk mulai membangun kebiasaan mengelola uang secara lebih terencana dan disiplin sejak usia sekolah dengan tetap mempertimbangkan nilai-nilai syariah.
