Konten dari Pengguna

Berani Berubah Memerdekakan Diri Agar Tak Tergantikan

Hendra

Hendra

Education Bureau at Universitas Pembangunan Jaya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Dokumentasi Foto Pribadi di Puncak Gunung Merbabu
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumentasi Foto Pribadi di Puncak Gunung Merbabu

Apa sih arti semangat tahun 1945 bagi kalangan anak muda di Era Gen Z? Dahulu mungkin kita memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengikuti kegiatan Upacara Bendera, dan aktif ikut berbagai macam kemeriahan lomba-lomba yang diadakan oleh sekolah atau lingkungan dekat rumah kita.

Dewasa ini apa yang ada dibenakmu tentang rasa Merdeka yang sesungguhnya? Tentunya jika dilihat dari kompleksitasnya akan mencuat banyak hal, salah satunya adalah Merdeka untuk membunuh rasa malas dalam belajar agar ilmu yang sudah kita punya tidak tumpul atau bahkan tidak ketinggalan dengan Teknologi/perkembangan zaman yang saat ini sudah berkembang pesat.

Berbicara tentang perkembangan Teknologi yang semakin pesat di tahun 2023, yang populer dan semakin banyak digunakan berbagai macam kalangan untuk mengerjakan tugas kuliah dan pekerjaan kantor yaitu berbagai macam aplikasi yang berbau AI (Artificial Intelligence).

Dilansir dari Kompas.com Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah ilmu dan rekayasa pembuatan mesin cerdas yang melibatkan mekanisme untuk menjalankan suatu tugas menggunakan komputer. Sehingga, memungkinkan sistem komputer, perangkat lunak, program dan robot untuk "berpikir" secara cerdas layaknya manusia.

Sumber: Pexels.com

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari kemunculan AI (Artificial Intelligence) ini ? mari kita bedah jika dilihat dari dampak positif dan negatif nya:

Dampak Positif Kemunculan AI (Artificial Intelligence):

  1. Meningkatkan Efektivitas Kerja, Kemunculan dari AI (Artificial Intelligence) tentunya sangat membantu bagi kaum yang melek teknologi, karena bisa menyelesaikan pekerjaan secara cepat, akurat, dan minim kesalahan yang ditimbulkan oleh manusia karena faktor kelelahan, dan kurang teliti. Contoh dari aplikasi AI yang berguna meningkatkan efektivitas pekerjaan: Grammarly, Google Docs, Trello, Slack, dan Zoom.

  2. Meningkatkan Keberhasilan Pengobatan Dalam Dunia Medis, Tentu sudah tidak asing lagi jika kemajuan teknologi digunakan dalam segala bidang salah satunya membantu dalam dunia medis, dan aplikasi yang membantu dalam penunjang keberhasilan pengobatan dalam dunia medis adalah: Medical Information Management System/MIMS, Clinical Decision Support System/CDSS, etc.

Dampak Negatif Kemunculan AI (Artificial Intelligence):

  1. Kesenjangan Sosial Manusia Tergantikan oleh Mesin, Disamping keberadaan mesin dan kecerdasan buatan dapat membantu meringankan pekerjaan manusia, salah satu dampak negatif yang ditimbulkan adalah tenaga manusia yang tergantikan oleh kecerdasan buatan. Tentunya para investor perusahaan akan berfikir untuk meminimalkan membayar tenaga manusia, dan menggunakan tenaga kecerdasan buatan untuk mengurangi biaya operasional.

  2. Manufulasi Data dan Informasi, Dengan menggunakan teknologi AI, informasi dapat dimanipulasi untuk mempengaruhi opini publik. Contohnya adalah penggunaan bot untuk memperbesar opini yang mendukung suatu calon dalam pemilu. Hal ini dapat membahayakan demokrasi dan merusak proses pemilihan yang adil dan jujur.

Setelah kita lihat dari Dampak Positif, dan Negatif Kemunculan AI (Artificial Intelligence) tentunya sudut pandang kita sebagai Gen Z akan terbentuk dan berfikir kalau dibalik kemudahan hadirnya kecanggihan teknologi akan ada bahaya yang mengintai. Lalu apa yang harus kita lakukan agar ilmu kita selaras dengan perkembangan zaman dan Merdeka agar tak tergantikan?

Sumber : https://www.youtube.com/@kasisolusi

Mengutip video dari Youtube Channel @kasisolusi "Tidak perlu takut digantikan AI. Harusnya kita malah terbantu, pekerjaan kita dengan adanya AI. Dan belajar AI bisa jadi membuat skill kita menjadi lebih menonjol dibanding dengan pekerja yang lain. Misal designer yang mengerti AI, dia akan lebih efektif untuk melakukan UX research kalau menggunakan AI dibanding dengan designer yang tidak mengerti AI. Programmer akan lebih cepat coding dengan GitHub Copilot dibanding dengan programmer yang biasanya wara wiri ke Stack Overflow. Berlaku juga buat pekerjaan yang lain. Jadi skillmu + AI akan membuatmu menonjol dibanding rekan sejawat".

Sumber: Pexels.com

Dapat penulis simpulkan sebenarnya bahwa kita dapat berdampingan dan menjadikan AI (Artificial Intelligence) sebagai kawan untuk membantu pekerjaan yang kita lakukan, atau bahkan kita jadikan sebagai guru yang membantu menjawab rasa tidak tahu kita.

Catatan pentingnya bahwa kita harus ikut melek, semangat mempelajari hal yang baru, dan jangan merasa terlena/termanjakan karena kecanggihan teknologi yang bisa kita dapatkan dalam hitungan detik, dan instant.

Tim Penyusun Artikel,

Hendra, Javier Alvino Alfian, dan Ifano Rangga Saputra.