Apa Itu Non Comedogenic pada Skincare? Ini Penjelasan dan Daftar Bahannya

Kumpulan berita dan informasi terkini seputar wanita, gaya hidup, kecantikan, dan karier.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hello Ladies tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat membeli produk skin care, biasanya terdapat label non comedogenic. Biasanya produk skin care non comedogenic direkomendasikan untuk pemilik kulit sensitif dan berjerawat. Namun, sebenarnya apa itu non comedogenic?
Agar lebih expert dalam merawat wajah, simak uraian non comedogenic di bawah ini.
Apa Itu Non Comedogenic pada Produk
Produk non comedogenic adalah produk yang tidak menyebabkan penyumbatan pori (komedo) dan jerawat. Istilah non comedogenic digunakan untuk mendeskripsikan produk perawatan kulit dan kosmetik.
Jika kamu memiliki kulit berjerawat, komedo, atau pori-pori yang rentan tersumbat, menggunakan produk perawatan kulit dan kosmetik non comedogenic mungkin dapat membantu mengurangi jumlah jerawatmu.
Namun, perlu diingat bahwa non comedogenic adalah istilah yang digunakan oleh produsen produk skin care. Tidak ada definisi Food and Drug Administration (FDA) tentang istilah non comedogenic dan tidak ada standar medis untuk produk yang menggunakannya. Artinya manfaat bahan-bahan tersebut belum terbukti.
Penting juga untuk diingat bahwa produk yang mengandung bahan non comedogenic sebenarnya masih dapat menyumbat pori-pori, karena ketika bahan-bahan non comedogenic dikombinasikan, bisa jadi sifatnya berubah menjadi comedogenic.
Jika kamu tidak yakin produk non comedogenic mana yang harus kamu coba, kamu bisa konsultasikan kepada dokter kulit.
Daftar Bahan-bahan Noncomedogenic
Menurut Medical News Today, ada ratusan bahan berpotensi non comedogenic. Beberapa bahan yang diketahui bersifat non comedogenic atau rendah comedogenic adalah sebagai berikut:
aloe vera
witch hazel
rose water
vitamin C
vitamin E
niacinamide
allantoin
silicones, seperti dimethicone
glycerin
cetearyl alcohol
polyethylene glycol
sodium hyaluronate, formulasi dari hyaluronic acid
carmine
Daftar Bahan-bahan Comedogenic
Ada pula bahan-bahan yang bersifat comedogenic. Masih menurut Medical News Today, sebagian besar informasi yang dimiliki ahli dermatologi tentang bahan comedogenic berasal dari studi tahun 1984 pada kelinci.
Para peneliti menemukan bahwa bahan-bahan berikut berpotensi menyebabkan komedo:
isopropyl palmitate
isopropyl isostearate
butyl stearate
isostearyl neopentanoate
myristyl myristate
decyl oleate
octyl stearate
octyl palmitate
isocetyl stearate
propylene glycol-2 (PPG-2)
lanolin, hasil dari wool
coal tar derivatives, seperti D&C red dyes
Karena penelitian ini sudah tua dan melibatkan hewan, bukan manusia, maka tidak jelas apakah temuannya berlaku untuk kulit manusia.
Terdapat pula penelitian lain menyatakan bahwa bahan-bahan berikut mungkin bersifat comedogenic:
turunan petroleum, seperti petrolatum dan mineral oil
oleic acid, komponen utama olive oil
cocoa butter, menurut studi observasi tahun 2019
sodium lauryl sulphate (SLS)
algae extracts
coconut oil
wheat germ oil
palm oil
linseed oil
Itulah penjelasan seputar produk non comedogenic. Jika kulitmu rentan berjerawat, kamu sebaiknya hindari bahan-bahan comedogenic, ya.
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Apa itu non comedogenic?

Apa itu non comedogenic?
Istilah non comedogenic digunakan untuk mendeskripsikan produk perawatan kulit dan kosmetik.
Non-comedogenic cocok untuk kulit apa?

Non-comedogenic cocok untuk kulit apa?
Jika kamu memiliki kulit berjerawat, komedo, atau pori-pori yang rentan tersumbat, menggunakan produk perawatan kulit dan kosmetik non comedogenic mungkin dapat membantu mengurangi jumlah jerawatmu.
Bahan comedogenic apa saja?

Bahan comedogenic apa saja?
Turunan petroleum, seperti petrolatum dan mineral oi, oleic acid, komponen utama olive oil, cocoa butter, menurut studi observasi tahun 2019, sodium lauryl sulphate (SLS), algae extracts, coconut oil,wheat germ oil, palm oil, linseed oil
