Gen Z Itu Tak Gampang Mengeluh Apalagi Menyerah Sebelum Mencoba

Education Bureau at Universitas Pembangunan Jaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata mengeluh mungkin sudah tidak asing kita dengar, dan hal yang sangat wajar bila semua orang pernah mengalaminya. Salah satu faktor pemicu dari mengeluh adalah stress yang membuat tubuh merasa terkuras hampir sepanjang waktu. Seringkali, respons yang paling mudah dilakukan adalah dengan melampiaskan keluhan kepada orang-orang di sekitar.
Dengan mempunyai sifat yang mudah mengeluh lama kelamaan akan menjadi perilaku dan kebiasaan yang buruk, dan tentunya akan menjadi masalah bagi orang-orang di sekelilingnya bila pada tahap yang sudah mengkhawatirkan. Mengeluh adalah manusiawi, tetapi terlalu sering mengeluh dapat berubah menjadi tindakan yang berdampak buruk dalam pikiran.
Berikut adalah beberapa tips yang bisa kita gunakan untuk tidak sering mengeluh:
Jaga Pikiran Tetap Positif, Membiasakan diri mengeluh sama saja dengan membiarkan diri dipenuhi oleh pikiran negatif. Itulah mengapa semakin sering kamu mengeluh, semakin negatif pikiran yang ada di kepala kamu. Jadi, agar tidak mudah mengeluh, kamu perlu menjaga pikiran kamu tetap positif. Dengan memiliki pikiran positif, kamu akan lebih bersemangat menjalani hidup dan lebih optimis. Ketika menemui masalah pun, kamu akan bersemangat untuk berusaha mencari solusinya.
Perbanyak Bersyukur, Mengeluh juga bisa berarti kamu tidak mensyukuri apa yang ada. Misalnya, kamu mengeluh karena hidup selalu susah, atau karena gaji selalu pas-pasan, dan sebagainya. Nah, dengan bersyukur, kamu akan lebih bisa menghargai dan bahagia dengan apa yang kamu miliki sekarang.
Buat Perubahan, Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bila hanya mengeluh tanpa ada aksi untuk membuat perubahan, maka keluhan akan menjadi tidak efektif. Masalah tetap ada, dan kamu akan terus mengeluh. Karena itu, meskipun kecil, buatlah sebuah perubahan dimulai dari diri sendiri. Misalnya, kamu sering mengeluh karena cuaca kian hari kian panas. Nah, kamu bisa “mendinginkan” bumi kembali dengan mengurangi sampah plastik misalnya.
Mengutip salah satu video dari Youtube Channel @SatuPersenIndonesianLifeschool:
Sikap pantang menyerah diibaratkan seorang sales yang harus mendengar kata penolakan setiap hari karena penawarannya ditolak, dan mereka terus bangkit dari kegagalan. Lalu apa yang membuat dia bertahan? Communication skill, kemampuan menjual, atau dari koneksi ke Perusahaan gede? jawabannya enggak dari semua itu. Jawabannya sederhana dan gak banyak, cuma 1 yaitu: Optimisme.
Banyak menaruh dan berekspektasi lebih pada suatu harapan memang sah-sah saja, namun ideal nya kita perlu juga mengukur batas kemampuan yang kita miliki. Jika kemampuan kita terbatas hal itu bisa kita minimalisasi dengan cara mempelajari dan mencari tahu hal yang tidak kita kuasai, bukan malah berpangku tangan dan berkata "menyerah" padahal kita belum memulai atau bahkan melakukan apa-apa.
Sejatinya memang menjalani sebuah proses itu melelahkan, namun dibalik perjalanan panjang akan terbayar dengan senyum yang terpancar dari orang yang kamu cinta. Membuktikan memang sulit, namun lebih sulit lagi jika berdiam diri dan tidak ada bukti bahwa kamu melakukan sesuatu untuk ajang pembuktian.
-Hendra Lauw.
Tim Penyusun Artikel:
Hendra, Javier Alfino Alfian, Shendy Wijaya, dan Ifano Rangga Saputra.
