Konten dari Pengguna

Apa Itu Tampon? Ini Jawaban serta Tips Penggunaan yang Aman

Hello Ladies

Hello Ladies

Kumpulan berita dan informasi terkini seputar wanita, gaya hidup, kecantikan, dan karier.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hello Ladies tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tampon. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Tampon. Foto: Pexels

Saat menstruasi, wanita Indonesia umumnya memakai pembalut untuk menampung darah. Namun, akhir-akhir ini muncul alternatif lain yang serupa, yakni tampon. Nah, apa itu tampon?

Tampon adalah salah satu alat yang berfungsi menyerap darah haid, bentuknya silinder. Secara historis, kata "tampon" berasal dari bahasa Prancis “tampion, ” yang berarti "potongan pakaian untuk menyumbat lubang".

Merujuk penjelasan U.S. Food and Drug Administration (FDA), tampon memang dirancang untuk dimasukkan ke dalam vagina dengan atau tanpa aplikator.

Tampon yang disetujui FDA terbuat dari katun, rayon, atau campuran keduanya. Serat penyerap yang digunakan dalam tampon yang disetujui FDA dibuat dengan proses pemutihan yang bebas unsur klorin, sehingga mencegah produk memiliki tingkat dioksin yang berbahaya (sejenis polutan yang ditemukan di lingkungan).

Sifat tampon sama seperti pembalut wanita, yaitu sekali pakai, langsung buang. Meskipun kamu mungkin mendengar tentang adanya tampon reusable, tapi tampon reusable dapat membawa risiko infeksi, seperti infeksi ragi, jamur, dan bakteri.

FDA belum mengizinkan atau menyetujui tampon reusable ini. Satu-satunya tampon yang disetujui FDA hanya tampon yang dirancang sekali pakai.

Tips Menggunakan Tampon dengan Aman

Ilustrasi Tampon. Foto: Pexels

Mengingat tampon adalah benda yang kontak langsung dengan vagina, penting untuk mengetahui cara penggunaan yang aman. Berikut tips dari FDA.

  1. Ikuti semua petunjuk yang ada di label produk tampon. Bahkan jika kamu sudah pernah menggunakan tampon, tetap baca petunjuk di kemasannya.

  2. Cuci tanganmu sebelum dan sesudah menggunakan tampon. Mencuci tangan akan membantu mengurangi penyebaran bakteri.

  3. Hanya gunakan tampon saat kamu menstruasi. Tampon tidak dimaksudkan untuk digunakan pada waktu lain atau untuk alasan lain.

  4. Ganti setiap tampon setiap 4 hingga 8 jam. Jangan pernah memakai tampon selama lebih dari 8 jam.

  5. Gunakan tampon dengan daya serap terendah. Jika kamu bisa memakai satu tampon hingga delapan jam tanpa menggantinya, daya serapnya mungkin terlalu tinggi.

  6. Jika kamu merasa tidak nyaman, nyeri, atau muncul gejala tak terduga lainnya, seperti keluarnya cairan yang tidak biasa saat mencoba memasukkan atau memakai tampon, atau jika kamu mengalami reaksi alergi, hentikan penggunaan tampon dan segera konsultasikan ke dokter.

  7. Ketahui tanda-tanda toxic shock syndrome (TSS) dan cara mengurangi risikonya. Gejala dan tanda TSS mungkin termasuk demam mendadak (biasanya 102 ° F atau lebih), muntah, diare, pingsan atau perasaan seperti akan pingsan saat berdiri, pusing, atau ruam yang terlihat seperti terbakar sinar matahari. Jika kamu mengalami gejala-gejala ini selama atau segera setelah menstruasi, hentikan penggunaan tampon dan segera konsultasi ke dokter. Untuk mengurangi risiko TSS, gunakan tampon dengan daya serap terendah yang diperlukan, kenakan tampon tidak lebih dari 8 jam lalu buang, dan gunakan tampon hanya saat menstruasi.

Itulah penjelasan seputar tampon. Kamu mau beralih ke tampon? Jangan lupa ikuti tips di atas, ya!

(DEL)

Frequently Asked Question Section

Berapa kali ganti tampon?

chevron-down

Ganti setiap tampon setiap 4 hingga 8 jam. Jangan pernah memakai tampon selama lebih dari 8 jam.

Apakah tampon sekali pakai?

chevron-down

Sifat tampon sama seperti pembalut wanita, yaitu sekali pakai, langsung buang. Meskipun kamu mungkin mendengar tentang adanya tampon reusable, tapi tampon reusable dapat membawa risiko infeksi, seperti infeksi ragi, jamur, dan bakteri.

Tampon terbuat dari apa?

chevron-down

Tampon yang disetujui FDA terbuat dari katun, rayon, atau campuran keduanya. Serat penyerap yang digunakan dalam tampon yang disetujui FDA dibuat dengan proses pemutihan yang bebas unsur klorin, sehingga mencegah produk memiliki tingkat dioksin yang berbahaya (sejenis polutan yang ditemukan di lingkungan).