Konten dari Pengguna

Malu Bertanya, Sesat di Jalan: Mengapa Kita Takut Bertanya?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Helga Aullia Maren tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasa malu membuat kita malu bertanya

“Malu bertanya, sesat di jalan.” Kalian pernah tidak sedang berada di tempat yang tidak dikenal, tetapi tetap memilih berjalan terus karena merasa malu bertanya? Dahulu, peribahasa ini sering digunakan untuk mengajarkan seseorang agar tidak malu dan ragu untuk bertanya.

Biasanya, situasi seperti ini tidak hanya terjadi ketika tersesat. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga pernah mengalami hal yang sama, misalnya ketika kita tidak memahami penjelasan dosen, tidak mengetahui tempat lokasi, atau bingung ketika harus melalukan sesuatu. Sebenarnya ingin bertanya, tetapi karena ada rasa ragu yang membuat kita memilih diam.

Ilustrasi orang tersesat karena malu bertanya. Ilustrasi: dibuat dengan bantuan (AI)

Lalu, mengapa kita bisa merasa takut untuk bertanya?

Menurut saya, salah satunya ialah kekhawatiran terhadap penilaian orang lain. Kita pasti akan berpikir "Nanti kalau pertanyaanku dianggap tidak masuk akal gimana?", "Aku takut ketawain", atau "Kalau orang mikirnya aku tidak paham, gimana?".

Dalam psikologi, kekhawatiran terhadap kemungkinan mendapat penilaian negatif dikenal sebagai fear of negative evaluation (FNE). Penelitian menunjukkan bahwa ketakutan terhadap penilaian negatif memiliki hubungan yang kuat dengan kecemasan dalam interaksi sosial. Yang artinya, ketika seseorang berlebihan dalam memikirkan bagaimana dirinya akan dinilai oleh orang lain, situasi sosial sederhana pun bisa terasa lebih menegangkan. Termasuk ketika harus mengangkat tangan dan bertanya di depan kelas atau menghampiri seseorang untuk menanyakan arah.

Ilustrasi seseorang yang malu bertanya kepada orang lain. Ilustrasi: dibuat dengan bantuan (AI)

Hal ini menunjukkan bahwa rasa takut bertanya bukan berarti seseorang tidak memiliki rasa ingin tahu. Bisa saja sebenarnya orang itu ingin mendapatkan informasi, tetapi rasa khawatir terhadap respons dan penilaian orang lain membuatnya memilih diam.

Padahal, ketika kita bertanya merupakan bagian penting dalam proses belajar dan berkomunikasi. Tidak mengetahui sesuatu hal bukan berarti kita bodoh. Justru dengan bertanya, kita mempunyai kesempatan untuk mendapatkan informasi yang sebelumnya tidak kita ketahui.

Jadi, dalam peribahasa “malu bertanya sesat di jalan” sebenarnya masih relevan sampai sekarang. Bukan hanya sekedar soal tersesat secara harfiah, tetapi juga tentang bagaimana rasa takut dan malu dapat membuat kita kehilangan kesempatan untuk mendapatkan informasi.