Cara Mencuci Pembalut yang Benar

Kumpulan berita dan informasi terkini seputar wanita, gaya hidup, kecantikan, dan karier.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Hello Ladies tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Secara umum, ada dua jenis pembalut wanita yakni pembalut, yakni disposable atau jenis pembalut yang bisa langsung dibuang, dan reusable atau jenis pembalut yang bisa digunakan kembali.
Di Indonesia, wanita lebih sering menggunakan pembalut disposable dengan alasan kehigienisan. Selain itu, pembalut disposable memang lebih mudah ditemukan dan terjual murah di pasaran.
Pembalut disposable biasanya terbuat dari bahan yang sama, yakni bahan penyerap selulosa yang ditempatkan di bagian tengah pembalut. Sementara lapisan atas pembalut yang bersentuhan langsung dengan kulit biasanya berbahan dasar kapas yang lembut sehingga tidak mengiritasi kulit. Dan lembaran belakang pembalut terbuat dari bahan yang kedap air agar darah menstruasi tidak tembus ke pakaian dalam.
Nah, untuk jenis pembalut disposable ini, terdapat perdebatan yang tak henti-hentinya terjadi. Ada yang meyakini bahwa pembalut sekali pakai bisa langsung dibuang tanpa dicuci dan ada pula yang yakin bahwa pembalut tersebut harus dicuci sebelum dibuang.
Sebenarnya, pembalut disposable bisa saja langsung dibuang tanpa dicuci. Jika kamu sedang bepergian pada saat menstruasi, misalnya ke mal, lalu kamu harus mengganti pembalut, kamu bisa langsung membungkus pembalut bekasmu tanpa dicuci lalu dibuang ke tempat khusus sanitary pad yang sudah disediakan.
Tapi dalam budaya masyarakat Indonesia, mencuci pembalut adalah hal yang lazim. Biasanya hal ini berkaitan dengan kepercayaan mistis, tapi bisa jadi juga karena kehigienisan si pengguna.
Mencuci pembalut sah-sah saja, selama pencuciannya dilakukan dengan benar. Nah, cara mencuci pembalut yang benar bisa kamu simak di bawah ini.
Cara Mencuci Pembalut yang Benar
Cara Mencuci Pembalut yang Benar
Berikut cara mencuci pembalut yang benar dan sebaiknya dipraktikkan saat menstruasi, agar tidak menimbulkan penyakit akibat bakteri dari pembalut bekas.
1. Gunakan sarung tangan
Pertama dan yang terpenting, kamu harus menggunakan penutup tangan saat hendak mencuci pembalut bekas. Di pembalut terdapat jutaan bakteri jadi sebaiknya jangan menyentuh dengan tangan langsung. Gunakan jenis penutup dari plastik karena yang paling penting adalah kebersihan diri sendiri.
2. Bilas pembalut
Bilas pembalut dengan air yang mengalir agar darah menstruasi luruh dari pembalut. Tidak perlu membuka bagian tengah pembalut, cukup cuci sambil peras berkali-kali. Kamu bisa menggunakan detergen lalu kucek perlahan agar bagian dalam pembalut tidak keluar. Tapi tanpa detergen pun sebenarnya sudah cukup, meski mungkin noda darah masih tertinggal di pembalut.
3. Gulung pembalut
Setelah mencuci pembalut, gulung pembalut hingga kecil. Jika langsung dibuang tanpa digulung, maka perekat pembalut bisa menempel ke tempat sampah dan sulit untuk dibuang.
4. Bungkus dengan plastik
Bungkus pembalut yang sudah digulung menggunakan plastik pembungkus pembalut, atau kamu bisa membungkusnya dengan plastik lain. Kamu juga bisa membungkusnya dengan kertas ramah lingkungan.
5. Buang pembalut ke tempat sampah khusus
Buang pembalut ke tempat sampah khusus. Siapkan tempat sampah khusus untuk pembalut agar tidak tercampur dengan sampah lain. Kalau kamu di toilet umum, biasanya ada tempat sampah khusus untuk membuang pembalut.
Itulah cara mencuci pembalut yang benar. Jangan sampai salah langkah lagi, ya, Ladies.
(DEL)
