Konten dari Pengguna

Kenaikan Isa Al-Masih: Sebuah Kisah Cahaya dan Kemuliaan

Helni Ernawati

Helni Ernawati

Helni Ernawati Seorang Mahasiswa Universitas Boyolali , jurusan Ilmu Komunikasi , saat ini saya berdomisili di Boyolali . Ketertarikan saya pada dunia jurnalistik membawa saya untuk menuangkan gagasan dan pengamatan saya melalui tulisan.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Helni Ernawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar dihasilkan daro ilustrasi AI , ilutrasi kenaikan Isa Al-Masih
zoom-in-whitePerbesar
Gambar dihasilkan daro ilustrasi AI , ilutrasi kenaikan Isa Al-Masih

Perayaan Kenaikan Isa Al-Masih, yang dirayakan setiap tahunnya , yaitu salah satu momen paling signifikan dalam kalender umat Kristiani. Lebih dari sekadar peristiwa historis, Kenaikan Isa Al-Masih itulah narasi agung tentang cahaya dan kemuliaan yang terus menginspirasi dan memberikan pengharapan. Kisah ini bukan hanya tentang keberangkatan fisik, melainkan tentang transformasi, pemenuhan janji, dan janji akan kehadiran ilahi yang tak terbatas.

Dalam sudut pandang Kristiani, Kenaikan Isa Al-Masih menandai puncak dari misi penyelamatan-Nya di bumi. Setelah kebangkitan dari kematian, kenaikan Isa Al-Masih bukti nyata kemenangan-Nya atas dosa dan maut, serta pengangkatan-Nya kembali ke takhta kemuliaan di sisi Bapa. Cahaya pengharapan bahwa kehidupan tidak berakhir di sini, dan bahwa ada janji kekal yang menanti. Kemuliaan yang terpancar dari peristiwa ini bukan hanya pada kembalinya seorang tokoh besar, melainkan pada manifestasi penuh keilahian-Nya yang kini bertahta dan berkuasa.

Namun, makna cahaya dan kemuliaan dalam Kenaikan Isa Al-Masih tidak berhenti pada doktrin teologis semata. Ia meluas menjadi inspirasi bagi kehidupan spiritual setiap individu. Cahaya yang dibawa Isa Al-Masih cahaya kebenaran dan kasih, yang diharapkan dapat menuntun setiap umat untuk hidup dalam kebaikan dan menyebarkan damai.

Kemuliaan-Nya tercermin dalam setiap tindakan kasih, pengampunan, dan pelayanan kepada sesama, sebagaimana yang diajarkan dan dicontohkan-Nya sepanjang hidup. Kenaikan ini juga menjadi pengingat bahwa tujuan hidup manusia bukan sekadar pencapaian duniawi, melainkan perjalanan menuju kemuliaan sejati, yaitu kedekatan dengan Ilahi.

Maka, Kenaikan Isa Al-Masih sebuah kisah yang tak lekang oleh waktu, memancarkan cahaya abadi yang menerangi jalan kehidupan. Ia mengundang kita untuk merenungkan makna kemuliaan sejati – bukan yang fana dan duniawi, melainkan yang bersifat rohani dan kekal. Sebuah kisah yang terus menginspirasi, memberikan kekuatan, dan mengingatkan akan janji agung tentang keberadaan Ilahi yang senantiasa menyertai.