Gejala Menopause Dini, Penyebab, Risiko dan Cara Mencegah

Kumpulan berita dan informasi terkini seputar wanita, gaya hidup, kecantikan, dan karier.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hello Ladies tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menopause umumnya terjadi saat perempuan berusia 45-55 tahun. Jika perempuan mendapatkan menopause sebelum usia 45 tahun, maka hal itu disebut menopause dini.
Selain menopause dini, ada pula menopause prematur, yakni menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun.
Faktanya, dikutip dari Cleveland Clinic, menopause dini terjadi pada sekitar 5 persen perempuan. Sementara menopause prematur terjadi pada sekitar 1 persen perempuan.
Sangat jarang yang mengalami menopause di usia 20-an. Kondisi ini hanya terjadi pada sekitar 0,1 persen perempuan saja.
Penyebab Menopause Dini
Baik menopause dini maupun menopause prematur memiliki penyebab yang hampir sama. Beberapa alasannya adalah pengobatan kanker, operasi atau kondisi kesehatan tertentu. Tapi terkadang, penyebabnya tidak diketahui pasti.
Beberapa penyebab menopause dini lainnya menurut Cleveland Clinic adalah:
Kemoterapi atau radiasi untuk mengobati kanker.
Operasi yang mengangkat indung telur.
Pembedahan yang mengangkat rahim (histerektomi).
Riwayat keluarga menopause pada usia dini.
Mengalami menstruasi pertama sebelum usia 11 tahun.
Kelainan kromosom seperti Fragile X atau sindrom Turner.
Penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, penyakit Crohn atau penyakit tiroid.
Merokok.
Myalgic encephalomyelitis/sindrom kelelahan kronis (ME/CFS).
Mengidap HIV atau AIDS.
Infeksi seperti gondongan.
Gejala Menopause Dini
Gejala umum dan utama dari menopause dini adalah menstruasi menjadi jarang atau berhenti sama sekali tanpa alasan, misalnya kehamilan.
Namun, gejala lainnya muncul berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum menstruasi berhenti. Dirangkum dari NHS, berikut beberapa gejala menopause dini:
Hot flashes atau merasakan panas atau dingin di wajah, leher, dan dada, menimbulkan rasa pusing.
Sering keringat saat malam.
Vagina kering dan tidak nyaman saat berhubungan seks.
Sulit tidur.
Suasana hati buruk.
Berkurangnya gairah seks (libido).
Memiliki masalah dengan memori dan konsentrasi.
Palpitasi, ketika detak jantung tiba-tiba menjadi lebih cepat.
Sakit kepala dan migrain yang lebih buruk dari biasanya.
Nyeri otot dan nyeri sendi.
Perubahan bentuk tubuh dan penambahan berat badan.
Perubahan kulit termasuk kulit kering dan gatal
Infeksi saluran kemih berulang (ISK)
Risiko Menopause Dini
Perempuan yang mengalami menopause dini artinya akan menghabiskan waktu bertahun-tahun tanpa manfaat dari hormon estrogen.
Tanpa jumlah estrogen yang pas, tubuh berisiko lebih besar terkena kondisi kesehatan tertentu seperti:
Osteoporosis.
Penyakit jantung.
Berbagai penyakit saraf seperti demensia dan penyakit Parkinson.
Cara Mencegah Menopause Dini
Sebagian besar penyebab menopause dini berada di luar kendali. Merokok adalah satu-satunya faktor gaya hidup yang dapat menyebabkan menopause dini.
Nah, kamu bisa mengambil langkah kecil tapi berarti dengan berhenti merokok. Selain mencegah menopause diri, langkah ini juga membuatmu lebih sehat.
Untuk penyebab menopause lainnya, seperti kondisi kesehatan, operasi atau pengobatan kanker sayangnya tidak dapat dicegah.
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab menopause dini?

Apa penyebab menopause dini?
Beberapa alasannya adalah pengobatan kanker, operasi atau kondisi kesehatan tertentu. Tapi terkadang, penyebabnya tidak diketahui pasti.
Usia berapa menopause dini?

Usia berapa menopause dini?
Jika perempuan mendapatkan menopause sebelum usia 45 tahun, maka hal itu disebut menopause dini.
Apa risiko menopause dini?

Apa risiko menopause dini?
Osteoporosis. Penyakit jantung. Depresi. Berbagai penyakit saraf seperti demensia dan penyakit Parkinson.
