Konten dari Pengguna

5 Ciri-Ciri Jerawat Hormon dan Cara Mengatasinya, Yuk Pelajari!

Hello Ladies

Hello Ladies

Kumpulan berita dan informasi terkini seputar wanita, gaya hidup, kecantikan, dan karier.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hello Ladies tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-Ciri Jerawat Hormon Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ciri-Ciri Jerawat Hormon Foto: Shutterstock

Salah satu ciri ciri jerawat hormon biasanya tidak hanya muncul di wajah, tetapi juga muncul di punggung kamu. Jerawat hormon hampir sama dengan jerawat pada umumnya, namun jerawat hormon memberikan ciri-ciri yang berbeda dan bisa terjadi di segala usia, lho.

Meskipun, banyak orang berpikir bahwa jerawat hormon merupakan fluktuasi hormon yang terjadi selama masa pubertas. Faktanya, jerawat hormonal dapat memengaruhi orang dewasa dari segala usia, khususnya para wanita. Sejumlah faktor dapat menyebabkan datangnya jerawat hormon, seperti menstruasi dan menopause.

Nah, untuk mengetahui ciri-ciri apa yang membedakan jerawat hormon dengan jerawat biasa. Hello Ladies sudah menyiapkan informasinya beserta bagaimana cara mengatasi jerawat hormon pada tubuhmu. Penasaran? Simak selengkapnya di bawah!

Ciri Ciri Jerawat Hormon

Dikutip dari Aphoteco Pharmacy Group, berikut ciri-ciri jerawat hormon yang bisa terjadi pada area tubuhmu:

1. Muncul di usia dewasa

Ciri-ciri pertama yang menandakan bahwa kamu terkena jerawat hormon ialah muncul setelah masa remajamu. Dilansir American Academy Of Dermatology, jerawat hormon biasanya terjadi pada orang-orang di usia 20 hingga 49 tahun.

Ketidakseimbangan hormon yang dialami saat dewasa dapat menyebabkan jerawat yang mulai berdatangan di area tubuhmu. Selain itu, ada faktor genetik yang bisa memengaruhi munculnya jerawat hormon.

2. Punggungmu mulai muncul jerawat

Jerawat hormon tidak hanya terjadi pada area wajahmu. Jerawat ini akan muncul di area tubuhmu, yang paling umum terjadi di bagian punggungmu. Jika kamu mengalami ini, kamu akan menemukan bahwa ada papula atau kista yang sedang meradang pada area folkulitismu.

3. Jerawat mulai muncul di area pipi, dagu, dan rahang

Ketika kamu mengalami jerawat hormon saat masa purbertas, biasanya jerawat tersebut akan muncul di T-Zone. Namun, saat kamu sudah memasuki usia dewasa, biasanya jerawat hormon akan mulai bermunculan di area pipi, dagu, dan rahangmu.

Bagi kamu yang mengalaminya, biasanya jerawat hormon berupa komedo, whiteheads, dan jerawat kecil yang muncul di kepala atau sering disebut sebagai kista. Kista terbentuk jauh di bawah kulit dan tidak menonjol di permukaan. Benjolan ini sering terasa lembut saat disentuh.

4. Jerawat akan terasa menyakitkan

Jerawat hormon berbeda dengan jerawat biasa. Biasanya jerawat hormon akan muncul berupa komedo putih, komedo hitam dan jerawat kistik.

Jerawat hormon biasanya akan terasa lembut saat disentuh karena di dalamnya terdapat penumpukan minyak yang meradang selama beberapa hari. Oleh karena itu, dibutuhkan skin care dan perawat kulit yang tepat untuk menghilangkan jerawat hormon.

5. Jerawat akan muncul bersiklus

Jerawat hormon yang terjadi secara ringan, biasanya disebabkan oleh masa menstruasi yang terjadi pada wanita. Sebagian besar wanita akan mengalaminya beberapa hari sebelum masa menstruasi ataupun muncul 2 minggu sebelum ovulasi. Untuk kasus tertentu, biasanya masalah jerawat hormon bisa terjadi sepanjang waktu dan memburuk di masa menstruasi.

Ilustrasi Tea Tree Oil. Sumber: Unsplash.

Cara Mengobati Jerawat Hormonal

Dilansir Healthline, perawatan kulit secara alami biasanya bebas dari efek samping yang bisa disebabkan oleh bahan kimia pada skin care. Tetapi, bahan alami mungkin tidak seefektif produk perawat kulitmu. Namun, kamu bisa tetap mencobanya dengan menggunakan beberapa bahan, seperti:

• Tea Tree Oil

Tea tree oil dapat mengurangi peradangan yang disebabkan oleh jerawat. 5% tea tree oil topikal dapat meredakan gejala jerawat yang ringan hingga sedang.

Tea tree oil banyak tersedia di dalam kandungan produk perawatan kulit, seperti pembersih dan toner wajah. Kamu juga dapat menggunakan minyak esensial tea tree oil sebagai pengobatan jerawatmu.

Sebelum menggunakannya, penting untuk melakukan tes kecocokan pada kulit sebelum menggunakan minyak esensial tea tree oil. Untuk melakukan ini, oleskan tea tree oil pada lengan tangan bawah kamu. Jika kamu tidak mengalami iritasi atau peradangan dalam waktu 24 jam, tea tree oil aman untuk digunakan pada area tubuh lainnya.

• Asam Alfa Hidroksi (AHA)

Asam Alfa Hidroksi (AHA) adalah asam tanaman yang sebagian besar berasal dari buah jeruk. AHA dapat membantu menghilangkan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Cocok untuk kamu yang memiliki kulit jerawat hormon. Biasanya, kandungan AHA dapat ditemukan di skin care seperti serum dan krim.

• Teh Hijau

Teh hijau dikenal untuk mengurangi peradangan dalam tubuh. Kamu bisa mempertimbangkan untuk minum beberapa cangkir teh hijau setiap harinya untuk mengatur hormon pada tubuhmu.

(MMA)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana mengatasi jerawat hormon?

chevron-down

Jerawat hormon biasanya disebabkan karena hormon dalam tubuh kamu tidak seimbang. Untuk mengatasinya, kamu perlu menyembuhkan dari dalam dan dari luar, seperti mengonsumsi makanan bergizi, mengonsumsi vitamin, dan juga merawat wajah dengan skincare terbaik.

Makanan apa saja yang bisa menyebabkan jerawat hormon?

chevron-down

Jerawat bisa cepat muncul karena kamu mengonsumsi makanan cepat saji, olahan susu, dan makanan yang tinggi lemak.

Apakah jerawat hormon bisa hilang?

chevron-down

Bisa, namun jerawat hormon bisa muncul lagi ketika kamu mengalami siklus menstruasi atau menopause.