4 Bahan Celana Dalam yang Mudah Menyerap Keringat dan Air

Hello Ladies
Kumpulan berita dan informasi terkini seputar wanita, gaya hidup, kecantikan, dan karier.
Konten dari Pengguna
13 Maret 2023 14:42 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Hello Ladies tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bahan Celana Dalam yang Mudah Menyerap Keringat dan Air. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bahan Celana Dalam yang Mudah Menyerap Keringat dan Air. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Dalam memilih celana dalam, pastikan kamu menggunakan bahan celana dalam yang mudah menyerap keringat dan air.
ADVERTISEMENT
Vulva adalah area yang sangat sensitif dan halus, mirip dengan bibir. Oleh sebab itu, kamu harus memperlakukan vulva dengan lembut.
Menggunakan bahan yang tidak menyerap keringat akan membuat area vulva lembap, sehingga jadi tempat jamur berkembang biak.
Jadi, hindari bahan-bahan sintetis seperti nilon dan spandeks. Sebaliknya, gunakanlah bahan celana dalam di bawah ini.

Bahan Celana Dalam yang Mudah Menyerap Keringat dan Air

Bahan Celana Dalam yang Mudah Menyerap Keringat dan Air. Foto: Shutterstock
Berikut beberapa bahan celana dalam yang mudah menyerap keringat dan air.

1. Katun

Dari semua bahan celana dalam yang direkomendasikan, katun adalah terbaik. Katun adalah kapas alami dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
Kain alami seperti katun sangat breathable dan memungkinkan sirkulasi udara ke area kelamin. Kain katun merupakan pilihan yang baik untuk penggunaan sehari-hari, baik saat cuaca panas atau dingin.
ADVERTISEMENT

2. Poliamida

Poliamida adalah serat sintetis yang kerap digunakan untuk bahan celana dalami. Poliamida adalah salah satu yang terkuat dari semua serat tekstil mentah, bahkan saat basah.
Poliamida jauh lebih elastis dibandingkan dengan serat alami lainnya. Perawatan kain ini juga mudah, tidak luntur seperti poliester dan katun, dan jarang kusut.
Poliamida pun sangat lembut di kulit, dan memiliki daya tahan yang baik terhadap sebum dan kelembapan.

3. Modal

Kain modal diekstraksi dari pulp pohon beech yang diproses dengan baik. Modal adalah versi viscose yang alami dan ramah lingkungan.
Modal muncul sebagai alternatif pengganti katun karena sifat kainnya juga sangat lembut, halus, dan menyerap kelembapan.
Jika konstruksi kainnya bagus, modal pun dapat memberikan sirkulasi udara yang lebih baik daripada katun.
ADVERTISEMENT

4. Sutra

Sebenarnya, sutra adalah kain yang cukup mewah untuk membuat celana dalam biasa. Tapi sutra dapat menempel di kulit dengan mulus dan terasa ringan dipakai sehari-hari.
Celana dalam dari sutra memungkinkan kamu melakukan aktivitas apa pun tanpa rasa tidak nyaman. Celana dalam sutra mewah juga praktis dan terlihat cantik.
Selain itu, kain sutra juga membiarkan udara mengalir, menghilangkan kelembapan dari kulit dengan membiarkannya menguap.
Sutra juga secara alami merupakan hipoalergenik, anti jamur dan anti bakteri. Jadi, sutra adalah pilihan ideal kalau kamu cari bahan celana dalam yang nyaman sekaligus mewah.

Thong untuk Wanita, Buruk atau Baik?

Celana dalam. Foto: Unsplash
Thong adalah salah satu model celana dalam yang selalu diasumsikan tidak baik untuk kesehatan area bawah. Tapi, benarkah demikian?
ADVERTISEMENT
Mengutip Healthline, ternyata belum ada penelitian yang menemukan bukti bahwa thong menyebabkan vaginitis, vaginosis bakterial, atau infeksi saluran kemih, tiga masalah utama yang sering dialami wanita.
Lingkungan mikro kulit vulva tidak berubah sama sekali karena model celana dalam. Celana dalam juga tidak berpengaruh pada pH kulit, iklim mikro, atau mikroflora aerobik.
Namun, thong dapat memperparah kondisi iritasi jika area bawahmu memang sudah iritasi sebelumnya. Khususnya wanita yang telah mencukur habis rambut kemaluan mereka, thong mungkin bisa bikin lecet karena tidak ada penghalang antara kulit dan pakaian dalam.
Nah, itulah pembahasan lengkap soal bahan celana dalam dan mitos thong yang sering beredar selama ini. Semoga membantu, ya!
(DEL)