Cara Membuat Dasi Segitiga untuk Pemula, Simak!

Kumpulan berita dan informasi terkini seputar wanita, gaya hidup, kecantikan, dan karier.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hello Ladies tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gimana sih cara membuat dasi segitiga? Memang sekilas prosesnya akan tampak rumit, terutama jika belum terbiasa melakukannya. Belum lagi terdapat beragam pilihan bentuk dasi yang bisa digunakan.
Umumnya, dasi menjadi aksesoris untuk melengkapi gaya busana. Dasi dapat membuat pakaian tampak lebih modis dan mewah. Tak heran apabila banyak orang memilih dasi untuk meningkatkan percaya dirinya.
Selain itu, dasi juga bakal ditemukan dalam berbagai kesempatan formal seperti wawancara pekerjaan, rapat dengan rekan, atau sidang skripsi. Jadi, pemakaian dasi itu enggak kalah penting juga, lho.
Nah, untuk membantu kamu, simak informasi selengkapnya berikut ini.
Jenis-Jenis Dasi
Melansir TheReadCurve, berikut jenis-jenis dasi yang ada:
1. Apron Necktie
Pertama, jenis dasi bernama apron necktie yang paling umum digunakan oleh banyak orang. Dengan bentuk yang panjang dan ujung yang tajam, dasi ini juga menampilkan satu sisi yang lebih lebar dari sisi lainnya.
Ditambah dasi ini mampu membentuk beragam simpulan. Mulai dari full windsor knot, half windsor knot, dan sebagainya. Alhasil, dasi ini sering menjadi pilihan andalan orang-orang untuk menghias berbagai kesempatan formal.
2. Ascot tie
Pada dasarnya, ascot tie dikenakan pada bawah baju, tetapi tetap berada di atas dalaman. Jenis dasi ini menutupi bagian tenggorokan hingga ke area bawah dagu.
Selain itu, jenis dasi ini membutuhkan simpulan berulang kali. Kamu juga bisa menahannya dengan pin agar tampak lebih rapi. Terdapat beragam warna yang siap menghias ascot. Maka dari itu, jenis dasi ini lebih cocok untuk melengkapi acara-acara yang informal dan mewah.
3. Bowtie
Bowtie dikenal sebagai jenis dasi yang simetris dan lebih kecil dari dasi segitiga. Biasanya bentuk dasi ini menampilkan bagian ramping di tengah dan bagian yang lebar pada kedua ujung akhir. Hasil proses pembuatannya akan membentuk simpul kecil di tengah.
Umumnya, dasi ini digunakan untuk melengkapi tuksedo. Maka, dasi ini juga lebih cocok dikenakan pada acara-acara formal.
4. Cravat Necktie
Cravat diklaim sebagai jenis dasi yang menjadi pelopor necktie dan bowtie masa kini. Lebih tepatnya, jenis cravat ini menyerupai neckband yang menutupi seluruh area leher.
Dasi ini populer hingga abad ke-17 ketika masih sering digunakan oleh para raja dan jenderal bersejarah. Penampilannya sekilas akan tampak mirip dengan ascot. Akan tetapi, kini cravat pun dapat dirancang dalam bentuk bowtie.
Cara Membuat Dasi Segitiga untuk Pemula
Cara Membuat Dasi Segitiga
Disebut dengan full windsor knot, bentuk dasi ini menampilkan segitiga penuh yang tampak rapi. Oleh sebab itu, dasi necktie berbentuk segitiga ini sering digunakan untuk melengkapi busana wawancara kerja, presentasi formal, dan acara spesial lainnya. Dikutip dari The Knot, berikut cara membuat dasi segitiga:
1. Kalungkan dasi pada leher
Mulai dengan mengangkat kerah baju dan kalungkan dasi pada leher. Pastikan ujung dasi yang lebih lebar berada di sisi kanan. Lalu, tarik hingga 12 inci melebihi ujung dasi yang lebih ramping di sisi kiri.
2. Buat simpul dasi yang pertama
Setelah itu, silangkan ujung dasi yang lebar secara horizontal di depan ujung yang ramping. Kemudian, tarik ujung yang lebar melalui lubang pada leher, dan tarik ke bawah. Berikutnya, bawa ujung yang lebar ke bawah ujung yang ramping hingga ke sisi kanan.
3. Lanjutkan dengan simpul dasi yang kedua
Lalu, tarik ujung yang lebar ke atas ujung yang ramping hingga berada di sisi kirinya. Lanjutkan pembuatan simpul kedua dan terakhir dengan menarik ujung yang lebar melalui lubang pada leher.
4. Kencangkan simpul dasi
Ketika ujung yang lebar berhasil melalui lubang leher, masukkan ke dalam lingkaran kecil yang terbentuk di bagian depan dasi. Untuk mengencangkannya, pegang bagian yang longgar dengan satu tangan dan perlahan geser simpul ke arah kerah. Sementara, gunakan tangan lainnya untuk merendahkan kerah agar penempatan dasi tepat sesuai kebutuhan.
(AH)
