Konten dari Pengguna

Pengertian Hipermenorea, Gejala, dan Penyebabnya

Hello Ladies

Hello Ladies

Kumpulan berita dan informasi terkini seputar wanita, gaya hidup, kecantikan, dan karier.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hello Ladies tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hipermenorea. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hipermenorea. Foto: Pexels

Bagi perempuan, menstruasi sudah jadi rutinitas bulanan. Nah, karena terjadi tiap bulan, maka perempuan harus lebih perhatian lagi dengan siklus ini. Sebab, menstruasi yang tidak normal bisa menjadi tanda bahwa terdapat masalah pada rahim perempuan.

Tanda menstruasi yang tidak normal bisa diidentifikasi dari beberapa hal, salah satunya dari volume darah yang keluar saat menstruasi. Menstruasi normal berlangsung selama 3-7 hari dengan volume darah normal 40-60 mililiter. Kalau bingung mengukurnya, kamu bisa memperkirakan dari jumlah pembalut yang kamu gunakan dalam satu hari. Menstruasi yang normal umumnya akan membuatmu mengganti pembalut sekitar 3-4 kali dalam sehari.

Jika volume darah yang keluar melebihi jumlah normal, maka kondisi tersebut dinamakan hipermenorea. Sementara, untuk volume darah yang keluar kurang dari jumlah normal, namanya adalah hipomenorea.

Gejala Hipermenorea

Ilustrasi Hipermenorea. Foto: Pixabay

Berikut beberapa gejala hipermenorea yang mesti kamu waspadai, dirangkum dari Cleveland Clinic dan WebMD.

  • Kehilangan lebih dari 80 mililiter darah sehingga sering mengganti pembalut atau tampon, setidaknya satu jam sekali atau lebih dalam satu hari.

  • Sulit beraktivitas karena kram perut yang menyakitkan.

  • Mengeluarkan gumpalan darah yang berukuran seperempat. Darah mungkin akan tampak merah, merah muda, coklat, atau bahkan seperti karat.

  • Merasa lelah atau sesak napas.

  • Memiliki periode menstruasi yang berlangsung lebih lama dari 7 hari.

  • Menstruasi setelah menopause.

Beberapa wanita mengalami hipermenorea saat periode awal menstruasi. Namun, tak jarang kondisi ini berlangsung pada perempuan setelah bertahun-tahun mengalami siklus menstruasi.

Jangan ragu untuk konsultasi kepada dokter jika volume darah haidmu berlebihan. Kondisi hipermenorea bisa saja menyebabkan anemia, yang menyebabkan kamu merasa lemah, lelah, atau kehabisan napas.

Penyebab Hipermenorea

Ilustrasi Hipermenorea. Foto: Unsplash

Berikut penyebab hipermenorea yang umum dirangkum dari Cleveland Clinic.

1. Ketidakseimbangan Hormon

Hormon yang diproduksi tubuh, seperti estrogen dan progesteron, membantu mengatur siklus menstruasi, termasuk seberapa banyak volume darah menstruasi seorang perempuan.

Ketika terjadi ketidakseimbangan hormon, maka darah yang keluar akan berlebihan. Penyebab ketidakseimbangan hormon macam-macam, antara lain:

  • Anovulasi.

  • Penyakit tiroid.

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS).

  • Berat badan lebih dari berat badan ideal.

2. Pertumbuhan Non-Kanker di Rahim

Pertumbuhan non-kanker jinak di rahim serta kondisi yang menyebabkan sel-sel di rahim tumbuh tidak semestinya dapat menyebabkan hipermenorea. Penyebabnya antara lain:

  • Polip.

  • Fibroid.

  • Adenomiosis.

3. Pertumbuhan Kanker di Rahim

Pertumbuhan kanker di rahim tentu dapat menyebabkan hipermenorea. Kondisi yang meningkatkan risiko terkena kanker, termasuk hiperplasia endometrium, adalah termasuk kanker rahim dan kanker serviks.

4. Infeksi

Infeksi, termasuk infeksi menular seksual (IMS) dapat menyebabkan hipermenorea. Infeksi tersebut termasuk trikomoniasis, gonorea, klamidia, dan endometritis kronis.

5. Komplikasi Kehamilan

Hipermenorea juga bisa menjadi tanda peringatan komplikasi kehamilan, seperti keguguran dan kehamilan ektopik.

Operasi caesar juga dapat menyebabkan bekas luka yang menciptakan kantong di rahim. Kantong tersebut akan bisa menampung darah, yang nantinya bisa kamu keluarkan darahnya.

Itulah penjelasan seputar hipermenorea, jadi lebih paham kan sekarang? Yuk, mulai perhatikan siklus menstruasi kalian!

(DEL)

Frequently Asked Question Section

Berapa jumlah darah yang normal saat haid?
chevron-down

Menstruasi normal berlangsung selama 3-7 hari dengan volume darah normal 40-60 mililiter.

Apa itu hipomenorea?
chevron-down

Sementara, untuk volume darah yang keluar kurang dari jumlah normal, namanya adalah hipomenorea.

Apa yang menyebabkan darah haid keluar banyak?
chevron-down

Hormon yang diproduksi tubuh, seperti estrogen dan progesteron, membantu mengatur siklus menstruasi, termasuk seberapa banyak volume darah menstruasi seorang perempuan.