Kumpulan Puisi Rindu Kekasih yang Bikin Terharu Biru

Kumpulan berita dan informasi terkini seputar wanita, gaya hidup, kecantikan, dan karier.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Hello Ladies tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Butuh puisi rindu untuk menumpahkan rasa kangen terhadap seseorang yang kamu sayang? Yuk, temukan sejumlah kumpulan syair itu di artikel ini!
Ada berbagai cara untuk mengungkapkan rasa rindu. Salah satunya, menggunakan kata-kata indah seperti puisi atau lagu.
Namun kali ini, Hello Ladies akan membahas sejumlah puisi rindu sebagai salah satu ekspresi perasaan kangen. Baik itu kepada keluarga, orang terdekat, ataupun kekasih yang kamu banggakan.
Kumpulan Puisi Rindu Kekasih yang Bikin Terharu Biru
Berdasarkan informasi yang Hello Ladies himpun dari sejumlah buku digital, inilah kumpulan puisi rindu kekasih yang akan membuatnya terharu-biru.
1. Puisi oleh Dani Cipta
Mengutip buku karya Dani Cipta A (2020) dengan judul Puisi Rindu, ini salah satu contoh syair untuk mengekspresikan rasa kangen:
Puisi Sajak Cinta
Sajak-sajak cinta berkeliaran.
Bersama awan di angkasa.
Penuh keisengan ia mengintip dalam gelap.
Menyelinap antara lelap dan mimpi.
Sajak-sajak cinta mengerang.
Pada biola yang rindu kedatangan melodi.
Pagi, siang, dan malam.
Tak hanyut oleh waktu.
Tak lekam oleh hujan.
Puisi Rindu Siang Malam
Lama dirasa seutas cinta.
Pada gadis sejuk di pelupuk mata.
Nun jauh di antariksa.
Arunika membangunkan rindu.
Bayang wajahmu di atas ranjang.
Senyummu di atap terbang.
Hinggap di hati tak menentu.
Kala malam tiba,
kugantungkan rindu pada bulan.
Yang dibingkai bintang di tepian.
Yang dibuai lelap dalam dekapan.
Hingga maut mempertemukan.
2. Puisi dari buku Antologi Puisi Rindu oleh Agustini R, Asiah, Nurwilujeng dkk (2017)
Yang Tersesat
Berputarku pada ruang intuisi.
Menembus sekat-sekat otak.
Tinggalkan bait pada bayang mati.
Pilihanku pada rasa tak terlihat.
Hidupku berkarat pada ilusi.
Meruncing pada bait filosofi.
Mengadu jarak kau menepi.
Di mana mampu kau dengar lirih,
Kasihku.
- Dita Oktaviana
Menunggu
Dalam sujudku,
Aku bercerita tentangmu kepada Rabb-ku.
Kutitipkan pada-Nya semua rindu,
dalam setiap lafaz zikirku.
Di sudut rindu ini aku menunggu,
menunggu jawab-Nya atas doaku.
Doa tentangmu di sepertiga malamku.
Di sudut rindu ini aku menunggu,
menunggu Sang Maha Cinta membimbingmu.
Menuju kepadaku.
Di sudut rindu ini aku menunggu,
menunggu kamu.
Hamba Allah yang akan menyempurnakan ibadahku.
- Marwin
Rinduku
Senja kian merona.
Memancarkan segala pesona.
Hingga terbawa aku oleh rasa.
Teringat saat-saat kita bersama.
Menghabiskan waktu berdua.
Dalam alunan asmara.
Namun kini kusendiri.
Tanpa hadirmu di sisi.
Ingin rasanya aku bertemu.
Tuk melepaskan segala rindu.
Meski hanya sekejap waktu.
Melewati hari bersamamu.
- Ardianto
Belaian
Sirna punah harapan ini.
Menahan semua, itulah aku.
Melihat ke seluruh penjuru.
Mendengar kata hati hanya tuk mencarimu.
Tungkai ini merasa hampa.
Hati ini merindukan sosokmu.
Namun segalanya senyap.
Hilang terhempas angin.
Lenyap belaian kasih.
Berubah menjadi angan sahaja.
- Dzubadiah Hale
3. Puisi dalam buku Antologi Puisi Seru Rindu karya Ismu Handika
Puisi Serpihan Rindu
Seusai ia memberi mawar sore itu,
ia bergegas hilang.
Entah ke mana arahnya pergi, aku tak tahu.
Ia tak lagi pulang.
Mawar ini?
Ini bukankah yang dulu kuberi?
Sore itu aku seperti tak dapat berkata.
Ia hanya menaruh mawar di bagian saku, tepat di dada.
Maksudnya bagaimana?
Kisah kita, apa usai juga?
Sepekan sudah kabarnya tak lagi kudengar.
Caranya pergi dahulu tak bisa kutangkap pada nalar.
Ada sebilah serpihan-serpihan rindu.
Jika kudekap itu, terluka lah aku.
Itu dia berbagai puisi rindu yang menyentuh hati. Tertarik memberikannya pada kekasih hati?
(TDI)
