Ciri-ciri Trauma Jatuh Cinta, Apakah Kamu Termasuk Philophobia?

Kumpulan berita dan informasi terkini seputar wanita, gaya hidup, kecantikan, dan karier.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hello Ladies tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jatuh cinta adalah perasaan yang membuat seseorang semestinya berbunga-bunga. Namun, bagi sebagian orang, jatuh cinta bisa menjadi pengalaman yang traumatis atau menakutkan. Mereka yang trauma jatuh cinta disebut dengan istilah Philophobia.
Philophobia merujuk pada kata philo yang artinya cinta dan phobia atau fobia. Fobia jatuh cinta ini memiliki sifat yang sama dengan fobia lainnya. Jadi Philophobia bukanlah gangguan kecemasan atau anxiety, meskipun orang dengan Philophobia mungkin memiliki gangguan kecemasan sosial (social anxiety disorder).
Philophobia justru memiliki beberapa kesamaan dengan disinhibited social engagement disorder (DSED), sebuah gangguan keterikatan pada anak di bawah 18 tahun.
DSED membuat seseorang sulit untuk membentuk hubungan yang dalam dan bermakna dengan orang lain. Hal ini terjadi biasanya karena trauma masa kecil atau pengabaian.
Scott Dehorty (LCSW-C dan direktur eksekutif di Maryland House Detox, Delphi Behavioral Health Group) pun mengungkapkan hal serupa, Philophobia lebih umum terjadi pada orang dengan trauma masa lalu.
“Jika seseorang sangat terluka atau ditinggalkan saat masih anak-anak, mereka mungkin akan menolak untuk menjadi dekat dengan seseorang. Reaksi ketakutan mereka adalah menghindari hubungan sehingga tidak merasakan sakit,” terang Scott Dehorty sebagaimana yang dilansir Healthline.
Tapi penyebab seseorang mengalami Philophobia tidak hanya karena trauma masa kecil, bisa juga karena barangkali penderitanya pernah mengalami sakitnya putus cinta.
Bisa jadi juga karena mereka menyaksikan pahitnya cinta dari pengalaman orang tua yang bercerai, atau karena mengalami kekerasan dari pasangan. Semua itu bisa saja memicu seseorang menjadi trauma jatuh cinta.
Ciri-ciri Trauma Jatuh Cinta pada Philophobia
Philophobia atau trauma jatuh cinta memiliki beberapa ciri-ciri yang cukup bervariasi ke tiap-tiap orang. Ciri tersebut dapat mencakup reaksi emosional bahkan fisik ketika seorang Philophobia berpikir tentang jatuh cinta.
Bersumber dari Healthline, ciri-ciri utama dari seseorang yang memiliki fobia jatuh cinta adalah perasaan takut atau panik yang intens. Jadi, tak akan ada kata berbunga-bunga karena cinta dalam kamus seorang Philophobia.
Seorang Philophobia juga cenderung menghindar dari situasi jatuh cinta. Sebab jatuh cinta adalah hal yang menakutkan, jadi penghindaran adalah salah satu hal yang kerap dilakukan para Philophobia untuk melindungi diri.
Adapun ciri-ciri yang terkait dengan fisik adalah biasanya para Philophobia akan berkeringat dan berdebar dengan kencang. Hal ini umum ditemukan pada para penderi fobia ketika berhadapan dengan sumber ketakutannya.
Pada kasus yang lebih serius, para Philophobia bisa mengalami mulai, sulit bernapas, dan kehilangan fungsi tubuh. Makanya, penting untuk menganggap serius perkara Philophobia ini dan mengkonsultasikannya pada ahli.
Jika dibiarkan tanpa penanganan, risiko komplikasi yang mungkin dapat terjadi pada Philophobia adalah isolasi sosial, gangguan depresi dan kecemasan, penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, hingga bunuh diri.
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab trauma jatuh cinta?

Apa penyebab trauma jatuh cinta?
Bisa jadi juga karena mereka menyaksikan pahitnya cinta dari pengalaman orang tua yang bercerai, atau karena mengalami kekerasan dari pasangan. Semua itu bisa saja memicu seseorang menjadi trauma jatuh cinta.
Takut jatuh cinta disebut apa?

Takut jatuh cinta disebut apa?
Mereka yang trauma jatuh cinta disebut dengan istilah Philophobia.
Apakah philophobia berbahaya?

Apakah philophobia berbahaya?
Jika dibiarkan tanpa penanganan, risiko komplikasi yang mungkin dapat terjadi pada Philophobia adalah isolasi sosial, gangguan depresi dan kecemasan, penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, hingga bunuh diri.
