Woman
·
18 Juli 2021 23:46
·
waktu baca 2 menit

Tata Cara Mandi Wajib Haid yang Baik dan Benar, Ternyata Seperti Ini

Konten ini diproduksi oleh Hello Ladies
Tata Cara Mandi Wajib Haid yang Baik dan Benar, Ternyata Seperti Ini (431206)
searchPerbesar
Ilustrasi cara mandi wajib haid yang baik dan benar. (Dok. Freepik)
Seperti apa ya tata cara mandi wajib haid yang baik dan benar, serta sejalan dengan sunah Nabi Muhammad saw? Mari cari tahu tata cara lengkapnya lewat artikel ini!
ADVERTISEMENT
Menurut Swara dan Watiniyah dalam buku Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa (2017) serta buku Fiqih karya Udin Wahyudin dkk, mandi wajib perlu kamu lakukan jika mengalami kondisi tertentu, seperti keluarnya mani, nifas, dan darah haid.
Rasulullah saw juga menganjurkan agar umatnya menunaikan mandi wajib setelah selesai haid, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a. Dalam hadis itu, Fatimah binti Abu Hubaisy saat itu pernah bertanya demikian kepada baginda Rasul:

“Wahai Rasulullah, aku merupakan perempuan yang mengeluarkan darah istihadah (darah penyakit), maka aku tidak suci. Apa aku harus meninggalkan salat?”

Menjawab pertanyaan itu, Rasul mengatakan:

“Itu adalah darah penyakit, bukan darah haid. Jika kamu mengalami haid, maka hendaklah kamu meninggalkan salat. Bila darah haid telah berhenti, hendaklah kamu melakukan mandi (wajib) dan (kembali) mendirikan salat.”

ADVERTISEMENT
Lalu, bagaimana sih tata cara mandi wajib haid yang baik dan benar, serta sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw? Yuk simak ulasan berikut ini!

Tata Cara Mandi Wajib Haid yang Baik dan Benar

Berdasarkan informasi dari Buku Pintar Shalat karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, berikut ini tata cara mandi wajib haid yang baik dan benar.
1. Niat
Pertama-tama, kamu perlu melafalkan niat agar mandi wajibmu terhitung sebagai ibadah. Ada sejumlah niat yang dapat kamu panjatkan.
Menurut Arifin dan Wahidah (2018) dalam Ensiklopedia Fikih Wanita, berikut ini niat mandi wajib haid yang baik dan benar:
“Nawaitul ghuslal haidho wal ghuslal jainaa bata fardhoo lillaahita’aalaa.”

Artinya: Saya niat mandi haid dan mandi junub karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Mandi Wajib Haid yang Baik dan Benar, Ternyata Seperti Ini (431207)
searchPerbesar
Ilustrasi cara mandi wajib haid. (Dok. Freepik)
Selain itu, kamu juga dapat menggunakan niat ini:
ADVERTISEMENT
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى
“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Haidil Lillahi Ta’ala.”

Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta’ala.

2. Baca Basmalah
Selanjutnya, bacalah basmalah seraya mengikhlaskan niat semata-mata karena Allah Swt untuk menghilangkan hadas besar.
3. Cuci Tangan
Lakukan langkah ini sebanyak tiga kali. Jangan lupa untuk membersihkan hingga ke sela-sela kuku dan jari-jari.
4. Basuh Kemaluan
Kemudian, basuh kemaluan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada area tersebut. Jika memungkinkan, maka kamu bisa menggunakan sabun khusus area kewanitaan.
5. Menyisir Rambut dengan Jari
Sisirlah helaian rambut dengan jari sampai air terasa meresap dan merata di kulit kepala.
Tata Cara Mandi Wajib Haid yang Baik dan Benar, Ternyata Seperti Ini (431208)
searchPerbesar
Ilustrasi tata cara mandi wajib haid yang baik dan benar. (Dok. Freepik)
6. Siram Kepala
Selanjutnya, siram air di atas kepala. Lakukan itu hingga tiga kali.
7. Siram Air ke Badan, Dahulukan Bagian Kanan
ADVERTISEMENT
Kamu wajib menyiram air ke seluruh tubuh, dari ujung rambut hingga kaki. Nah, kamu perlu mendahulukan bagian kanan sampai merata dan mengenai seluruh kulit.
Selain itu, kamu juga harus menggosok juga kedua ketiak, pusar, jari-jari kaki, serta seluruh anggota badan yang harus dibasuh. Untuk membuat tubuh wangi dan lebih bersih, gunakan sabun, sampo, dan produk perawatan tubuh lain.
8. Basuh Kedua Kaki
Pada tahap akhir, basuh kedua kaki dengan mendahulukan kaki sebelah kanan.
Sebagai catatan pada akhir cara mandi wajib haid yang baik dan benar, kamu pun disunahkan untuk mengambil kapas yang telah dibubuhkan minyak wangi. Kemudian, gosok kapas itu pada bekas darah agar menghilangkan bau tidak sedapnya.
(TDI)