Konten dari Pengguna

Ada Versi Diri Kita yang Hanya Hidup dalam Kenangan Orang Lain

Helmi Shihab A

Helmi Shihab A

Mahasiswa Ilmu Komunikasi - Universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Helmi Shihab A tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseorang yang berjalan meninggalkan siluet-siluet dirinya, melambangkan berbagai versi diri yang masih hidup dalam kenangan orang lain. (Foto: Ilustrasi AI)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang yang berjalan meninggalkan siluet-siluet dirinya, melambangkan berbagai versi diri yang masih hidup dalam kenangan orang lain. (Foto: Ilustrasi AI)

Pernahkah terpikir bahwa di luar sana, ada seseorang yang masih mengingat kita sebagai pribadi yang dulu?

Mungkin ada teman masa kecil yang masih mengenang kita sebagai anak yang pendiam. Ada teman sekolah yang mengingat kita sebagai orang yang selalu datang lebih awal. Ada seseorang yang masih mengingat tawa kita, cara kita berbicara, atau kebiasaan-kebiasaan kecil yang bahkan sudah lama kita tinggalkan.

Sementara itu, kita sendiri sudah berubah.

Semakin bertambah usia, saya mulai menyadari bahwa setiap orang sebenarnya mengenal versi diri kita yang berbeda. Bukan karena kita berpura-pura menjadi orang lain, melainkan karena setiap orang hadir dalam waktu yang berbeda di kehidupan kita.

Orang yang mengenal kita sepuluh tahun lalu tentu akan memiliki kenangan yang berbeda dengan orang yang baru mengenal kita hari ini.

Saya rasa tidak ada satu orang pun yang benar-benar mengenal seluruh perjalanan hidup kita. Mereka hanya mengenal bagian-bagian tertentu, sesuai waktu ketika mereka hadir.

Mungkin itulah mengapa ketika bertemu teman lama, mereka sering berkata, “Kamu masih sama.”

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun, di dalam hati saya sering berpikir, “Sebenarnya saya sudah banyak berubah.”

Ada banyak pengalaman yang tidak mereka lihat. Ada kegagalan yang mengubah cara saya memandang hidup. Ada pertemuan yang mengajarkan arti menghargai orang lain. Ada kehilangan yang membuat saya lebih berhati-hati. Semua itu perlahan membentuk diri saya menjadi pribadi yang berbeda.

Namun, bagi mereka, saya mungkin masih orang yang sama seperti bertahun-tahun lalu.

Semakin saya memikirkannya, semakin saya menyadari bahwa setiap orang membawa kenangannya sendiri tentang diri kita.

Di ingatan seseorang, mungkin kita masih menjadi anak yang ceria.

Di ingatan orang lain, kita adalah teman yang selalu mendengarkan.

Bagi yang lain lagi, kita mungkin hanya seseorang yang pernah lewat sebentar dalam hidup mereka.

Tidak ada satu pun yang salah.

Karena setiap kenangan lahir dari waktu yang berbeda.

Yang menarik, hal yang sama juga kita lakukan kepada orang lain.

Kadang kita masih mengingat seseorang seperti saat pertama kali mengenalnya. Kita lupa bahwa selama bertahun-tahun, mereka mungkin telah berubah, bertumbuh, bahkan menjadi pribadi yang sangat berbeda dari yang kita bayangkan.

Tanpa sadar, kita semua menyimpan versi lama dari orang-orang yang pernah hadir dalam hidup kita.

Mungkin itulah yang membuat sebuah pertemuan setelah sekian lama terasa begitu unik. Kita datang dengan membawa versi diri yang baru, sementara orang lain masih menyimpan kenangan tentang versi diri kita yang lama.

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa kita tidak bisa mengendalikan bagaimana orang lain mengingat kita.

Dan mungkin memang tidak perlu.

Karena setiap orang berhak menyimpan kenangannya sendiri. Ada yang mengenang kita sebagai teman masa kecil, ada yang mengenang kita sebagai rekan belajar, ada pula yang hanya mengingat satu percakapan singkat yang pernah terjadi bertahun-tahun lalu.

Sementara itu, kita akan terus berjalan, terus berubah, dan terus menjadi versi diri yang baru.

Namun di suatu tempat, mungkin masih ada seseorang yang sesekali mengingat versi diri kita yang bahkan sudah hampir kita lupakan.

Dan mungkin, tanpa kita sadari, kita pun melakukan hal yang sama kepada orang lain.