Apakah Menopause Dini Berbahaya? Begini Penjelasannya!

Kumpulan berita dan informasi terkini seputar wanita, gaya hidup, kecantikan, dan karier.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hello Ladies tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau bicara soal menstruasi, tentu enggak akan lepas juga mengenai proses menopause. Lantas, apakah menopause dini berbahaya?
Menstruasi merupakan keluarnya darah dari vagina secara alami sebagai akibat siklus bulanan yang dialami oleh wanita. Periode haid merupakan sebuah bagian dari proses organ reproduksi wanita guna mempersiapkan kehamilan.
Ketika wanita mulai mengalami siklus haid tidak teratur, ada sebagian yang khawatir bahwa ini merupakan tanda-tanda menopause. Terlebih bagi wanita yang telah memasuki usia 40 tahun. Adanya perubahan siklus menstruasi terasa cukup bikin was-was.
Menopause sendiri merupakan berhentinya produksi hormon reproduksi perempuan, sehingga menyebabkan tidak bisa lagi mengalami menstruasi. Umumnya, menopause ini terjadi di usia 45-55 tahun.
Wanita dikatakan mengalami menopause terlalu dini, jika sudah mengalaminya saat usia kurang dari 40 tahun. Lantas, apakah menopause dini ini berbahaya? Apabila kamu penasaran, yuk simak penjelasannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber ini!
Apakah Menopause Dini Berbahaya
Menurut laman Cleveland Clinic, umumnya wanita mulai mengalami menopause di saat usianya menginjak 50 tahun. Akan tetapi, ada juga beberapa wanita yang mengalami menopause saat usianya di bawah 40 tahun. Hal tersebut normal terjadi enggak ya?
Menopause yang terjadi di usia 40-45 tahun disebut dengan menopause dini. Sedangkan, ada pula yang dinamakan dengan menopause prematur, di mana kondisi ini terjadi bahkan sebelum usia 40 tahun.
Berdasarkan keterangan dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), menopause dini didefinisikan pula sebagai berhentinya haid selama 12 bulan berturut-turut pada usia di bawah 40 tahun dengan kadar hormon yang sesuai dengan keadaan menopause.
Tanda paling umum dari menopause adalah tidak mengalami menstruasi pada waktu yang lama. Namun ada juga beberapa tanda lainnya dari menopause dini ini, antara lain:
Lebih berkeringat saat tidur.
Vagina terasa lebih kering.
Susah tidur.
Lebih sering merasa cemas.
Menurunnya gairah seksual.
Bermasalah dengan daya ingat dan konsentrasi.
Merasa hot flushes atau tubuh yang tiba-tiba merasa panas.
Mengutip laman NHS, dalam jangka panjang, seseorang yang mengalami menopause dini bisa bermasalah dalam hal infertilitas, osteoporosis, hingga gangguan kardiovaskular, dan stroke.
Selain infertilitas, wanita yang mengalami menopause dini dan ternyata hamil mungkin bisa berisiko juga pada kehamilannya. Seperti meningkatnya risiko kelahiran prematur maupun mengalami komplikasi saat hamil. Sebab, hormon estrogen pada tubuh telah menurun.
Sejauh ini memang belum ada cara mengatasi menopause dini. Sebab, hal ini terjadi secara alami. Meski begitu ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menjaga organ kewanitaanmu, seperti:
Melakukan senam kegel buat menguatkan otot pelvis.
Berhenti merokok dan minum alkohol.
Menerapkan gaya hidup sehat.
Olahraga teratur.
Itulah dia penjelasan apakah menopause dini berbahaya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagimu, ya!
(AN)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan menstruasi?

Apa yang dimaksud dengan menstruasi?
Merupakan keluarnya darah dari vagina secara alami sebagai akibat siklus bulanan yang dialami oleh wanita.
Apa yang dimaksud dengan menopause?

Apa yang dimaksud dengan menopause?
Merupakan berhentinya produksi hormon reproduksi perempuan, sehingga menyebabkan tidak bisa lagi mengalami menstruasi.
Sebutkan salah satu tanda menopause dini?

Sebutkan salah satu tanda menopause dini?
Vagina terasa lebih kering.
